'Party'
Kali ini party ulang tahun ku tanpa kehadiran coki
POV SALZA
"Salza ini party ultah kamu mau rame apa nggak sih"teriak mama dari luar kamar
"Terserah mama ajah deh,tapi kalau menurut salza kecil ajah mah cukup keluarga dan kedua teman salza yang akan kesini"ucapku dari dalam kamar
Suara mama sudah tidak terdengar lagi mungkin mama bertanya-tanya akan sikapku kali ini yang tidak seperti biasanya
POV TIARA
Perjalanan kerumah salza aku menceritakan kejadian tadi pagi kepada Aidil
"Ah masa sih coki ngomong kek gitu pasti ini semua ada sebabnya"ucap Aidil yang tidak mengetahui penyebab sampai coki mutusin salza
"Iyah gue juga bingung,dia udah pacaran berbulan-bulan terus tiba-tiba dilanda masalah salah paham langsung putus ajah"ucapku sedikit berteriak agar Aidil dapat mendengar suaraku
Aku dan Aidil sampai dirumah salza dan tidak ada tanda-tanda coki sudah pulang dari sekolah karena motornya belum ada diparkiran rumahnya
POV SALZA
"Itu keknya Tiara deh"ucapku sambil membuka jendela dan melihat kebawah ternyata betul itu tiara dan Aidil
Akupun berlari kebawah dan segera membuka pintu rumah untuk dia
"Ehh masuk sini"ucapku dengan wajah senyum paksa
"Eh salza happy birthday yah maaf baru ngucapin sekarang"ucap Aidil sambil duduk di kursi
"Iyah gue ngerti kok eh btw kok Lo pulang awal banget dari kampung Lo emang acarnya udah selesai"tanya ku kepada Aidil
"Aku pulang lebih cepat untuk kamu kan kamu lagi ultah yah jadi gue pulang lebih awal masa gue nggak datang kepesta ultah sahabat aku sih"ucap Aidil dengan kegoblokannya itu
"Hahaha,bisa ajah kamu"ucapku sambil memukul bahu aidil
"Nah gitu dong senyum jangan cuman galau mulu"ucap Aidil
"Hustt... Jangan berisik oon nanti keluarga gue tau kalau gue tuh putus sama coki biar gue ajah yang selesain masalah ini"ucapku sedikit pelan
"Nih kuenya kali ini salza minta party yang sederhana nggak mau yang besar-besaran"ucap mama meletakkan kue dan cemilan disertakan minum lainnya
"Nggak papa kok Tante,ini ajah udah cukup yang terpenting kita bisa kumpul bareng"ucap Tiara bijak
"Ehh ada yang ultah nih happy birthday yah sayang"ucap papa sambil mengacak pucuk kepalaku
"Wah wah wah ternyata ada acara ultah disini"ucap kak Kevin mengambil sejumlah cemilan dari meja
"Nah sekarang potong kuenya gih terus bagiin keteman kamu"ucap mama
"Ehh pacar kamu kemana kok nggak dateng kepesta kamu ini"ucap papa
"Ahh dia lagi nggak enak badan jadi nggak bisa dateng"ucapku terpaksa berbohong
"Owhgitu kalau gitu kamu anter kue ini ke dia ajah"ucap mama memberikan saran
"Iyah mah nanti salza bawa in dia"ucapku
Setelah acara selesai aku Tiara,dan Aidil pergi kerumah coki diteras rumah kami menghentikan langkah
"Za emang Lo serius mau kerumah coki buat ngasih kue ini"ucap Aidil
"Iyah gue akan kerumah dia"ucapku
"Lo yakin Lo bisa ngasih ini kue kecoki"ucap Tiara sekali lagi
"Iyah gue yakin seyakin-yakinnya"ucapku dengan penuh tekad
Akupun berjalan mendekati rumah coki dan membuka pintu gerbang rumah sang idolaku itu
Toktoktok
"Assalamualaikum"ucapku dari luar rumah sambil mengetuk pintu rumah coki
"Waalaikumsalam"jawab mama coki sambil membuka pintu
"Ehh salza silahkan masuk mari sini ternyata ada kamu juga Dil"ucap mama coki menyuruh kami duduk
"Ehh ada kak salza"ucap adik coki yang bernama damia
"Eh damia apa kabar"ucapku sambil memeluk adik coki
"Baik kok kak"ucapnya dengan muka polosnya
"Kalian duduk duluyah Tante ambilin minum"ucap mama coki meninggalkan kami
"Kak kesini nyari kak coki yah"ucap Damia
"Iyah cokinya ada nggak"tanya ku dengan suara lembut
"Cokinya nggak ada kak tadi dia keluar entah dia mau kemana aku pikir kak coki bareng sama kak salza"ucap Damia begitu polosnya
"Owhgituyahh"ucapku sambil memegang pipi Damia
#####
Thanks gaeeesss
Jangan lupa votenya yah
Dan satu lagi follow Instagram mimin
@hajaratul_aswad_
KAMU SEDANG MEMBACA
Special Person (END)
Teen FictionIni kisah cewek yang sangat mengidolakan cowok dari negara tetangga dan pada akhirnya dia bisa bertemu sampai bersahabat mereka berdua salin suka dan cewek tersebut tidak menyangka bisa membuat halu-halunya menjadi kenyataan dan bisa lebih dekat den...
