page 6: mendekat dan menjauh

5.2K 835 287
                                        

"lama gak jumpa, jeong yunho."

cowok berambut biru itu mematung,  mendadak hilang kata mandangin sosok di depannya. ada perasaan yang gak bisa dijelaskan di dalam hati yunho.

diamnya yunho buat mingi perlahan mendekat. senyum si jingga masih tersungging lebar. "your hair color fits you well. that's make you look prettier."

song mingi and all of his flirty things.

kalimat mingi berhasil bikin yunho jadi keingat tujuan awalnya datang kemari. dia langsung ngulurin tangan. "mana flasdisk gue?"

"wow, serius, yun? kita baru aja ketemu setelah sekian tahun," kata mingi gak percaya. "seenggaknya lo balas sapaan gue kayak "wah, apa kabar, mingi?" atau "wah, rambut lo juga cakep bikin lo makin ganteng". apa kek yang nyenengin gue gitu."

yunho mendengus keras. "gue gak mau basa-basi sama orang kayak lo."

"jahat lo sama temen sendiri." mingi merengut.

padahal mereka dulu pernah lebih dari sekedar teman.

shit. bodoamat lah.

"gue gak bisa lama-lama. cepet balikin flashdisk gue biar kita gak perlu ketemu lagi," ketus yunho.

sepasang alis mingi terangkat. "oh? yaudah gue simpen aja flashdisk lo kalo gitu." mingi ngacungin flashdisk yunho yang talinya dililit di telunjuknya, berniat masukin benda kecil itu ke dalam saku jaket.

yunho berusaha ngerebut flashdisk-nya. tapi dengan cepat mingi ngangkat tangannya tinggi-tinggi. "eits, gak kena," ledek mingi. yunho berusaha lagi buat ngambil dengan tangannya yang gak kalah panjang. tapi lagi-lagi, mingi jauh lebih gesit.

dan tolong ingetin mereka masih ada di pinggir jalan. persis di sebelah gerbang masuk fbs. 

"balikin sialan!" pekik yunho.

muka yunho mulai memerah, beneran semarah itu.

"gue bakal balikin flashdisk lo, asalkan lo mau ngobrol santai sama gue abis ini," kata mingi.

"gue gak bisa. gue ada kumpul hmj," tolak yunho.

"oke. kalo gitu abis lo kumpul."

"gak bisa—"

"gue bakal tunggu," sela mingi. "mau lo selesai jam berapa pun, gue tunggu. kalo perlu, gue tongkrongin lo sekalian di depan sekret biar lo gak kabur kemana-mana."

ekspresi jahil mingi sepersekian detik kemudian berubah menjadi serius.  meski yunho benci ngakuin, mingi dalam mode serius itu paling mempesonakan—dan nyatanya hal tersebut gak berubah sampai sekarang. masih bisa bikin yunho amazed.

wtf, dia barusan mikir apa.

gak, yunho gak boleh lemah cuma gara-gara ketemu lagi sama mingi.

setelah menimbang-nimbang selama beberapa saat, yunho menarik napas lalu menghembuskannya keras-keras, berkata,

"sekarang aja perginya."

———

san markirin motor di depan rumah wooyoung, tapi masih ragu mau masuk atau enggak. di stang sih udah ada seplastik kue cubit sebagai hantaran. cuman ya itu lur.

nerveous.

san belum pernah pacaran. sekalinya nemu yang mateng banget buat dipacarin, dia gak sadar narik gasnya kekencengan. sekarang nyalinya malah cupu buat ketemu orangtuanya wooyoung. kalau gini ilang semua imej san sebagai seme sejati.

CHAOTIC DUO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang