Haiii gaisseuuu:3
Aing kambek againn di FL ini yeayyy!!:v
Ada yang senang gak sih? Atau cuman aku aja yang senang? :"
Btw, aing kangen sm readersnya FL yaa bisa diblg readers random si :)
Siapa yg nungguin FL up lagi nih??
Mmh daripada aing bct muluk, HAPPY READINGG GAISSEUUU!!
_____________
Malam yang sunyi, langit malam ditemani kerlap-kerlip indahnya bintang, semilir angin malam yang menerpa wajahnya membuat poninya sedikit berantakan. Terlihat di depan sana bangunan mewah berwarna putih bersih, membuat Queen mengeratkan pegangannya pada ujung sweater miliknya.
Berulang kali Queen meremas kasar ujung sweaternya. Bukan apa-apa, ini bahkan pertama kalinya bertemu setelah pertemuan itu dilakukan. Sebenarnya dia malas, tapi karena mama mertua nya yang menginginkannya, maka dengan senang hati Queen laksanakan.
"Mulai besok kita pindah." kata Haikal tiba-tiba.
"Loh? Kok gitu?" tanya Queen heran.
"Emang lo mau tinggal pisah-pisah terus?"
"Ha? Ya nggaklah." tolak Queen cepat. "Eh, bukan!! Maksud gue, masa iya pisah sama bunda sama ayah" kata Queen sendu.
"Ada gue."
"Lo? Emang lo aja cukup buat gantiin posisi mereka apa."
"Ssttt. Berisik. Ayok masuk." Haikal menempelkan jari telunjuknya di kedua bibir Queen, lalu menggandeng masuk ke dalam.
Kesan pertama yang dilihat oleh Queen adalah dekorasi ruangan yang elegan, barang perabotan yang berkelas tinggi, juga ia mendapati figura-figura besar maupun kecil yang terpampang jelas di dinding ruangan dan di dalam lemari..
Queen menghentikan langkahnya saat melihat seorang anak laki-laki yang sedang makan es krim dalam sebuah figura kecil, entah sadar atau tidak sadar anak itu makan dengan sangat belepotan. Queen terkikik geli. Ia yakini pasti anak itu adalah Haikal, tunangannya. Figur demi figur sudah Queen lewati, namun tangannya masih saja ia mampirkan untuk sekedar memegang atau mengerang gemas.
"Aaaah, tampan banget si kalau kayak gini." desah Queen melihat ketampanan Haikal yang jauh berkali lipat saat ia memakai jas kebesarannya, dipeluknya figura yang menampilkan sosok tunangannya itu.
Haikal membalikkan badannya lalu berdecak malas, "Gue tau gue tampan. Biasa aja gak usah lebay!!"
"Eh-itu gue-" ucap Queen gelapan. "Tuhkan gara-gara mulut gak bisa dikontrol jadinya gini, tertangkap basah gue." batin Queen menahan malu.
"Ayo! Mama udah nunggu di gazebo belakang."
"Iya."
____________
"Gilasseh, lo tau gak si boss kemana? Tumben belum datang jam segini." kata Satya yang kesal menunggu 'boss' mereka yang belum datang juga.
Iya. Saat ini Griffin mengadakan pertemuan biasa di basecamp. Namun sepertinya, Haikal yang notaben nya menjadi boss dalam geng mereka lupa mengabari. Jadilah keempat anak buahnya riuh seperti ini karena menunggu.
"Gak. Paling juga sama doi." jawab Gio dengan santai.
"Bangsat!! Dikira kita ini apaan. Baik gue kencan sama Layla juga!"
"Dih nyolot lo! Biarin ajadah si boss sibuk sama doi, pertama kalinya juga." cecar Daniel membela boss nya itu yang sukses membuat wajah Satya tertekuk lesu.
"ANJIR MUKA LU NYETTT!!! NAJIS GUE LIATNYA!!" ucap Gio dan Daniel dan tertawa berbarengan membuat Satya semakin menekuk wajahnya, sedangkan Zack hanya tersenyum tipis melihat ke absurd an teman-temannya.
