"reuni smp?"
niatan san buat mampir ke perpus umum buyar waktu di jalan dia ketemu simyeong dan hwiyoung—teman sekelasnya waktu smp dulu. sekarang ketiganya lagi ada di starbuck feb, falkutasnya simyeong dan hwiyoung, yang jaraknya bersebelahan sama perpus.
san enggak nyangka bisa ketemu lagi sama mereka berdua, sekampus pula. dunia ternyata sesempit itu.
"iya, san. cuma gak full satu angkatan, paling cuma setengahnya yang dateng. soalnya pada mencar. ada yang kuliah diluar kota, beberapa malah ada yang sosmednya gak aktif," jawab simyeong.
"gila. berapa lama kalian ngerencanain gituan?" ujar san.
"lumayan lama. dari sebelum lulusan sma bukan sih, hwi?" tanya simyeong ke hwiyoung.
"iya dah kayaknya, gua gak inget." hwiyoung ngangkat bahu dan ngisep rokoknya.
simyeong menepuk-nepuk bahu hwiyoung. "lo harus berterima kasih sama temen lo ini, san. dia yang paling getol biar reuninya kelaksana. malah dana reservasi tempatnya si gondrong semua yang nanggung."
"as expected, kim hwiyoung. partner gue cabut solat jumat lewat belakang mushola."
"monyet lo, masih juga diinget." hwiyoung terkekeh. "sama mingi juga, ya gak sih?"
"nah, iya. sama si tiang satu itu. kemana dia sekarang, ya? kangen dah gue," kata san.
"lah lo gak tau? mingi sekampus sama kita. doi anak arsi," sahut simyeong.
san melebarkan matanya. "sumpah?? gimana ceritanya dia yang tugas gambar senbud aja dijokiin adek kelas, tau-tau anak arsi??" serunya gak percaya.
"kaget kan lo? sama gue juga," balas cewek rambut ombre itu.
mereka bertiga pun larut dalam obrolan. seringnya sih ngebahas masa lalu, cerita tentang kebandelan san, hwiyoung, sama mingi yang dulu hampir diskors gara-gara tawuran. atau juga ngeledekin simyeong sama hwiyoung yang sempet pacaran seminggu karena tod. sampai akhirnya waktu udah nunjukin pukul setengah tiga sore.
"eh, gue balik duluan, ya. cewek gue nyariin," kata hwiyoung.
"waduh. iya deh yang punya pacar. jomblo can't relate," ledek san.
"bacot." hwiyoung ngacungin jari tengah. "dah, gue balik. lo jangan lupa dateng hari minggu ye, san."
"iye, iye."
tersisa san dan simyeong.
"balik juga ga, myeong? mau gue anter?" tawar san setelah ngabisin kopinya.
"gak usah. gue bawa motor," tolak simyeong.
san manggut-manggut. dia merhatiin simyeong. cewek ini makin cantik dari terakhir kali san ketemu dia pas cap tiga jari. badannya tinggi, bahkan tingginya hampir nyamain san.
"simyeong."
"ya?"
"lo udah punya pacar?"
———
"SAN BRENGSEK JANGAN DIINJEK!"
yunho memekik waktu san gak sengaja nginjek tumpukan sedotannya. bikin san kaget soalnya dia baru masuk kamar udah diteriakin.
"yamaap." san nyingkir dan dia langsung naro tasnya di kasur, abis itu baru badannya. "lo bikin apasih? nirmanaan lagi?"
yunho ngangguk doang sambil guntingin sedotannya jadi dua.
san geleng-geleng gak habis pikir. kemaren benang, sekarang apalagi? nirmana sedotan?
kadang san bersyukur pas sekolah dulu dia gak kepikiran buat masuk desain. walaupun sastra bukan passion-nya, tapi seenggaknya tugas-tugasnya jauh lebih waras dari jurusannya yunho.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAOTIC DUO
Fiksi Penggemar[ 𝐰𝐨𝐨𝐬𝐚𝐧 & 𝐲𝐮𝐧𝐠𝐢 ] "𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘰𝘮𝘦 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴." ini kisah san dengan gebetan jaman smpnya dan yunho dengan cinta lama belum kelarnya. • dom! san, sub...
