Jaehwan sudah berdiri ditempatnya, barisan kelompok lima. Panitia ospek memang membagi mahasiswa baru dalam beberapa kelompok agar mempermudah proses ospek, meski Jaehwan tidak begitu yakin apa metode ini akan benar-benar efektif atau tidak. Jika panitia yang memimpin kelompok seperti temannya, Jihoon, pasti metode ini akan sangat tidak efektif.
ㅤ
Jaehwan mulai fokus pada daftar mahasiswa baru yang masuk dalam kelompok yang akan dia pimpin. Karena sebagian besar mahasiswa sudah berkumpul dalam kelompok, Jaehwan mulai memanggil nama mereka satu persatu untuk menandai absensi.
"Lee Daehwi?"
"HADIR!"
"Park Wooㅡ"
"Psst, Jjaen."
"HUAA!"
Jaehwan berteriak dan hampir saja melemparkan papan daftar nama yang dipegangnya pada mahasiswa polos yang berbaris dipaling depan, Lee Daehwi. Bagaimana tidak, Jihoon tiba-tiba saja sudah berada disebelahnya dan berbisik padanya.
"Ada apa? Kamu buat aku terkejut tau!"
"Hehe, maaf. Mau tukar kelompok tidak? Aku mau memimpin kelompok lima. Di kelompok lima ada maba tampan incaranku."
Jaehwan menghela nafas kasar sambil menganggukkan kepalanya dengan terpaksa, agar Jihoon tidak cerewet. Jihoon tertawa senang lalu segera bertukar posisi dengan Jaehwan, tidak lupa bertukar papan daftar nama mahasiswa kelompoknya. Jaehwan kembali fokus pada daftar itu dan mulai mengabsen mahasiswa kembali, dari awal.
"Baiklah. aku harus mulai absen dari awal lagi. Lee Woojin?"
"HADIR!"
"Jeon Woong?"
"HADIR!"
"Lai... Lai... Laiㅡasgatsh? Kenapa namanya susah sekaㅡ"
"Lai Guanlin, sunbae."
Jaehwan terdiam, menatap mahasiswa baru yang saat ini sudah berdiri dihadapannya. Tubuhnya yang tinggi membuat Jaehwan harus sedikit mendongakkan kepalanya. Mahasiswa itu tersenyum manis pada Jaehwan, hampir membuat Jaehwan hilang kesadaran karena takaran manis yang berlebih.
"Ah, namamu? Kamu bukan orang Korea?"
"Bukan, sunbae. Saya dari China. Ini pertama kalinya saya tinggal di Korea."
"Pantas saja namau terasa tidak familiar untukku. Kalau begitu, bergabunglah dalam barisan."
Guanlin, mahasiswa dengan gummy smile itu tersenyum sambil menganggukkan kepala setelah itu langsung bergabung dalam barisan, berada di barisan paling belakang karena tubuhnya sangat tinggi. Sebelum bergabung dalam barisan, Jaehwan memperhatikan kalau Guanlin sempat bersalaman dengan mahasiswa dari barisan kelompok lima dengan name tag "Park Woojin". Jaehwan melirik Jihoon, dan menyadari kalau pandangan Jihoon terus terarah pada Woojin. Jaehwan mengerti, maba tampan yang Jihoon maksud sebelumnya adalah Park Woojin.
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ#1
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤSaat ini, Jaehwan dan Jihoon sedang makan bersama di kantin kampus. Jadwal dalam acara ospek saat ini adalah mendengar sambutan dan beberapa penjelasan mengenai kampus dari dosen, jadi panitia ospek bisa beristirahat terlebih dahulu. Rektor mereka saat berbicara lumayan memakan waktu lama.

KAMU SEDANG MEMBACA
[ PANHWAN ] STAY WITH ME
FanfictionJaehwan, mahasiswa Jurusan Seni Musik semester tiga yang masih setia menyandang status jomblo sampai saat ini. Sejauh ini, Jaehwan mengaku belum pernah merasakan namanya jatuh cinta. Namun, semua berubah ketika temannya memaksa Jaehwan untuk menjad...