Pagi menjelang siang, lelaki dengan kulit putihnya mulai membuka mata. Mengerjap pelan dan mulai meraba bagian samping ranjangnya yang ternyata sudah kosong. Dengan nyawa yang masih setengah sadar, Sehun belum menyadari jika seseorang yang tadinya tidur di sampingnya sudah tak ada.
Saat kesadaran nya mulai pulih, sehun dengan cepat menoleh kearah samping berharap jika Jongin masih ada di sampingnya. Namun ternyata nihil, ia sendirian dan tak tahu Jongin dimana. Dengan segera ia beranjak turun dan keluar kamar. Mengelilingi dorm untuk mancari sang kekasih, tapi Jongin masih tak ditemukan. Ia pun berbalik untuk menuju kamar Chanyeol dan Baekhyun.
Tok.. Tok... Tok
Tiga kali ketukan pintu masih tak mendapat sahutan dari orang didalamnya. Sehun kembali mengetuk dengan lebih keras, dan usahanya berhasil. Chanyeol dengan wajah bantalnya dan nyawa yang masih seperempat dengan berat hati membuka pintu kamarnya. Saat melihat siapa yang mengganggu tidurnya, Chanyeol ingin sekali meneriaki Sehun. Ini waktu berharganya untuk tidur, ia tidur cukup larut tadi malam karena perdebatan nya dengan Baekhyun. Sadar dengan pikirannya, Chanyeol membalikan badannya untuk melihat ranjang yang tadi ia tiduri. Mata Chanyeol seketika terbelalak saat tak melihat siapapun di sana.
Tak jauh beda dengan Chanyeol, Sehun juga ikut terpaku ketika tak melihat Baekhyun disana. Chanyeol membalik badannya menghadap Sehun. Seolah paham dengan maksud dari tatapan Sehun, Chanyeol berteriak kesal. Kekasihnya kabur tanpa sepengetahuannya, dan bodohnya ia tak merasa jika Baekhyun turun dari ranjang tadi.
"Hyung, bagaimana ini. Kemana mereka pergi hyung" Yang lebih muda terlihat merengek karena bingung harus mencari kemana kekasih tercintanya.
"Aishh, coba kau hubungi Jongin dan aku akan menghubungi Baekhyun" Usul Chanyeol dan mendapat anggukan dari Sehun. Sambil melakukan panggilan, keduanya memilih untuk ke ruang tengah dorm.
Beberapa kali panggilan sudah dilakukan keduanya namun tetap tak mendapat jawaban dari Jongin ataupun Baekhyun. Sehun semakin gelisah karena kekasihnya bahkan tak mau mengangkat panggilannya.
"Hyung, apa jangan-jangan Jongin dan Baek hyung pergi dengan dua bocah itu?" Kegelisahan hati seorang Oh Sehun membuat pikirannya berlayar entah kemana. Hingga pemikiran seperti itu muncul dikepalanya. Mendengar penuturan Sehun, Chanyeol sedikit ragu, tapi itu bisa saja terjadi. Kekasih mereka berniat balas dendam dengannya dan Sehun karna gagal pergi tadi malam. Seketika Chanyeol menghela napasnya berat. Jika memang benar Baekhyun dan Jongin pergi dengan dua anak itu, hati Chanyeol pasti akan retak atau mungkin hancur. Dua bocah itu tidak main-main kalau sudah bersama kekasihnya, dan ia akan terus diabaikan oleh Baekhyun.
Sehun sejak tadi diam, ia terus mencoba untuk menghubungi Jongin atau mengirimi pesan pada beruangnya itu. Tapi tetap saja tak mendapat balasan. Ditengah ketegangan keduanya, dengan tidak elitnya perut Sehun berbunyi.
"Hyung, kau tidak lapar? " Tata Sehun pda sosok yang sedari tadi diam bagai patung.
"Lumayan" Waktu sudah hampir siang, dan mereka belum memasukkan apapun dalam prut mereka, tentu saja cacing disaat sudah berteriak meminta jatah nya.
"Aku lapar hyung, buatkan aku makanan eoh" Dengan wajah memelas, Sehun merayu Chanyeol untuk membuatkannya makanan. Sehun malas memasak. Baginya, jika masih ada hyungnya untuk apa ia repot hehe.
Dengan kebaikan dan kesabaran hati Park Chanyeol, ia pun mulai beranjak dari duduknya menuju arah dapur. Ia akan memasak yang simpel saja untuk hari ini. Sehun tentu saja mengikutinya seperti anak ayam dengan induknya.
Sesampainya di dapur, Sehun ingin mengambil mineral dari dalam kulkas dan menemukan note di depannya. Ia pun lekas mengambil dan membacanya. Betapa terkejutnya ia, jika di pesan tersebut Jongin dan Baekhyun pergi bersenang-senang dan mungkin akan pulang telat. Dan lebih membuat Sehun kesal keduanya menyuruh Sehun dan Chanyeol untuk tidak mengganggu mereka dengan panggilan berisik yang dilakukan Chanyeol ataupun Sehun di ponselnya.
