The reasons to stay grew smaller each day, until the silence between us became louder than love itself.
Reasons
***
Starley baru saja pulih dan keluar dari rumah sakit, namun pikirannya tak kunjung mendapatkan ketenangan.
Ia pikir, setelah keluar dari rumah sakit, segalanya akan kembali normal, atau setidaknya, ia bisa menjaga jarak dari Arlington, mantan suaminya.
Namun kenyataan tak semudah itu.
Arlington, mantan suaminya membeli sebuah unit yang berada tepat di depan unitnya. Pria itu membelinya seolah tengah membeli segenggam kacang.
Condominium mewah tempat tinggal Starley berada di jantung kota London, dikenal hanya dihuni oleh segelintir orang kelas atas. Dengan harga fantastis yang menembus puluhan juta pound sterling per unit, hunian itu ibarat simbol eksklusif yang tak terjangkau oleh sembarang orang.
Tapi Arlington membelinya begitu saja, dan kini pria itu menjadi tetangga barunya.
Sungguh, menyebalkan.
Tentu itu bukan sebuah kebetulan semata, pria itu pasti sengaja melakukannya.
Bagi Starley itu bukan hal yang mengejutkan. Starley pernah menjadi bagian dari dunia Arlington, bagian dari kilau yang selalu membuat orang lain kagum sekaligus iri. Kekayaan Arlington bukanlah sebuah rahasia.
Namun yang mengejutkan adalah mengapa pria itu tiba-tiba membeli unit di hadapannya. Pria itu seakan sengaja ingin berdekatan dengan Starley, seolah perceraian mereka kemarin tak cukup untuk memisahkan mereka.
Tingg!
Bunyi lift berbunyi memecah lamunan Starley, ia melangkah masuk terlebih dahulu. Beberapa detik kemudian, ketika pintu hampir tertutup, sebuah tangan terulur, menahannya.
Arlington.
Hah, sial.
Mengapa ia harus bertemu dengannya?
Baru saja Starley memikirkan pria itu. Dan sekarang sosoknya sudah berdiri tepat di hadapan Starley.
Starley terdiam, tubuhnya seketika menegang. Tetapi ia berpura-pura tak mengenali, mengabaikan pria itu.
Namun tampaknya Arlington enggan melakukan hal yang sama. Pria itu justru berusaha memulai pembicaraan.
"Sudah membaik?" suara pria itu terdengar begitu tenang seolah tengah menyapa rekan lama.
Starley hanya berdeham kecil. "Hm." Jawaban singkat, setengah kikuk. Sungguh, ia merasa sangat canggung.
Lift mulai bergerak, Arlington menoleh sekilas, matanya menelisik mantan istrinya. "Mau makan sesuatu?"
Starley menggeleng kecil, cepat.
Arlington tak menyerah. "Kamu yakin tidak menginginkan apa pun? Aku bisa membelinya."
Tanpa menoleh, Starley kembali menggeleng. "Tidak." Jawaban itu menggantung begitu saja di udara.
Sesaat, hening hingga akhirnya Arlington bergerak, mendekat, menghimpit tubuh Starley ke sudut lift.
"Apa aku orang asing untukmu?" Tatapan Arlington menyorot dalam. "Bukankah sebelumnya kita pernah bercinta dan bercumbu? Kenapa sekarang kamu secanggung ini?"
Ya, sebelumnya mereka adalah sepasang suami istri. Bahkan sebelum itu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Lalu mengapa sekarang Starley bersikap seolah Arlington adalah orang asing yang tak berharga di dalam hidupnya? Sungguh, Arlington tidak menyukainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REASONS
RomanceBagai sebuah cerita dalam dongeng, Arlington, seorang bangsawan menikahi Starley Langner, aktris terkenal. Pernikahan mereka tampak sempurna selama tiga tahun, hingga semuanya hancur dalam satu kata, yaitu perceraian. Setelah resmi bercerai, takdir...
