"hei, mingi!"
yunho kaget. mingi juga.
"hai, simyeong. hai ... yunho." tangan mingi terangkat canggung, balas nyapa. "lo berdua ngapain di sini? ngedate?"
dalam hati, mingi berharap dapat jawaban enggak. namun ngeliat senyum simyeong dan raut wajah yunho, mingi tau dugaannya benar.
"hehehe, iya. cakep kan cowok gue?" ujar simyeong. "ngapain sendirian di sini? lo kan enggak suka baca buku."
"nyari buku suruhan dosen."
"oh. oiya, kalian udah saling kenal? soalnya tadi gue denger lo nyapa yunho juga."
mata kecil mingi kembali ngelirik yunho. cowok tembam itu memaksakan seulas senyum waktu simyeong ngeliat ke arahnya. "iya. dulu kita temen pas sma. tapi itu dulu, duluuuu banget pokoknya. gue sampe gak inget."
mingi diam. nyelekit banget omongannya yunho perasaan.
"kok gak pernah ngomong?" tanya simyeong.
"emangnya penting?" sinis yunho, mendelik pada mingi.
"myeong, gue bisa minta waktu sebentar gak buat ngomong sama yunho?" tanya mingi yang bikin yunho langsung melotot.
kening simyeong berkerut. cewek itu bergantian ngeliatin yunho dan mingi. nemuin perbedaan dari ekspresi serius mingi dan wajah yunho yang keliatan memohon kepadanya sambil menggeleng—minta simyeong buat nolak permintaan mingi.
"gue—"
"sebentar aja."
simyeong menghela napas. "oke deh."
kemudian mingi menarik tangan yunho ke sudut lain yang jauh lebih sepi di dalam gramedia.
yunho melepas paksa tangan mingi yang megang pergelangannya. "ngapain, sih, segala nyeret gue ke sini? sepenting apa emang hal yang mau lo omongin?"
"kenapa gak bales chat gue?" tanya mingi.
"gue udah bilang kan gue gak bakal bales chat lo," jawab yunho.
"tapi lo gak bisa seenaknya ngabaikan chat gue begitu!" seru mingi. "kita beneran lagi butuh orang buat jadi vokalis pengganti. lo boleh mikir ini cuma masalah kecil, tapi coba lo pikirin juga perasaan temen-temen gue yang bakal kecewa karena gabisa perfom, CUMA KARENA mereka nungguin jawaban lo yang gak jelas!"
nada bicara mingi yang meninggi tanpa sadar bikin yunho mundur satu langkah, terkejut bukan main. selama mengenal mingi, cowok itu gak pernah naikin volum suaranya pada yunho.
"kalo lo emang gak mau jadi vokalis, lo cukup bales chat gue dengan bilang "GAK BISA". atau kalo lo masih gak sudi chat sama gue, lo bilang ke kak sinbi. biar kita bisa cari orang lain. biar kita gak perlu nunggu lo lagi. biar lo juga gak perlu diganggu sama gue lagi," lanjut mingi.
sorot mata cowok song itu tajam sampe bisa nembus ke dalam hati yunho. gak dipungkiri, yunho bener-bener diliputi rasa bersalah.
yunho gak bermaksud kayak gitu. yunho cuma pengin menghindari mingi demi perasaannya. namun nyatanya, dia malah bikin masalah baru.
"gue tau lo benci sama gue karena dulu gue pergi tiba-tiba." mingi menarik napas dan menghelanya keras. "tapi bisa gak lo jangan bersikap se-childlish ini? karena yang dirugikan atas sifat lo bukan gue atau lo, tapi orang lain, yun."
"gue anggap lo nolak tawaran kita buat jadi vokalis pengganti. kita udah clear sekarang," kata mingi final. bahkan mingi pergi tanpa ngucapin sepatah kata lagi, ataupun ngeliat ke arah yunho.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAOTIC DUO
Fanfiction[ 𝐰𝐨𝐨𝐬𝐚𝐧 & 𝐲𝐮𝐧𝐠𝐢 ] "𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘰𝘮𝘦 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴." ini kisah san dengan gebetan jaman smpnya dan yunho dengan cinta lama belum kelarnya. • dom! san, sub...
