[Slow update]
Pada pandangan pertama, Riski langsung terpanah ketika melihat seorang gadis yang sekelas dengannya, Revina.
Sayangnya dia tak pernah mengenal arti cinta itu seperti apa. Dia menyerah begitu saja ketika mengetahui bahwa temannya juga...
Biar bagaimanapun Rifki tetap cintaku. One Mon Amour. Tidak ada yang lain selain dia.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rifki Andrian
Besok adalah hari pertama Revina dan anak dari teman Maminya bertemu. Revina berpikir keras apa yang akan dia lakukan jika bertemu dengan pria itu? Dia benar-benar tidak mau hidup bersama orang yang tidak dia cintai. Bagaimanapun sikap Rifki, Revina tetap mencintainya.
***
Hari ini Rifki menjemput Revina, meskipun masih di skors, Rifki tetap setia mengantar jemput pacarnya itu.
Akhir-akhir ini Revina terlihat sangat manja, jika diperlakukan spesial oleh Rifki dia akan merasa sangat bahagia, beda dari biasanya.
Saat ini mereka sedang mengendarai motor Rifki. Revina melingkarkan tangannya memeluk Rifki.
"Rif, loe masih lama ya di skors-nya?". Tanya Revina dengan suara cempreng.
"Nggak kok, paling 4 hari lagi, Kenapa?".
"Gak papa sih, cuma nanya". Revina tersenyum dan menyenderkan kepalanya di punggung Rifki.
Rifki tersenyum, tidak biasanya Revina bersikap seperti ini. Kesambet apaan ni anak.
Setelah sampai di depan gerbang sekolah, Revina turun dan masih terus mengembangkan senyumnya. Rifki hanya menyercitkan alisnya karena melihat tingkah Revina yang aneh.
"Kamu sehat?". Tanya Rifki ragu.
"Kenapa nanya gitu?".
"Perasaan dari tadi senyum terus".
"Gak boleh yah". Revina memajukan bibirnya kedepan.
"Boleh sayang". Rifki menyubit hidung kecil Revina pelan.
"Lagi dong!".
"Hah?". Rifki dibuat bingung sekarang.
"Cubit lagi! Dicium juga gak papa". Revina tersenyum malu, pipinya mulai bersemu merah.
"Kamu gak sakit kan Vin?". Rifki mengecek kening Revina menggunakan tangannya.
"Ihh...yaudah gak usah". Revina pergi meninggalkan Rifki yang masih mematung.
"Gue salah jemput orang kali ya?". Gerutu Rifki.
Revina memasuki kelasnya dengan wajah cemberut. Aileen yang melihatnya hanya bungkam, dia mengerti jika Revina sedang bad mood, dia tidak mau diganggu.