1. Angan-angan Belaka

50 5 0
                                    

Tujuan pertamaku belajar dan yang kedua memilikimu. Tapi jika aku tidak bisa, tidak terlalu masalah. Mungkin masih ada lain waktu,kalo jodoh gak akan kemana. Pedenya gue sih pasti jodoh sama loe,tapi entahlah hanya harapan.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Semakin hari pikiran Riski terus dihantui oleh bayangan Revina,dia sudah seperti orang gila. Bahkan ketika bersama kedua sahabatnya yang dia lakukan hanya tersenyum sendiri, benar-benar aneh.

Saat itu, mereka sedang berada di rumah Riski. Seperti biasa, bermain PS.

"Riski,loe gila sejak kapan?". Tanya Gilar ketika melihat Riski tersenyum, padahal dari tadi mereka sedang asik bermain PS.

"Sejak gue ketemu dia". Riski masih tetap fokus dengan lamunannya.

"Wahh...parah loe,tapi dia siapa?". Tak ada jawaban sedikitpun dari Riski. "Eh kayanya gue suka sama Revina deh". Gibran memang tipikal orang yang tidak mudah berbohong.

"Lah... bukannya loe tau dia pacarnya si Rifki".

"Iya sih".

"Kayanya gue juga suka sama dia". Tanpa sadar Riski melontarkan kalimat tersebut.

"Loe suka sama Revina juga?". Gibran sedikit terkejut mendengarnya.

"Ehh...m.. maksud gue bukan dia". Riski berbohong karena dia tahu jika Gibran mengetahuinya dia pasti akan mundur dan membiarkan Riski yang maju.

"Terus siapa?". Gilar merasa semakin aneh dengan orang itu.

"Bukan siapa-siapa". Riski hanya tersenyum, kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi.

Gilar dan Gibran hanya saling tatap, mereka bingung sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Apakah benar dia sudah tidak waras?

***

Saat ini Revina sedang berada di sebuah cafe yang terdapat di salah satu mall bersama dengan Rifki, laki-laki yang sangat dia cintai dan mencintainya. Rifki sangat manis, romantis dan baik hati.

"Sayang abis ini kamu mau kemana?". Tanya Rifki setelah dia menghabiskan makanannya.

"Loe maunya kemana?". Dia masih sedang sibuk menikmati milkshake strawberry kesukaannya.

"Kalo nonton gimana?". Tanya Rifki yang sekarang sedang memegang tangan Revina.

"Boleh, asal jangan film horor"

LOVE STORY RISKI REVINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang