Perasaan memang selalu muncul secara tiba-tiba. Kita tak bisa merencanakan perasaan itu akan muncul atau tidak. Perasaan itu muncul karena hati yang mulai mendominasi. Makanya banyak orang bucin, karena logikanya telah dikalahkan oleh hati. Seperti itulah cinta.
Dunia tak pernah melarang kita untuk mencintai seseorang. Manusia akan selalu mencintai mau bagaimana pun itu caranya. Waktu juga tak pernah salah untuk mempertemukan dua hati yang berbeda. Karena, waktu tau bagaimana cerita selanjutnya.
Sampai kini, Varel masih belum bisa mendefenisikan perasaannya ini. Ia sudah resmi menjadi kekasihnya Revan. Tapi ia masih merasa bahwa ini tidak jelas. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi. Tapi, ia tau, ia mencintai Revan.
"Makin deket aja lo berdua?" tanya Reza yang sedang memakan bakso kesukaannya.
Revan menusuk bakso dengan garpu lalu menyodorkannya ke Varel. Remaja itu tak banyak pikir langsung memakan bakso yang ditawarkan Revan.
"Romantis banget pasangan baru!" sindir Yulia yang juga tengah menikmati baksonya. Mereka kini sedang berada di kantin sekolah. Banyak pasang mata yang memerhatikan mereka dan mereka bodo amat dengan mereka. Mengingat dua orang itu tak pernah peduli dengan orang lain.
"Yulia jomblo nih Za,"
Yulia yang tadinya sedang menikmati baksonya langsung menjitak kepala Varel tanpa segan. Gadis cantik itu tak pernah segan untuk menyakiti Varel. Tapi Varel terima-terima aja.
"Sakit," erang Varel.
"Manja!" bentak Yulia.
Revan yang duduk di samping Varel langsung mengelus kepalanya dengan lembut. "Jangan kasar-kasar kali Yul!"
"Gemes gue sama lo berdua, pengen gue tusuk pake garpu!" Yulia menusuk-nusuk baksonya.
"Gue bantu Yul!" Reza mengambil menyodorkan garpunya langsung ditatap Yulia.
"Gak usah!"
Melihat tingkah kedua sahabat membuat mereka tertawa kecil. Kedekatan Varel dam Revan sudah bukan rahasia sekolah lagi. Bahkan adegan romantin mereka sengaja lakukan biar ada bahan di fanbase mereka berdua. Kasihan, capek-capek dibuat tapi gak ada konten kan sayang.
Revarel 4 Love upload a new pic!
"Kayaknya lo berdua udah jadi bahan perbincangan dunia," ucap Yulia sambil melihat hp nya.
"Udah lama," jawab Varel.
"Yaudah iya! Segan gue sama yang famous!"
Varel dan Revan hanya tertawa renyah.
"Eh Van, hari ini lo latihan basket kan?" Revan menganggukkan kepalanya. Melihat jawaban Revan, Reza langsung menganggukkan kepalanya.
"Olimpiadenya kapan?"
"Minggu depan."
"Kok baru latihan sekarang?"
"Gak tau, tanya pak Rhey."
"Pacar lo menang olimpiade sains, lo harus menang juga dong!"
"Amin."
Reza hanya menatap sinis sahabatnya itu. Jawaban singkat itu membuat ia malas untuk melanjutkan obrolan.
***
"Habis latihan, mau jalan gak?" tanya Revan yang kini tengah mengganti pakaiannya menjadi pakaian basket.
"Jalan kemana?"
"Kemana aja."
"Oke."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Addictive [end]
RomantizmRanked: #1 - gaylove [6/25/2020] #1 - homo [7/20/20] [8/12/20] Dicintai oleh orang yang kita cinta itu bahagia ya. Tapi pernah gak sih liat orang yang sama-sama gak merespon, sama-sama bodoh amat, sama-sama cuek bisa jadi sepasang kekasih? Bukan...
![Love Addictive [end]](https://img.wattpad.com/cover/222165806-64-k701474.jpg)