Zack bangkit dari duduknya, meraih kunci mobil yang tersemat di dalam saku celana jeans nya.
"Mau kemana lo?" tanya Gio tiba-tiba.
"Pulang."
"Lah gak nunggu si boss?"
"Lama. Malas." 2 kata yang mampu mnedeskripsikan perkataannya barusan. Tipikal orang seperti Zack bukan orang yang ingkar. Ia tidak akan membuang waktunya secara sia-sia terlebih menunggu seseorang yang tidak jelas. :"
Sedangkan 3 orang temannya hanya termangu dengan perkataan Zack tadi. Disini, yang berani menentang boss nya cuma Zack sendiri, entahlah mungkin karena Haikal dan Zack sudah berbarengan sedari kecil.
-Gazebo's Haikal-
"Gimana kabar kamu? Bunda sama ayah kamu sehat kan?" tanya Fania basa-basi.
"Ah iya, tan. Alhamdulillah."
"Kan udah mama bilang, panggilnya mama aja." Fania mengerucutkan bibirnya pura-pura marah.
"Maaf, tan-Ma. Queen belum terbiasa." Queen menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"Habis ini kamu lanjut kemana sayang?"
"Mm, Queen belum tau, Ma."
"Oh gitu ya. Kalau Haikal katanya dia mau lanjut di penerbangan. Tapi mama ngga tau pasti, soalnya dia bilang gitu sebelum dia tunangan sama kamu. Siapa tau sekarang dia berubah pikiran pengen sama kamu terus kan." ucap Fania menggoda calon mantunya membuat Queen meringis mendengarnya.
"Hehehe."
Apa-apaan ini? Mengapa Queen menampilkan cengiran bodoh khasnya? Ya Tuhaann.
Percaya tidak percaya, Queen merutuk dalam hati atas ketidak sopanan ia terhadap mama Haikal. Sebenarnya, Queen duduk di samping mama mertuanya dengan perasaan yang bercampur aduk, antara takut, cemas, kaku, gugup dan juga bingung. Ia menggosok-gosokkan kedua tangannya berharap kegugupannya hilang dan Haikal datang memecah keadaan canggung diantara keduanya.
"Queen, ka-" baru saja Fania ingin bertanya kembali, Haikal datang di waktu yang tepat sesuai harapannya.
Namun sepertinya, Haikal tidak ingin membawanya pergi dari tempat ini."Ma, ada yang mau Haikal bicarakan." Fania yang semula ingin beranjak ke dapur, mendudukkan kembali pantatnya di sofa ingin mendengarkan perkataan putranya.
"Haikal sama Queen mau pindah."
"APAA?!!" ucap Fania teriak saking terkejutnya.
"Bukan gitu, Ma. Kalau kita serumah, pulang pergi ke sekolah ga makan waktu."
"Tapi kan bang-"
"Mah, Haikal janji ga bakal apa-apain anak orang." ucap Haikal sedikit berbisik ke arah daun telinga Fania.
Fania memijat pangkal hidungnya, "Abang tanya papa aja deh, kalau papa setuju yaudah mama juga."
_________
TBC.
Haiii. Gimana? Kira²diizinin gak tuh ya?:v
Komen dibawah buat pendapat kalian yg sudah baca^^
Akhirnya aku bisa kambek lagi di cerita ini:)
Jangan lupa bwt mampir ke crita aku yg satunya
☞ https://my.w.tt/PbGBSVpII7 atau kalian bisa liat di works aku yg judulnya ELANO.Terimakasih^^
LoveU readerss♥

KAMU SEDANG MEMBACA
First Love❤ (HIATUS)
Teen FictionFirst story. Mengapa Tuhan mengirimkan dirimu untukku? Dan...apa ini? Perasaan apa ini? Degub jantungku seakan menggebu-gebu untuk dibebaskan? Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Tapi kepada siapa perasaan ini tertuju? Apakah untuk dirimu? Atau ada...