Chapter 01

1.8K 485 283
                                        

"Halo, Mel."

"Ada apa, Der?"

"Nih ada job, di Cafe Latte jam 7."

"Oke gue ambil."

"Oke, see you."

Hanya sebatas hiburan diri, untuk orang lain juga. Gadis itu sudah menjadi sorotan beberapa Cafe, untuk menyanyi di Cafe milik mereka. Setiap ada tawaran, tak pernah ia tolak. Bukan untuk mendapatkan uangnya, tapi hanya ingin menghibur. Ia senang saja menunjukkan bakatnya didepan banyak orang, bukan sombong ya.

Waktu yang ditunggu, sudah menunjukkan pukul 18.29. Ia bergegas untuk pergi, daripada telat lebih baik datang lebih awal bukan?

Kata Ayahnya begitu.

"Hargai waktu." Tak pernah ia lupakan itu.

Mobil Nissan March miliknya melaju memecah heningnya malam.

Sesaat sampai, banyak pasang mata melihatnya kagum. Bagaimana tidak? Polesan makeup tipis diwajahnya membuat kesan natural elegan pada gadis itu, dibalut celana panjang hitam dan hoodie membuatnya lebih cantik dengan rambut dikuncir kuda.

"Nah ini dia."

Melody tersenyum manis,
"Gue gak telat kan?" tawanya pelan

"Lo mana pernah telat sih." ucap Deril, "Langsung aja lagi."

Melody melangkahkan kaki menuju panggung kecil di pojok Cafe. Mengambil gitar untuk menjadi penyempurnanya.

Pernah aku jatuh hati padamu sepenuh hati
Hidup pun akan kuberi
Apapun kan ku lalui🎵

Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi
Tanpa tahu rasa ini
Ingin rasa ku membenci🎵

Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku🎶

Jangan datang lagi cinta bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku🎶

Jangan lagi rindu cinta ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Ohhh ohhhhh ohhhh🎵

Matanya menyapu dalam Cafe, tersenyum pada penikmat lagunya. Tanpa sengaja, ada sosok laki-laki menatapnya lekat. Secepat kilat ia memalingkan wajahnya, ia tak tau apa arti tatapan itu. Tatapan yang berbeda dari tatapan pengunjung lainnya.

Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku🎶

Jangan datang lagi cinta bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku🎶

Jangan lagi rindu cinta ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa🎶

Jangan datang lagi cinta bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku🎶

Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Ohhh 🎶

Petikan terakhir pada gitar itu berakhir juga nyanyiannya. Suara riuh tepuk tangan menggema diseluruh penjuru Cafe. Ia menunduk,
"Terima kasih."

Ia turun dari sana menuju kursi pojok Cafe, untuk istirahat.

***

"Liat deh cewek yang nyanyi." ucap Arsyad

MELODY (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang