Part 48🦄

433 52 11
                                        

'Putus'
Hadiah yang paling menyakitkan untukku,aku pikir kau akan datang memberikan sebuah hadiah yang spesial untuk ku tapi itu semua hanya mimpi hadiah yang aku terima ternyata kata yang tak ingin aku dengar

Cokipun masuk kedalam kelas dengan gaya yang bodoh amat seperti tidak ada yang spesial baginya hari ini

"Eww Ki kok baru nongolu kan Lo masuk di grub kejutan ultah salza"tanya Devan

"Ahh malas gue dateng pagi-pagi"ucapnya sambil melempar tasnya ke bangku dan pergi meninggalkan ku tanpa melihat ataupun mengucapkan selamat ulang tahun untukku

"Coki kenapa tuh za"tanya Devan

"Yah gue juga nggak tau jelas Van mau dia apa"ucapku sambil menatap coki dari jauh

"Lo ada masalah sama coki"tanya citra yang mulai kepo

"Nggak, mungkin ajah dia lagi galau karena sahabatnya Aidil nggak masuk sekolah karena pulang ke kampungnya"ucap Tiara meyakinkan citra

"Lah kok Lo yang jawab sih kan gue tanya salza"ucap citra protes

"Emang salah kalau Tiara yang jawab kan ujung-ujungnya aku juga akan ngomong kek gitu"ucapku sambil menyadarkan kepalaku ketembok

Tinnnn......
Bel istirahat berbunyi

"Za kekantin yuk gue yang belanja kan Lo lagi ultah"ucap Tiara

"Yaudah ayok tapi kita ke Loker dulu yah gue mau liat sesuatu"ucapku dan berharap akan ada hadiah dia lemari baker ku

"Yaudah Ayuk buruan"ucap Tiara

Akupun pergi ke lemari loker aku mendapatkan banyak hadiah dari para penggemar rahasia ku,entah itu coklat bunga pakain,sepatu dan lain-lainnya

"Busttt baker lu penuh dengan dengan hadiah banyak banget eww"ucap Tiara yang melihat loker ku penuh dengan hadiah

"Iyah gue juga nggak tau dari mana semua hadiah ini"ucapku sambil menutup kembali lemari ku

"Yah kok ditutup sih ambil kek tuh kado"ucap Tiara

"Bentar gue ambil kok"ucapku

"Yaudah kita kekantin ajah yuk"ucap Tiara mengajak ku kekantin

Diperjalanan kekantin aku bertemu dengan coki dan beberapa cewek,yah cewek itu tak lain dari geng Tasya siapa lagi yang berani deketin coki kalau bukan dia, karena semua orang tau aku pacar coki.

"Coki kamu kok bareng mereka sih"tanyaku bingung dan cemburu

"Yah emang kenapa"tanya coki seakan tak bersalah

"Yah kan gue pacar Lo jadi aku berhak dong larang kamu dekat sama cewek lain"ucapku dengan mata berkaca-kaca

"Yah gue kan juga pacar Lo tapi kenapa Lo nggak dengerin gue saat gue larang Lo dekat sama yang namanya abib itu"ucap coki mengaitkan masalah kemarin

"Yaallah Ki kamu masih marah soal kemarin sumpah deh gue nggak ada hubungan apa-apa sama abib,dan satu lagi abib itu hanya sebatas penggemar saja untuk queen sekolah ini"ucapku memperjelas semuanya

"Gue nggak percaya semua omongan Lo, apalagi soal cowok itu pasti dia ada rasa sama Lo dan begitupun dengan lo"ucap coki

"Ki Lo ini sifatnya nggak pernah ketebak kemarin Lo baik sama gue dan sekarang Lo marah-marah nggak jelas sebenarnya mau lo tuh apa sih gue tuh capek ngadepin Lo gini sifatnya nggak ketebak"ucapku melampiaskan semua amarahku kepada coki dan disaksikan oleh Tiara dan geng Tasya

"Lo nanya gue mau apa hah? Oke gue akan jawab gue mau kita putus"ucap coki perkataan yang keluar dari mulutnya membuat air mata ku menetes

Aku tidak tahu lagi mau berkata apa padahal perkataan putus itu tidak aku harapkan dalam hubungan ku

Akupun berlari dari tempat itu dan meninggalkan mereka berlima dengan genangan air mata di pipiku

#####
Thanks gaeeesss
Vote terus yah
Jangan lupa Instagram Mimin juga  harus di follow
@hajaratul_aswad_

Special Person (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang