Part 97🧡

414 58 14
                                        

'Klarifikasi'
Devan adalah semua penyebab kekacauan hubunganku

Pagi ini seperti biasa aku langsung mengambil switer dan mengendarai motorku dengan kecepatan rata-rata

"Eeh itu coki kan dia kok jalan sih"ucapku sambil memperhatikan coki dari belakang

Akupun menghentikan motorku dan mencoba mengajak coki untuk kesekolah bareng

"Ki kok jalan kaki bareng ajah yuk sekolah lumayan jauh tau"ucapku sambil tersenyum

Seketika coki menatapku dengan tajam hingga membuatku merasa canggung

Akupun berusaha untuk pergi dari hadapan coki kelihatannya coki masih marah dengan ku walaupun aku nggak tau apa kesalahanku

"Tunggu Lo mau kemana"ucap coki menarik tanganku

"Ah mau ke sekolah"ucapku gugup

"Katanya mau bareng kok ninggalin"ucap coki dengan wajah datarnya tanpa senyuman

Akupun memberikan kunci motorku kepada coki dan kami berdua berangkat sekolah bareng

"Nih cowok aneh banget kemarin marah-marah kagak jelas bersikap dingin suka bikin nangis sekarang berubah kek gini lagi ahh tau dah buat pusing ajah"ucapku dalam hati sambil tersenyum

Akupun tiba disekolah Devan yang sedang berada diluar kelas menahanku untuk masuk kekelas

"Apaan sih"ucapku sambil melepas genggaman Devan

"Lo udah baikan sama coki"tanya Devan kelihatannya penasaran

"Belum"ucapku singkat

"Lah terus Lo sama coki kok bareng kesekolah"ucap Devan bingung

"Emang kenapa"ucap coki seketika keluar dari kelas dengan wajah datarnya

"Nggak papa gue cuman nanya"ucap Devan sambil mengerutkan keningnya

"Udah kagak usah kepo hubungan gue dengan salza,bentar istirahat gue mau ngomong sama Lo dikantin"ucap coki sambil menepuk bahu Devan

"Coki sama Devan kenapa sih kek ada masalah gitu"ucapku sambil mengerutkan kening

"Za bentar istirahat Lo nemenin gue yah ke perpustakaan"ucap Tiara sambil tersenyum manis kepada ku

"Aduhh gimana nih gue kan mau ikutin coki kekantin dan mau tau apa yang ingin mereka bicarakan"ucapku dalam hati dan kebingungan

"Za Lo kok bengong temenin gue yah za pliss"ucap Tiara memohon

Akupun mengagukan kepala dan mengiyakan permintaan Tiara

Jam istirahat berbunyi coki Aidil dan Devan terburu-buru kekantin

"Za ayo buruan"ucap Tiara menarik tanganku

"Serius Lo mau ke perpustakaan nggak mau kekantin"ucapku sambil mengerutkan kening

"Nggak za gue mau ke perpustakaan"ucap Tiara menarik tanganku dan menjauh dari coki

Sesampai di perpustakaan Tiara asik membaca artikel

"Ahh gimana nih gue harus tau mereka sebenarnya ada masalah apa"ucapku dalam hati sambil berpikir agar aku bisa menyusul mereka kekantin

"Ra gue ke toilet duluyah bentar doang kok"ucapku meminta izin ke Tiara

"Yaudah buruan jangan lama-lama"

Akupun segera meninggalkan perpustakaan dan menuju kekantin

"Hadehh mereka berdua dimana sih mana kantin rame lagi"ucapku sambil mencari keberadaan mereka

"Nah itu dia"akupun berjalan mendekati meja dan duduk bersebelahan meja coki,Aidil dan Devan

Dan kebetulan pada saat itu mereka asik ngobrol sehingga tidak ada yang melihatku

"Gue mau ngomong ke Lo,Lo yg ada dibalik semua ini kan,gue kirim surat ke salza dan boneka tapi nggak sampai dimana Lo taro semua itu"ucap coki langsung pada intinya

"Sebenarnya gue nggak mau lakuin ini Ki tapi terpaksa karena gue juga suka sama salza dan selama ini gue hanya sebatas penggemar diam-diam salza"ucap Devan

"Apa surat,surat apa sih"ucapku yang sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan

"Tapi nggak gini juga Lo mau rusak hubungan gue sama salza,terus salza menderita kek gitu Lo mau itu kalau emang ko suka sama salza biarin salza Seneng jangan buat dia sedih"ucap coki tegas

"Yah maaf Ki gue udah salah dan gue udah sadari itu dan sekarang semua surat yang Lo titip ke gue untuk dikirim ke Indonesia ada di rumah gue begitupun dengan boneka yang Lo mau kasih ke salza"ucap Devan meresa bersalah

"Tuhkan gue bilang juga apa devan yang ada dibalik ini"ucap Aidil sambil menujuk muka Devan

"Gue minta maaf gue mohon Jangan sampai salza tau semua ini jangan sampai salza membenci ku"ucap Devan memohon kepada coki dan aidil

Aku pun yang mendengar semua pembicaraan mereka dan mendekati mereka bertiga

"Salza Lo kok ada disini bukannya"ucap Aidil yang kaget melihatku ada dikantin

"Bukannya apa bukannya gue sama Tiara di perpustakaan Iyah, sumpah yah gue kecewa sama Devan yang ingin merusak hubungan gue sama coki "ucapku yang baik darah

"Tapi za gue pikir dengan itu Lo bisa lupain Coki dan bisa bahagia tanpa coki tapi semua itu diluar fikitan gue za"ucap Devan

"Udah lah Van nggak usah dibahas"ucapku meninggalkan kantin

#####
Thanks gaeeesss jangan lupa vote and comen

Special Person (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang