25

3.3K 205 6
                                        

Hai everything!
lanjot lagi nih

Jangan lupa vote dan comment ya
Semangad dari kalian tu berarti banget buat aku

***
Julitan termenung sepanjang jam kerja, masa bodoh jika boss tahu yang ia lakukan seharian hanya duduk dan memandang komputer yang gelap.

Perasaan julitan campur aduk
Pikirannya mengelana kemana mana
Akal sehatnya seakan berada di ujung
Ia bingung dengan kabar buruk yang disampaikan oleh inah lewat telpon.

Julitan ikut sedih bagaimanapun juga ia selalu ada di samping inah dalam mengejar cinta om bule, hingga akhirnya suatu masalah memisahkan inah dan om bule.

Julitan pikir inah sudah cukup dengan masa 'Liburannya' ternyata malah 'diperpanjang' dengan 'pernikahan'.

Julitan tahu inah adalah orang yang paling tersiksa mengenai berita om bule dengan 'mantan' nya walaupun julitan sudah mengetahui kebenaran dibaliknya, namun julitan tidak ingin mencampuri urusan itu lebih jauh...koko bilang biarkan masalah itu di selesaikan oleh om bule dan inah.

Ditambah pernikahan karena dijodohkan, belum selesai satu masalah datang lagi masalah lainnya.

Bahkan ketika jam pulang kerja pun julitan hanya berberes dan menunggu jemputan koko di lobby kantor.

Dering hp
Id call koko❤

"halo...ia ko aku kesana"

Koko sudah sampai di parkiran
Julitan pun menyusul ke mobil
Lalu duduk di samping kemudi.

Julitan masih sama seperti yang sebelumnya, Erik mengelus pucuk kepala julitan.
"dede kenapa? Sakit? Atau lapar?"

"aku nggak papa"

"kita makan ya? Mau makan dimana?"

"terserah"

"hhhh" Erik mengelus dadanya agar sabar 'untung cinta' gumam Erik

Sepanjang perjalanan hanya terdengar suara dari radio, inah yang masih bergelud dengan pikirannya dan Erik yang bingung dengan keheningan julitan.

'apa gue ada salah ya?' Erik bermonolog dalam hati dan bertanya tanya apa ia melakukan kesalahan apa gimana?

Dari restoran bahkan hingga sampai di kos tidak ada sepatahkata pun yang terucap dari mulut julitan, seakan jiwanya sudah ditarik keluar dan hanya menyisakan raga.

Bahkan ketika Erik pamit julitan hanya mengangguk anggukkan kepala.

---
Erik sedang berada di rumah sakit
Ya boss nya 'gila kerja' bahkan lupa makan hingga berakhir di rumah sakit untuk yang kesekian kalinya.

Erik duduk di sofa dan melamun, ADA sedang bersandar di kasurnya dengan laptop di pangkuan memeriksa email yang masuk dari puluhan detektif swasta yang ia sewa
Namun belum ada satupun yang berhasil menemukan keberadaan wanitanya.

"boss...kalau cewek bilang terserah artinya apa ya?" Erik bertanya pada ADA

"entahlah...ina tidak pernah bilang 'terserah' padaku. Kenapa?"

"pacar saya bilangnya terserah, ditanya apa dijawabnya pasti terserah sampe bingung saya. Mana dia nya melamun terus padahal kan saya maunya disayang bukan dikacangin"

ADA memilih melanjutkan pekerjaan yang tertunda, sudah 3 hari ia dirawat dan besok ia sudah bisa pulang.

"yah boss...masa saya dikacangin juga sih? Nggak sama pacar nggak sama boss dikacangin aja semua!" Erik memilih membaringkan dirinya di sofa ia lelah dikacangin akhirnya terlelap.

Cukup lama ADA berkutat dengan pekerjaannya, hanya ini satu satunya cara agar ia bisa menenangkan dirinya dan melupakan sejenak bahwa ia ditinggal pergi oleh kekasihnya.

POKOKNYA (HARUS BULE).....HARUS TITIK [TAMAT] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang