Musim semi selalu saja membuat Makomo dan Kanroji baper entah karena apa, melihat bunga bunga bermekaran dengan indah di sepanjang lirikan mata mampu membuat dada menghangat dengan sendirinya ... Indahnya, apalagi jika saat ini gebetan ada disamping ......
Ahh ... Lupakan yang barusan, ada hal yang lebih penting. Ada pemandangang langka tertangkap Indra penglihatan keduanya, salah satu manusia tampan paling nyentrik sekampus --- Uzui Tengen --- di mekarnya bunga bunga --- datang dengan wajah suram dan datar sedatar wajah sepupunya, Tomioka Giyu, ada apa dengan salah satu most wanted ikemen kampus Kimetsu ini?
Terlihat beberapa murid yang lewat mencoba menyapa tapi pria itu tetap diam dengan wajah datar dan gelap, tak ada tanda tanda ingin balas menyapa, menengok pun tidak!!! Apa yang terjadi dengan raksasa berkuku warna warni itu? Apakah ke no lifean Tomioka Giyu menular padanya?
Makomo dan Kanroji menatap penuh tanda Tanya, apalagi Makomo, tatapannya bercampur antara bingung dan jijik, entah kenapa Uzui Tengen yang kaku dengan wajah bermikik Tomioka Giyu lebih menjijikan daripada saat dia Nyentrik
"Ada apa dengan Uzui-San?" bisik bisik tetangga mulai dibuka dengan manisnya suara Kanroji
Makomo tak langsung menjawab, sedang berfikir sesuatu? Entah kenapa firasatnya mengatakan semua ini ada hubungannya dengan Tanjiro, dan firasatnya mengatakan untuk lari dari koridor sekarang, Menjauh dari pria itu, hati kecilnya mengatakan mereka berdua akan mendapat masalah jika sampai ikemen itu menyadari kehadiran dia dan Kanroji di dekat loker mahasiswa
"Kau tau, sebaiknya kita menjauh secara perlahan!"
Lirikan bingung membentuk di wajah Kanroji, tatapannya mulai serius "memangnya kenapa?"
"Entahlah, tapi firasatku mengatakan kita harus menghindari orang itu untuk hari ini, entah kenapa sepertinya dia akan membuat masalah untuk kita, dan uhhh... Wajah tripleknya membuatku jijik, cukup Hanya Giyu saja, jangan dia juga"
Kanroji mengangguk saja, entah kenapa wajah serius makamo membuatnya takut. Mereka berdua perlahan menutup loker dan bersiap untuk menjauh pergi
Tengen diluar sana menyebat roko didepan pintu, dia masih menatap jalan masuk, belum ada tanda tanda ingin menatap balik kedalam, sepertinya dia sedang menunggui seseorang, sesekali mengeluarkan handphone dalam saku celana, mengutak ngetiknya entah apa yang dilakukannya, mengirim pesankah?atau mengecek sesuatu? Makomo tak perduli, kesempatan bagus untuk lari,
.
.
.
Mereka berdua berhasil lari dari Bison Warna Warni, duduk manis di kantin kampus dengan jus apel di tangan
Kanroji mulai disibukan dengan Chat dari Dady tercinta - Obanai Iguro, chat chat penuh kata kata cinta, kangen dan emot emot Love penuh mengisi layar yang yang bergetar sepersekian detik karena pesan yang dengan cepatnya datang silih berganti
Makomo disamping duduk dengan biasa biasa saja walaupun dalam hati iri setengah mati, kan dia juga mau begitu begituan dengan Rui, tapi sayang, pria pecinta laba laba itu tak kunjung peka peka dengan segala macam modus yang terlancar dan terlaksana, Padahal semua bisa tau dengan jelas kalau Makomo itu sering modusi Rui, tapi kenapa Ruinya tak peka peka? Apakah pria terlalu polos atau otaknya anak itu tipe tipe pria cupu pencari masa depan?
Mommy, Dady kangen mommy!!!
Ahhh Dady, mommy juga kangen!!! Pengen d-di peluk!!!
Hampir saja jus apel yang disedot Makomo mengalir ke hidung, apa apaan Voice chat Dady dan Mommy itu!!!! Makomo menatap tak percaya sahabatnya ini!!! Kanroji dengan wajah super merah mencium cium layar ponsel ditangan, lebih tepatnya gambar Profil Kontak Iguro di layar, tak menyangka seorang Mitsuri Kanroji bisa menjadi bucin yang sebucin ini ... Seperti dirinya --- ah ralat, setidaknya Kanroji bisa membucin dengan pacarnya langsung secara Real sedangkan Makomo cuma bisa membucin dengan gambar foto profil Rui yang didapat dari hasil stalking Media sosial ... Menyedihkannya nasib percintaan loli manis dan imut ini!!!!
