page 7: yunho dan mingi

5.1K 765 130
                                        

tiga tahun lalu.

yunho masih kelas 1 sma ketika dia bertemu mingi.

kala itu, yunho sedang apes-apesnya karena jalan yang biasa dilaluinya buat pulang dijadikan medan perang oleh dua kubu sma yang tawuran. dan sialnya, salah satunya itu sekolah yunho.

mereka masih sibuk kelahi dan saling melempar batu. sementara yunho yang gak tahu harus berbuat apa, bersembunyi di balik pohon besar. bisa gawat kalau dia dikira salah satu dari kakak kelasnya yang tawuran itu. masalahnya sekarang hari kamis, otomatis seragam batik yang dipakai yunho sama dengan seragam mereka.

kepala yunho melongok, mengintip keadaan. seharusnya yunho tinggal jalan lurus beberapa ratus meter lagi buat sampai ke rumah. namun berhubung hal itu gak memungkinkan, kayaknya dia harus lewat jalan lain yang lebih jauh. gapapa, demi nyawa.

setelah mastiin gak ada satupun mata yang mengarah padanya, yunho berusaha kabur.

tapi—

"WOI! YANG DI SANA MAU KABUR KEMANA LO?!"

yunho panik.

satu-satunya hal yang terlintas di pikiran yunho adalah lari.

yunho memacu langkah secepat yang kaki panjangnya itu bisa. kira-kira ada sekitar tiga orang dari sekolah lawan yang mengejar di belakang. satu dari mereka ada yang mulai melempar batu.

sial, sial, sial. yunho berbelok ke tikungan terdekat. sewaktu dia berhenti sebentar karena capek, sebuah tangan tahu-tahu narik yunho ke dalam jalan tikus super sempit yang cuma bisa dilalui satu orang.

"bangs—" umpatan yunho tertahan karena mulutnya dibekap.

dari ekor mata, yunho bisa ngeliat tiga orang yang ngejar dia tadi berhenti berlari gak jauh dari tempatnya bersembunyi. mereka bertiga nampak berdiskusi singkat, sebelum akhirnya berbalik dan kembali ke tempat tawuran tadi.

dirasa kondisi sudah aman, tangan besar yang menutup mulut yunho dilepas. lalu orang itu membalik badan yunho kemudian didorong hingga punggungnya menabrak dinding.

di depan yunho kini ada cowok dengan tubuh dan tinggi yang kurang lebih sama dengan yunho. matanya kecil, hidungnya mancung berujung lancip, berbibir penuh, dan garis wajahnya keliatan tegas. satu kata; sangar.

"lo gapapa?" tanya cowok itu. suaranya berat, makin nambah kesan sangar dalam dirinya.

yunho ngangguk singkat, masih ngos-ngosan. semoga aja abis ini asmanya gak kumat.

cowok itu lalu bawa yunho keluar dari sana.

yunho baru ngenotis kalau cowok itu pakai seragam berbeda dengan seragamnya, ataupun orang yang ngejar dia tadi. "lo ngapain mereka sampe dikejar begitu?" tanya si cowok sipit.

"hah?"

"lo komplotan sma cendekia yang lagi tawuran itu kan?"

"enak aja!" bantah yunho. "yang lagi tawuran itu emang dari sekolah gue tapi bukan berarti gue ikut tawuran! gue tuh mau pulang, tapi malah dianggep salah satu dari mereka! lagian emangnya tampang gue ada tampang doyan berantemnya, hah?!"

cowok itu merhatiin yunho dari atas sampai bawah, kemudian meringis. "ya gak ada, sih ... "

"harusnya yang patut dicurigain itu elo. muka lo tuh yang lebih mirip berandal," kata yunho sebal.

"heh, udah dibantuin bukannya terima kasih?? malah ngatain??" cowok itu gak terima.

yunho mendengus. "dari mana lo bisa tau gue dikejar?"

CHAOTIC DUO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang