5. Surprise

10.3K 281 0
                                        

Selamat pagi teman-teman. Kita awali pagi ini dengan senyuman ya dan jangan lupa sarapan biar kita bisa lakuin aktifitas dengan lebih semangat karena sudah sarapan.

Lakuin aktifitas sambil dengerin playlist yang aku putar ya.

Jangan lupa vote dan komen.

Happy Reading

Di rumah keluarga Pratama, suasana sarapan pagi terasa hangat dan penuh canda. Aroma masakan Aira memenuhi udara, menyatu dengan suara piring yang bersentuhan dan dentingan sendok. Sinar matahari pagi menyusup masuk melalui tirai tipis, menambah kesan damai pada pagi itu.

Alena duduk menyilangkan kaki di kursinya, mengenakan kemeja santai dan rambut yang masih sedikit basah setelah mandi. Ia menoleh pada kakak sepupunya yang sedang mengunyah roti sambil membaca pesan diponselnya.

"Bang, nanti anter ya," ucap Alena, memecah keheningan ringan di antara kunyahan.

"Tuh, mobil lo udah dianterin," kata Revin santai, sembari kembali fokus pada ponselnya.

Alena mengerutkan dahi sejenak, lalu menoleh ke arah orang tuanya seakan mencari menjawab.

"Iya, sayang. Tadi pihak bengkel yang antar," jelas Haris.

"Yaudah, Pah," sahut Alena tenang.

"Ayo, cepat makan. Jangan ngobrol aja," perintah Aira.

"Iya, Tante," jawab Revin.

Selesai makan, Alena pamit untuk berangkat ke kampus.

"Mah, Pah, Alena berangkat dulu ya," pamitnya sambil mencium tangan mereka.

"Belajar yang rajin ya, Sayang," pesan Aira.

"Hati-hati. Jangan ngebut," tambah Haris.

"Jangan sampai jidat nyium aspal lagi," goda Revin.

"Duh! Masih pagi udah mulai ngeledek," balas Alena kesal.

"Udah, udah," potong Haris.

"Cium tangan gue juga dong," celetuk Revin sambil menyodorkan tangan.

"Ogah!" jawab Alena dengan sinis.

"Kuwalat lo," cibir Revin.

"Assalamualaikum," salam Alena sambil melangkah ke luar.

"Waalaikumsalam," jawab mereka.

Mobilnya sudah terparkir di halaman. "Pak Jojo, tolong bukain gerbang ya," kata Alena setengah teriak tapi masih dengan nada lembut.

"Siap, Non," jawab Pak Jojo.

Alena pun masuk ke mobil, menyalakan mesin, lalu melaju pelan menyusuri jalan menuju kampus.

🍁🍁🍁

Mata kuliah Arka telah usai, dosen tadi sudah mengakhiri pertemuan pagi ini. Dentum suara kursi yang diseret dan obrolan mahasiswa mulai memenuhi ruangan.

Arka buru-buru memasukkan buku ke dalam tasnya, lalu berdiri dan berjalan cepat ke pintu untuk keluar. Raut wajahnya tampak tenang, tapi langkahnya menunjukkan ada sesuatu yang ingin segera ia lakukan.

"Mau ke mana lo?" tanya Adrian, yang baru saja berdiri dari kursinya dan melihat Arka melangkah cepat.

Arka menoleh singkat. "Ada urusan bentar," jawabnya singkat, tanpa memperlambat langkah.

"Yee, sok sibuk," timpal Ezra dari belakang, suaranya diselingi tawa kecil.

Arka sempat berhenti sejenak, menoleh dengan senyum tipis. "Bukan sok. Emang sibuk," katanya ringan.

 Alena & Arka [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang