Something

431 41 4
                                        

Kyungsoo mendesah berat seraya menatap kertas jadwal untuk semester pertamanya yang akan dimulai lusa depan. Ingin rasanya mengeluh kesal karna tidak hanya menyiapkan diri untuk ujian, tapi juga latihan untuk persiapan pemilihan bulan kampus semakin padat untuknya.

Waktu belajarnya sendiri pun sudah terbengkalai akhir-akhir ini. Banyak mata kuliah yang tertinggal, meskipun ada kompensasi dari pihak fakultas namun juga menjadi beban untuknya.

Tapi mau bagaimana lagi, Kyungsoo harus tetap semangat dan harus menguatkan diri. Iapun lantas berpikir untuk merancang jadwal untuk belajarnya di sela-sela jadwal padat latihannya. Agar nantinya, hasil ujiannya tidak buruk.

"Sendirian saja? " Tanya Chanyeol yang tanpa disadari Kyungsoo, sudah berdiri tegap didepannya.

Tersentak Kyungsoo yang langsung mendongak menatap Chanyeol. "Eoh.. Seonbaenim.. Ne.. " Jawab Kyungsoo gugup.

Chanyeol tersenyum polos. Lalu tak sengaja melihat kertas yang dipegang oleh Kyungsoo. "Kertas apa itu? "

"Ini? " Tunjuk Kyungsoo. Chanyeol mengangguk pelan. "Ini jadwal untuk ujian semester besok lusa.. "

"Lalu kenapa kau terlihat murung begitu? " Tanya Chanyeol saat melihat namja mungil itu tampak lesu.

"Itu karna aku merasa tak siap saja. Apalagi banyak materi kuliahku yang ketinggalan. Belum lagi jadwal latihan untuk persiapan kontes bulan kampus semakin padat. Waktu belajar juga berkurang drastis" Jawab Kyungsoo manyun. Tapi dimata Chanyeol, ekspresi wajahnya malah terkesan imut sehingga tak bisa ia menahan senyum gelinya.

"Ya'.. Dulu aku juga begitu. Yang harus dilakukan hanyalah menyempatkan diri untuk belajar materi yang tertinggal" Seru Chanyeol

"Aku juga berpikir seperti itu. Aku hanya tak ingin nilaiku turun dan tak memuaskan di semester pertama ini.. " Keluh Kyungsoo.

"Kalau begitu berusahalah" Kata Chanyeol memberi semangat. Sedikit tersentak Kyungsoo merasa terkesima karna ucapannya. Membuatnya merasa salting.

"Bukankah seonbaenim juga ujian besok lusa kan? " Tanya Kyungsoo mengalihkan perhatian agar namja jangkung itu tak sampai menyadari kesaltingannya.

Mengangguk pelan Chanyeol sebagai jawaban.

"Kalau begitu, selamat berusaha juga.. " Seru Kyungsoo balas menyemangati.

Tersenyum malu Chanyeol karna tersipu oleh ucapannya.

"Kalau aku sama sekali tidak merasa khawatir. Tiap semester nilaiku selalu bagus" Ungkap Chanyeol percaya diri.

"Begitu? Seonbaenim sepertinya percaya diri sekali" Merengut Kyungsoo merasa tak yakin.

"Kalau kau tak percaya, boleh taruhan. Jika nilaiku dibawah sempurna maka aku akan mentraktirmu makan ditempat yang kau sukai. Tapi jika aku mendapatkan nilai sempurna, kau yang harus mentraktirku" Seru Chanyeol bersemangat.

"Mwo? Kenapa tiba-tiba mengajak taruhan? " Terbelalak Kyungsoo merasa bingung.

"Supaya kau percaya saja. Bagaimana? Kau setuju apa tidak? Tak mungkin kan kalau kau takut hanya untuk taruhan seperti itu? " Desak Chanyeol. Sebenarnya, ini sudah masuk rencananya untuk mendekati Kyungsoo.

"Emm... " Kyungsoo langsung berpikir. Tapi ia merasa penasaran dengan hasilnya. Lagipula ia memang tidak yakin Chanyeol bisa mendapatkan nilai sempurna di semesternya. Yang tampak di penglihatan Kyungsoo, Chanyeol tidaklah secerdas itu.

Sementara Chanyeol masih menunggu jawaban, mulai merasa tak sabar. Dan ia berharap jika Kyungsoo menyetujui taruhannya. Kemudian, Kyungsoo akhirnya menatap Chanyeol seraya mengangguk pelan.

2Moons [Chansoo Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang