the beauty love (9)

39 8 0
                                    

Pagi di SMA SWEET

Sabrina tampak membersihkan laboratorium praktek sains bersama 4 orang teman kelasnya. Kali ini Robin belum terlihat bergabung bersama mereka entah mengapa, namun kali ini juga sabrina tak mengharapkan kedatangan pria itu lagi.

"Rin" sapa Robin dari belakang dengan menepuk bahunya

"Ada apa?" Tanya sabrina ketus

"Lo kok ketus sih? Gue pengen beri tau lo sesuatu hal yang WOW!"

"Lo udah punya pacar kan?"

"Kok lo tau sih? Pacar gue cakep dari SMA QUEENSLAND kami pernah ketemu saat kemah beberapa minggu yang lalu......" Robin terus bergeming sedangkan sabrina sudah mulai naik pitam, perempuan itu berusaha mengendalikan amarah namun kelihatannya tak berhasil.

"NIH LO BERSIHKAN INI SEMUA, GUE UDAH. SEKARANG GUE PENGEN KE KELAS!" Ucap Sabrina

Entah mengapa kAli ini Robin berbeda dia memiliki sikap bodo amat.
Sabrina pergi ke kelas dan menangis. Kedua temanny berusaha menenangkan dengan segala cara namun tak ada yang berhasil.

"Udah dong Rin... mau napa sama orang" ucap Anjelica

"Hiks... hiks... kalian gak ngerti rasanya gagal kek gini. Gue pikir temen lama itu pasti cepat bisa pacaran karna ngerti satu sama lain. Ini.... hiks... hiks..."

"Rin menurut pemikiran gue. Cowok itu punya dunia dia kek kita juga, dan dunia itu sulit di tebal oleh cewek  Rin. Buktinya gue ama Chiko putus gak wajar hanya gara gara gengsi doang" ucap Dahsya

"Buk May datang...." ucap ketua kelas

"Pagi anak anak. Maaf ya suara ibu serak jadi mari kita mulai ya pelajaran."

"Iya buk may"

"Eh anak kesayangan buk may, sabrina kok nangis?" Tanya buk May

"Gak ada buk tadi ke masuk pasir halus doang"

"Ouh baik lah, Arga di mana?" Tanya buk May

Tak ada teman teman yang bergeming tentang arga mereka hanya bergosip bilang  baru masuk aja udah pengen bolos bagi cowok bagi ceweknya kesihan arga andai gue tau alamat rumah dia gue akan jemput dia .

POV Arga

"Waduh gue terlambat nih... habisnya semalam kerj terlalu lama" ucap Arga sambil berjalan menuju sekolah.

Arga kini tiba di sekolah namun dia harus menanda tangani satu surat yang di mana pada keterangan itu, jika satu kali dia sudah melanggar maka untuk kedua kalinya itu terakhir baginya.

"Nih pak, saya boleh masuk kan?" Ucap Arga setelah menandatangai surat itu

"Ya boleh. Sihlakan!"

Arga berlari ke kelasnya, bagi siswi yang berada di luar ruang kelas terkesima di buat ketampanan Arga yang saat berlari ketampanannya sangat terpancar.

"Assalamualaikum buk" ucap arga sembari mengetuk pintu

"Wa'alaikumsalam. Eh arga kok telat?"

"Ya buk tadi macet" ucap arga

"O yauda duduk ya. Soal tanya sama Sabrina aja, ya kan sabrina?"

"Iya bu May"

Arga duduk dan segera mengeluarkan alat tulisnya,

"Soal yang mana?" Tanya Arga

"Halaman 29 dari nomer 1-30" ucap Sabrina

Arga mengerjakan soal itu dengan cepat

"Ga, lo habis dari mana sih?" Tanya sabrina

"Ya dari rumah lah" ucap arga

"O"

Pov Victory

Victory merasa gusar di kelas dia sibuk dengan coklatnya dan selembar kertas bertuliskan perasaannya kepada Sabrina.

"Vic, sibuk banget sih. Ngapain?" Tanya Devan

"Gue susah bro, nulis isi hati tuh gimana? Lo tau sendiri kan van gue tuh gak pernah real suka ama cewe semua cewe yang datang dan pergi di hati gue tuh cuman kek menang taruhan aja" ucap victory

"Ya lo mah gitu. Kalu lo jadi cowok!" Ucap Jokis

"Emang lo bisa? Bikin surat? Lo yakin?" Tanya Victory kepada Jokis

"Lo lagi berhadapan sama siapa bray... lo gak inget berapa cewek yang terpikir karna kata kata baper gue?" Tanya Jokis

"15 cewek aja sombong lo" ucap devan

"Nah... nah tuh 15 itu bukan cuman jari bro... nih"
sambil menunjukan jari yang memperlihatkan 15 cewek itu.

"Lo kan play boy pasti bisa lah. Ini mah urusan kecil" ucap devan

"Kecil mah kecil. Kalo salah tetep aja gak di terima"

"Lo mah terlalu merasa gak mungkin!" Ucap Devan

" Udah deh bingung gue..." Victory pergi meninggalkan kelas dan pergi ke Rooftop.

ROOFTOP
Victory terlihat berbaring di sofa coklat yang tersedia di rooftop sekolahnya itu. Dia tampak kesal sembari berniat mencabik2 awan dari kejauhan.

"Ihh.. " ucap Victory

"Terus aja mas cabik cabik awannya sampai terbelah" ucap Lauren

Victory terkejut dan hampir saja jatuh dari sofa itu

"Lo siapa?" Tanya Victory

"Gue? Ya manusia lah" ucap Lauren sembari menutup buku tips cantiknya dan berniat putar balik ke kelas

"Lo mau ke mana?" Tanya Victory

"Ke kelas. Percuma juga mencabik awan nihil terjadi" ucap Lauren lalu pergi meninggalkan Rooftop.

"Tuh cewek kek gue pernah lihat deh, tapi di mana?" Ucap victory sembari mengingat ngingat.

"Wah tuh cewekkan yang di bahas Jokis kemaren. Misterius juga tuh cewek" ucap victory lalu kembali tidur di sofa itu.

Part 9 sampe sini ya sebelum next biasakan vote biar bikin author semangat😊

THE BEAUTY LOVE (COPMLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang