[ STOP LIHAT BERAPA VIEWERS NYA ! ] [ KALAU PENASARAN YA BACALAH ! ]
" Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia "
- Ali bin Abi Thalib -
Bagi seorang Farida sudah banya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" semua akan terasa pahit jika kau terus taburi yang pahit. Taburilah dengan yang manis, pasti akan terasa manis pula"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Malu banget kan aku. Taunya cuman harus menutup aurat jangan dilihatkan dengan cowok. Udah gitu aja."
" makannya kalau belajar agama waktu sekolah jangan banyak ngeyel "
Fadillah sedikit geli. Cuma dia kasihan terhadap Farida. Sudah dari SMA menjadi temannya. Dia belum bisa sepenuhnya mengarahkan ajaran ajaran agama terhadapnya.
"aku patut menyalahkan diriku sendiri mungkin" batin Fadillah.
" iya nyesel banget kalau uda gini " murung Farida.
" Hey Da... Penyesalan itu memang datang di belakang. Dia enggak pernah datang di depan sebelum ada perlakuan." jelas Fadillah.
" so? "
" ya jadi kamu sekarang musti banyak belajar lagi. Dan terapkan apa yang sudah di ajarkan suami kamu " - Fadillah
" nanti ikut kerumah aku? " tanya Fadillah
" kayanya enggak bisa deh Fad, takut kemaleman nanti pulangnya. Takut kak Hafiz ngantuk dijalan nanti " - Farida
" yauda deh kalau gitu. Besok tunggu abang kurir nganter barang ya. Ada hadiah untuk kamu" - Fadillah
"Seriuss? " -Farida.
Fadillah mengangguk.
" Yeyyyy!!!! Dapet hadiah dari sahabat aku tercinta " Farida kegirangan lalu memeluk Fadillah.
" ekhem ekhemm!"
Suara batuk buatan Jaya yang masuk kekamar dan disampingnya ada Hafiz juga.
" gimana ni uda siap? " tanya Hafiz.
" uda" Farida beranjak bangkit.
" kalau begitu aku pulang deluan ya Fad. Jaga diri baik baik"
Fadillah mengangguk dan tersenyum.
" Jaya! Jaga baik baik Fadillah. Jangan lupa. Digaris bawahi jangan lupa!"
" iya iya Faridaaaa...." kekeh Jaya.
" Yauda kalau gitu kami balik dulu ya Assalamualaikum" pamit Hafiz.
" waalaikumsalam" jawab Fadillah dan Jaya serentak.
" good luck ntar malem bro " Hafiz berbisik dengan Jaya dan menepuk bahunya sebelum pergi.
Jaya terkekeh oleh ucapan Hafiz.
Sesudah keluar gedung.
" Farida!"
Farida menoleh kesumber suara. Itu suara Fadillah. Ia berlari kecil ke arah Farida.
Fadillah langsung memeluk tubuh Farida. Tangis Fadillah keluar.