Sebentar-sebentar aku berpeluk manja. Sebentar-sebentar kemudian aku menangis. Sebentar-sebentar setelahnya aku tertawa, bercanda dengannya.
Tapi yang pasti adalah, aku selalu disampingnya, dan memastikan ia selalu ada untukku di segala kondisi.
Sudah 9 bulan berlalu, ketika Sean memutus ikatan berpacaran denganku, semua karena aku terlalu terbawa nafsu dan memintanya melakukan hal-hal aneh.
Tapi kali ini, Sean ada di sampingku di setiap saat dan kondisi jika kuingin. Tiap kusedih, kusampaikan maafku atas kesalahan yang lalu, dan ia selalu memelukku tanpa keluar sepatah kata pun.
Tiba-tiba adikku masuk kamar.
"Kak aku ngantuk, semua guling dan bantal dijemur karena basah, aku pinjam yang ini ya?"
"Tidak! Jangan! Sean!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Tapi Singkat
RandomKusuguhi rekan-rekan pembaca dengan yang ringkas-ringkas saja. Semoga suka. Jangan lupa berkomentar, kutunggu kritik dan sarannya, kalau suka, jangan lupa bilang-bilang, eh maksudnya masukan ke reading list atau perpustakaannya, supaya bisa terpanta...
