Bagaimana perkiraan kalian? Aku tampan? Aku cool ya? Atau aku seorang BadBoy?
Ah salah!
Tampan? Ya aku akui aku tampan. Siapa yang tidak ingin mendengar penuturan dari orang lain bahwa diri ini tampan. Wajar saja tampan namanya juga laki-laki, kalo cantik sudah pasti perempuan.
Iya kan? Iyaa dong.
Aku cool? Ah aku bukan es!
Badboy? Maaf ya aku masih sayang nyawa. Bisa saja aku ditembak mati oleh Papi jika aku seperti itu.
GUE NIH ANAK BAIK!
Dari kesekian banyak orang mengatakan aku tampan, tapi mengapa ada seorang yang mengatakan aku jelek? Perempuan lagi.
Ini tidak bisa dibiarkan! Pencemaran wajah tampan namanya.
Mau dengar kisah ku tidak?
Tapi jangan hujat.
Aku terlahir dari pasangan Yudha Adwin Wijaya dan Bella Khansa. Mereka sangat amat menyayangiku. Wajar saja, aku anak semata wayang yang mereka miliki.
Dulu mami pernah bertanya,
"Atar, kalo dikasi adik mau gak?"
Baru dengar pertanyaan saja aku berlari dari rumah, aku terlalu cemburu dengan kata adik atau orang lain yang ingi hadir dalam kami.
Tapi ketika sekarang, temanku Dylan. Dia memiliki adik perempuan imut bukan main. Bertatih sempoyongan, balita yang baru belajar berjalan membuat aku ingin memiliki adik. Tapi sepertinya sudah tidak mungkin.
Mami sudahlah tidak muda, ya tidak terlalu tua juga. Elah!
Aku hanya bisa menggigit jari melihat anak-anak kecil diluar sana.
Andai aku dulu mau, pasti seneng deh aku.
Huh nyesel kan?! Bego sih!
Kesel gue!
KAMU SEDANG MEMBACA
MELODY (Hiatus)
JugendliteraturFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA. JANGANLUPA KASI VOTE DAN SPAM KOMEN. ••• Selamat membaca cerita Althar Farzan Wijaya dan Melody Zara Annesha♥ ●●● Melody Zara Annesha, sama seperti namanya. Gadis dengan keahlian dibidang musik ini dikenal sangat mah...
