dering alarm ponsel menginterupsi tidur yunho, memaksanya buat membuka mata. tangan panjangnya dijulurkan ke nakas matiin suara berisik tersebut. kemudian mutar kepala ke arah mingi yang masih mendengkur sambil meluk pinggang yunho dari belakang.
oh, iya. kalo kalian nanya apakah semalam yunho dan mingi beneran havin' sex,
jawabannya enggak.
jadi pas mingi udah siap banget ngebuka celananya, tiba-tiba lampu apartemen mati. ralat, satu gedung apartemen itu mati. daerah situ memang suka ada pemadaman listrik bergilir dan sialnya, harus banget pas lagi mereka lagi enak-enak making out.
pada akhirnya, malam tadi diisi dengan mingi melukin yunho sambil jerit-jerit ketakutan. sementara yunho berusaha nyari lilin dan sesekali ngomel soalnya mingi bacot banget bangsat.
yunho curiga mingi tuh seme kalo di ranjang doang.
"udah bangun, yun?" suara berat nan serak mingi terdengar.
"baru bangun." yunho ngubah posisi jadi menghadap mingi.
mata mingi masih setengah terpejam, tapi bibirnya nyungging senyum kecil. lama-lama senyumnya berubah jadi kekehan. yunho seketika mengernyit. mingi bangun bangun kok gila.
"dih, napa ketawa?" tanya yunho heran.
"gak tau. gue seneng aja ngeliat muka baru bangun tidur lo. so pretty," jawab mingi. "tiba-tiba gue jadi iri sama san yang bisa ngeliat ini tiap hari."
"san bilang gue kalo tidur ileran."
"bohong. gue gak liat ada bekas iler disini."
mingi ngusap bibir yunho, terus maju mau ngasih kecupan di sana. sama yunho dadanya keburu ditahan.
"gak ada morning kiss," tolak yunho.
penolakan itu buat mingi langsung manyun.
yunho baru mau mendudukan diri waktu mingi narik badannya lagi dan menenggelamkan wajah yunho di dada mingi. "jangan kemana-mana."
"clingy."
"biarin. kan clingy-nya ke elo ini." mingi mengusak hidung mancungnya di puncak kepala yunho. "yunho, tawaran gue yang semalem masih berlaku, lho. ayo kita tinggal bareng."
"gak mau. lo aneh-aneh aja sih permintaannya."
"kalo gue minta mandi bareng gimana?"
lantas yunho mencubit pinggang mingi sampai mingi menjerit. "SAKIIIT YUNHOOO!"
yunho pura-pura gak denger. dia beranjak dari ranjang. berjalan menuju cermin lalu melihat kalau di lehernya banyak bekas-bekas ungu. cowok itu membulatkan mata.
"mingi, ini gimana cara gue nutupinnya anjing?!"
——
mingi nganterin yunho ke kosannya. sekalian mau ngajak san sarapan bareng juga.
"aman kan?" tanya yunho. cowok itu pakai jaket mingi yang modelnya berkerah tinggi. jadi diresleting sampe atas biar bekas-bekas laknat di lehernya gak terekspos.
"aman kok," balas mingi. lalu mereka berdua jalan menuju kamar yunho dan san.
waktu sampe disana, ternyata pintunya dikunci dari dalam.
"wah, gak beres, nih." mingi memutar kenop, mengetuk-ngetuk pintunya. "woi, san! lo gak mati kan di dalem?! kita masih ada urusan!"
yunho nepok bibir mingi. "berisik lo nanti diamuk kamar sebelah," tegur yunho. "bentar. gue bawa kunci cadangan."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAOTIC DUO
Fiksi Penggemar[ 𝐰𝐨𝐨𝐬𝐚𝐧 & 𝐲𝐮𝐧𝐠𝐢 ] "𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘰𝘮𝘦 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴." ini kisah san dengan gebetan jaman smpnya dan yunho dengan cinta lama belum kelarnya. • dom! san, sub...
