"Udah. Bentar lagi juga balik lagi" Haikal menatap lekat mata hazel Queen yang ia yakini akan ada air hujan setelahnya:v.
Dan benar. Selanjutnya Queen menangis dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya.
"Kok nangis sih?" tanya Haikal panik.
Padahal ia berusaha menenangkan gadisnya, tapi malah nangis. 'Salah apa gue ya Allah' batinnya.
"Nanti kalo udah berenti gue beliin permen kapas deh" bujuk Haikal agar gadisnya berhenti menangis.
--------
Queen mendongakkan kepalanya ke atas. "Beneran?" tanyanya memastikan sambil menghapus airmata nya dengan kedua tangan, Haikall gemeshh.
Haikal mendaratkan tangannya di kedua pipi Queen untuk mencubit yang membuat sang empu mengerang kesakitan.
"Aaws, sakiittt" Queen melepaskan tangan Haikal dari pipinya.
"Pipi Queen kenapa dicubittt sih. Nanti melaarrr tau nggak si lo" ucap Queen sedikit berteriak sambil mengelus pipinya yang dicubit.
"Pasti merah" gumam Queen kecil. Sontak Haikal mengalihkan pandangannya ke arah pipi Queen lagi.
"Eh sorry, sorry. Gue ga sengaja"
"Sakit yaa?" seketika wajah Haikal berubah panik. Sepintas ide muncul di otak Haikal.
CUP. CUP. CUP. CUP.
Haikal mencium pipi kanan dua kali dan juga pipi kiri dua kali. Wajah Queen memanas, ia malu sekarang.
"Nyebellin" Queen memukul pundak Haikal pelan.
"Lah? Kenapa"
"Nyium sembarangan. Nanti kalo ada yang liat gimana?" kesal Queen.
"Baguslah. Biar mereka tahu kalo lo punya gue" Haikal menaik turunkan kedua alisnya menggoda Queen.
"Ap-apaansi" gugup Queen. Jantungnya berdetak lebih cepat lagi dari biasanya.
'Semoga suara jantung gue gak kedengaran sama Haikal' batin Queen cemas.
'Jantung gue kenapa mendadak marathon gini' batin Haikal.
Tanpa mereka sadari, bianglala mereka telah berhenti sejak adegan tadi. Haikal menyapu pemandangan sekitarnya, dan melihat ada seorang anak kecil yang berada tak jauh darinya.
"Kakak, awas donk. Aku mau naik juga. Gantian. Kalau mau pacaran jangan disini deh! Ini tempat umum, ngga cocok buat pacaran!" sembur gadis kecil yang jika dilihat-lihat seperti bocah SD.
Tau apa dia tentang pacaran. Songong banget tu bocah.
"Ayok" Haikal menarik lembut pergelangan Queen membawanya pergi dari bianglala sialan itu.
Queen terus saja berjalan nunduk sedari tadi. Ia malu. Jika ia mengingatnya, sontak wajahnya berubah menjadi merah, MALU.
Ketauan pacaran sama bocah SD di tempat umum. Udah gitu di sembur lagi. Ibarat pesan ayam KFC komplit sama antek-anteknya kali ya:v Aowkwkwk. Emang ya kids jaman now:v
Haikal menggenggam erat tangan Queen. Tak sekalipun ia biarkan tangannya terlepas. Bukan ia takut apa, tapi ia takut kalau Queen hilang dia bakal di semprot sama ortunya dan ortu Queen. Tubuh Queen juga pendek dari Haikal, takutnya keselip dimana gitu:v
Queen memberhentikan langkahnya saat matanya tak sengaja menatap boneka beruang di salah satu stand permainan.
"Kenapa?" tanya Haikal bingung karena berhenti mendadak.

KAMU SEDANG MEMBACA
First Love❤ (HIATUS)
Teen FictionFirst story. Mengapa Tuhan mengirimkan dirimu untukku? Dan...apa ini? Perasaan apa ini? Degub jantungku seakan menggebu-gebu untuk dibebaskan? Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Tapi kepada siapa perasaan ini tertuju? Apakah untuk dirimu? Atau ada...