tw! cheating issue, raping, mental disorder
"kalo lo gak secantik ini gue pun gak bakal berpaling!"
"semua kalimat cinta yang gue ucapin ke elo, itu gak ada artinya, kang yeosang. setelah gue berhasil dapetin badan lo, gue bakal balik ke wooyoung. ke tempat di mana gue seharusnya berada."
"kenapa mama ninggalin abang, teteh, sama san demi laki-laki itu?! apa yang dia punya?! apa yang dia lakuin ke mama sampai mama tergila-gila sama dia?!"
"papa udah ngasih segalanya ke mama! harta, waktu, jiwa, semuanya papa kasih ke mama tapi mama tega ngekhianatin papa!"
"san benci mama! manusia kayak mama mending mati aja!"
matanya terbelalak. tubuhnya terduduk dalam satu gerakan. napasnya tersengal-sengal. bulir-bulir keringat menetes dari pelipisnya.
ketika berangsur-angsur napasnya mulai kembali normal dan kesadarannya sudah berpijak di tempat yang tepat, san mengusap mukanya kasar. disingkiran selimut yang membalut diri, lantas san menekuk lutut, memeluk dan membenamkan wajah di sana.
kenangan itu lagi. kenangan buruk yang sudah lama gak menyambangi mimpinya, sejak terakhir muncul saat san duduk di bangku sma.
kenangan buruk tentang mamanya.
dan kali ini, kenangan itu telah menyatu bersama dengan ingatan di malam dimana san menyakiti yeosang, baik secara verbal maupun seksual.
san bohong ketika dia bilang dia gak ingat perbuatannya bejatnya. apa yang dikatakannya pada yeosang di kos hari itu, hanya supaya yeosang memaafkannya, dan yeosang gak perlu bertemu dengannya lagi.
san ingat semuanya. secara jelas dan detail, tanpa terkecuali.
bajingan. brengsek. biadab.
gimana bisa dia melakukan hal sejahat itu pada wooyoung dan yeosang sekaligus. gimana bisa dia melakukan itu ... setelah dulu mamanya pun berselingkuh?
dada san kembali sesak sewaktu air matanya mengalir deras. dipeluknya lutut semakin erat. isakannya memenuhi seluruh kamar.
san meninggalkan wooyoung demi yeosang, sama seperti mamanya yang dulu menceraikan papanya untuk menikahi selingkuhannya.
san tidak ada bedanya dengan mamanya.
"san, kamu tidur siangnya jangan kelamaan—lho, sani? kenapa nangis?"
tatkala pintu kamar dibuka, dohyun menemukan san menangis. tergopoh-gopoh lelaki itu menghampiri adiknya, duduk di pinggir ranjang dan segera menariknya ke dalam pelukan.
"abang ... "
"iya, iya, abang di sini."
dohyun menepuk sayang kepala san, sesekali dielus-elus pelan punggungnya, mencoba memberikan penenang meski gak tau kenapa san nangis kayak gini.
dirasa tangis san mulai mereda, pelukannya melonggar. dohyun menangkup wajah san dan menatapnya lembut. "mimpi itu lagi?"
san gak menjawab, namun diamnya diartikan iya.
"kenapa bisa? padahal udah lama banget sejak terakhir kamu begitu. pasti ada pemicunya."
dohyun berusaha memancing san buat bercerita. tapi san memilih diam dan terus terisak.
"sani, dari pas kamu mendadak minta jemput, abang tau kamu lagi ada masalah. tolong kalo ada sesuatu cerita sama abang atau sama teteh. kamu udah janji buat gak mendem semuanya sendiri lagi," kata dohyun. "jangan kayak dulu lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAOTIC DUO
Fanfiction[ 𝐰𝐨𝐨𝐬𝐚𝐧 & 𝐲𝐮𝐧𝐠𝐢 ] "𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘰𝘮𝘦 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴." ini kisah san dengan gebetan jaman smpnya dan yunho dengan cinta lama belum kelarnya. • dom! san, sub...