"Aku tak menyangka akan ada Kata Daddy dan mommy keluar dari mulutmu Kanroji!"
Kanroji menghentikan kegiatan cium cium online layar ponsel, mentap Makomo dengan wajah merah super menggemaskan sambil memutur mutar rambut pink-nya dengan jari telunjuk "ummm... Apakah t-te-terdengar menjijikan?"
"Tidak, hanya saja aku tak menyangka kata kata itu bisa keluar dari mulut wanita suci sepertimu"
Kanroji mengulum senyum, handphon diletakkan di atas meja, wajah memerah dibuang menjauh menatap sekitar, wanita dengan ujung rambut dicat hijau itu memain mainkan jari malu "a-aku me-mencoba me-mengikuti Tanjiro, di-dia selalu memanggil te-teman kencan satu ma-malamnya seperti i-itu, mmmm.... dan ju-juga, Iguro-san se-sepertinya menyukainya"
Alis menurun lelah, jus apel kembali disedot, Makomo mengalihkan pendangan kearah lain, melihat Kanroji yang seperti ini hanya membuat rasa irinya menjadi jadi
Handphon disamping diambilnya, aplikasi Chat dibuka, hanya berisi pesan pesan dari teman teman sekampusnya tentang tugas dan tugas dan tugas dan tugas
Hanya tentang tugas....
Makomo makin miris menatap histori pesan pesan yang belum dihapus itu
Apakah diluar sana ada yang merasakan apa yang dirasakannya???
Sungguh, Makomo membutuhkan sandaran sekarang
Huh huu huu... Rui kapan peka....
Musi Semi sudah sering datang silih berganti tapi seratus Makomo tak ada tanda tanda perubahan sama sekali
Apakah lebih baik dia memacari pohon Sakura saja?
Menjomblo mengganggu kadar kewarasannya
.
.
.
.
30 menit
Sudah 30 menit dia berdiri, sudah 30 menit roko di mulut silih berganti, sudah 30 menit menunggu balasan pesan pesan
30 menit dan Uzui Tengen makin menggelapkan wajah didepan pintu masuk, Tokonya habis dan yang ditunggu tak ada tanda tanda memunculkan batang hidung
"Wah... Apa yang terjadi disini, dewa perayaan sepertinya sedang kesal dududu"
Perempatan muncul memenuhi dahi diwajah yang menggelap karna kesal
Tengen menatap Douma tak suka, penuh kebencian, kenapa pria gila ini bersinar sekali hari ini??? Huh... Tengen benar benar tak suka... Saingan berat
"Pergilah balok es!!! menjauh dari diriku!!! nanti keelokanku malah luntur karna ada manusia salju gila sepertimu!"
Douma makin tersenyum, kipas kebanggaan dibuka lebar, menutupi wajah senang, mata pelangi terbuka menatap penuh canda " lalala... Kenapa kesal seperti itu? biar kutebak... Ummm.... Ahhh apakah kau diabaikan akhir kahir ini oleh Tanjiro-chan? Uppss!!! keceplosan, maaf, dududu"
Dahi makin berkedut kesal, dari mana pria gila ini tau dirinya diabaikan oleh Uke tercinta?
"Hehehe, jangan marah seperti itu!" Tangan merogoh kantong dan mengeluarkan sekotak roko "ambillah, pemberian dariku. Tunggulah lagi disini dan merokok saja sampai habis, dadah!!!"
Douma melambai dan berjalan masuk dengan senyum penuh bahagia. Kepala Uzui Tengen berdenyut super kesal, rasanya harga diri yang elok nan mempesona miliknya jatuh terinjak injak oleh si balok es pelangi, roko pemberian ditangan dibanting kuat di lantai, di injak injak penuh rasa kedongkolah
"Kenapa kau tak mati saja iblis balok es!!!!!"
"Tanjiiroo!!!! Kenapa kau mengabaikanku satu bulan ini!!!!"
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Baddas
FanfictionHidup memang kadang tak berjalan sesuai rencana Lihat saja meluarga Shinazugawa Satu ini Sanemi tak pernah berencana menikahi laki laki Tanjiro tak pernah berencana menikahi laki laki bahkan bisa sampai hamil empat kali Tapi lihatlah Mereka berdua m...
