Curhatan Meri

87 22 0
                                        

Happy reading
.
.
.
.
.
.

Curhatan Meri

Setelah gur lelah menangis akhirnya gue tertidur, dengan kelelahan hati dan batin gue.

....

'Ah.. udah pagi ternyata' ucap gue

'Gue mandi dulu deh.' Lanjut gue

Setelah mandi gue beres-beres menyiapkan buku pelajaran dan beberapa peralatan sekolah lainnya.

'Semua selesai, gue sarapan gak yah?' Tanya gue dalam hati.

Udahlah gue turun aja dulu. Gue lihat sekeliling dan ternyata sepi. Akhirnya gue langkahkan kaki gue kearah meja makan.

"Mbok, kemana semua orang?" Tanya gue

"Tuan dan Nyonya udah berangkat, Non. Dan Den Alif masih dikamar." Ucapnya

"Oh" kata gue

Setelah sarapan, seperti biasanya gue berangkat diantar oleh Mang Ucok.

Meri POV end

Setelah sampai di sekolah Meri langsung duduk dikursinya dan langsung menenggelamkan kepalanya diantara lipatan tangannya.

"Pagi" ucap Salsa

"Hmm" jawab Meri malas

"Kenapa lo Mer, kagak biasanya lo kayak gini?" Tanya Salsa keheranan.

"Hmm" jawab Meri bergumam

"...."

Akhirnya waktu bertambah siang sehingga para murid berdatangan tak terkecuali dikelas XI A ini. Semuanya telah berdatangan dan menduduki kursi masing-masing.

"Pagi" ucap Sinta

"Pagi" jawab Salsa dan Anisa berbarengan

Meri,"...."

"Kenapa tuh anak, gak biasanya diem gitu?" Tanya Sinta heran

"Gak tau, dari gue dateng dah gitu. Gue tanya malah jawab gak jelas." Salsa menjelaskan

"Kenapa lo Mer, ada masalah?" Tanya Anisa

"..."

"Kalau ada, cerita aja ke kita-kita." Ucap Anisa melanjutkan

"Iyah, lo bisa cerita sama kita kok." Lanjut Salsa dengan semangat dan keras.

"Etdah lo, gak usah pake teriak segala napa sih. Kita tuh belim budeg." Komplain Sinta karena telinganya berdengung setelah mendengar Salsa bicara.

"Hehehehe... yah maap." Ucap Salsa cengengesan.

Hanya gelengan yan diberikan Meri sebagi respon.

"...."

Akhirnya jam pertama dimulai dan berkelanjut sampai jam kedua hingga jam istirahat selesai.

BROKENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang