mingi dan yunho keluar dari lift, berjalan menyusuri lorong lantai 3 gedung apartemen dengan tangan mereka saling tertaut.
sesampainya di depan apartemennya, mingi membuka password, memencet tombol-tombol angka yang ada di sebelah pintu.
"230399?" celetuk yunho waktu pintu apartemennya kebuka. "itu kan ulang tahun gue."
"ya terus kenapa kalo ulang tahun lo?" mingi bertanya. mereka berdua masuk ke dalam. ngebuka sepatu masing-masing dan ditaruh di rak.
"bucin."
mingi ketawa doang.
apartemen mingi itu tipe studio, cukup sempit, dan hampir semua bagian dalam apartemen menyatu. satu-satunya ruangan yang terpisah cuma kamar mandi, sementara ruang tamu, dapur, bahkan tempat tidur berada di satu tempat yang sama. interiornya sederhana, didominasi putih. yunho nemuin gak banyak foto dan pajangan di sana kecuali satu yang menarik perhatian.
diambilnya pigura kecil di meja belajar mingi. "lo masih nyimpen aja sketsa dari gue," kata yunho. di dalam pigura, terdapat sketsa side profile mingi yang pernah yunho buat dulu.
"asal lo tau aja, itu sketsa selalu gue bawa kemana-mana. gue simpen di dompet sampe kertasnya udah gak berbentuk. makanya gue pigura sekalian," sahut mingi, naruh makanan ringan yang diambilnya dari kulkas di meja depan televisi. abis itu duduk di sofa. "sini sebelah gue."
yunho nurut. dia nyamperin mingi dan duduk di sebelah cowok itu.
"mau binge watching? apa mau rewatch harry potter?" tawar mingi.
yunho menggeleng. "gak minat. mau ngobrol aja," tolaknya. yunho naikin kakinya, duduk bersila di sofa.
"oke, oke. ngobrol apa?"
"lo beneran gak pernah pacaran? maksudnya, selama lo sekolah di luar kota itu lo gak ada pdkt sama orang lain," ujar yunho.
"enggak, yun. gimana mau pdkt orang lain kalo tiap bangun tidur sampe mau tidur lagi, kepala gue isinya lo doang," kata mingi.
yunho mendengus, agak tersipu. "apaansi."
"ih, seriusan, yunho. lagian gue tuh sibuk belajar, sibuk les, sibuk ngasah gambar. arsi tuh saingannya ketat." mingi bersikeras. "lo sendiri gimana? udah mainin berapa cewek?"
"banyak."
"banyak?"
"rata-rata adek kelas. gue sepik di chat, ajak jalan, abis itu kabur tanpa kepastian."
"mau nyindir gue nih maksudnya?" tanya mingi.
"iyalah. gue mau nunjukin kalo bukan lo doang yang bisa jadi brengsek." yunho meleletkan lidah. "tapi gue ngerasa bersalah sih abis itu. makanya pas kuliah gue tobat."
"simyeong kan?" mingi ngebuka bungkus keripik kentang dan nyuapin satu keping pada yunho.
yunho mengernyit. "gue gak pacaran sama simyeong."
"lah simyeong bilang lo cowoknya," kata mingi.
"gue tuh bisa dibilang udah ditolak sama simyeong." yunho ngambil keripik kentangnya satu genggam penuh abis itu dimasukin semuanya ke mulut.
"yaudah bagus, deh. jadi gak ada yang gangguin gue buat dapetin lo lagi."
yunho keselek. sama mingi buru-buru dikasih air minum.
setelah udah agak mendingan, yunho nyenderin kepalanya di punggung sofa. "apartemen lo bagus amat sih. tau gitu gue bilang ke papa buat beliin gue apartemen daripada ngekos."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAOTIC DUO
Fanfiction[ 𝐰𝐨𝐨𝐬𝐚𝐧 & 𝐲𝐮𝐧𝐠𝐢 ] "𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘰𝘮𝘦 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦, 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴." ini kisah san dengan gebetan jaman smpnya dan yunho dengan cinta lama belum kelarnya. • dom! san, sub...
