15. RENCANA AWAL

8 3 0
                                        

"Bersikap egois, bukan lah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah"

*KAILA SHERLY SIFABELLA*

Siang ini, Ana dan Rahel bertemu di sekolah, tepatnya di belakang sekolah. Mereka juga sedang menunggu Aditya untuk membicarakan rencana yang akan mereka jalan kan.

Sebenarnya Ana juga tidak yakin. Tapi, mengingat sakit hatinya ke kaila, dia harus tetap tega dan yakin.
Bahwa membuat kaila menderita adalah hal yang terbaik.

"La banget sihh, temen lo itu Dateng, udah jam berapa nihh" ucap Rahel gelisah dan melirik jam tangannya.

"Sabar!, Mungkin dia lagi latihan basket dulu" ucap Ana membalik

Rahel memandang Ana dan menghela nafasnya. Sedari tadi dia hanya bermain hp, dan bosan menunggu Aditya datang.

"Na" panggil Aditya setengah berlari menuju Ana

Walaupun mereka beda sekolah, siswa lain akan bisa masuk secara bebas, dengan alasan ada panggilan dari guru atau semacamnya.

"Nahh, dateng juga dia" ucap Rahel seorang cowo yang dia yakin pasti itu Aditya.

"Too the point ajh dit. Disini gue mau minta tolong ke elo, buat ngehancurin hubungan Kaila sama Kenzo!" Ucap Ana datar dan tanpa basa basi lagi.

Belum juga Aditya bernafas dengan lancar, Ana sudah mengejutkannya dengan hal seperti itu. Aditya melongo heran, alisnya berkerut bingung.

"Ha?, Buat apa ngehancurin hubungan mereka?" Tanya Aditya

"Karna, gue mau ngebalas sakit hati gue ke kaila" ucap Ana sangat jujur.

"Huff, udah deh Na, lo mau balas dendam, tapi gak kayak gini caranya" ucap Aditya mengela nafas kasar.

"Lo mau, atau gak?" Tanya Ana dengan tatapan tajam.

Aditya terdiam, menatap Ana takut.
"Iy, tapi buat apa sihh, pake ngehancurin hubungan mereka segala"

"Ahh elahh, nih orang bego batt dahh, ya supaya si kaila menderita dong trus setelah mereka putus, si Kenzo bisa jadi milik gue" ucap Rahel ikut ikutan

Aditya melirik Rahel sebentar, dan kembali ke Ana yang masih menatap nya tajam.

"Bener Na?" Tanya Aditya.

"Yahh Iyah lh" jawab Rahel tanpa di tanya

"Gue gak nanya ke elo" ucap Aditya
Kasar, membuat Rahel seketika terdiam

"Iya, memang bener supaya kaila menderita, itu yang gue mau saat ini" ucap Ana dengan nada kebencian

"Gue gak nyuruh lo, deketin kaila trus pura-pura jadi pacar dia, lo cuma. perlu culik dia, trus lo bawa sesuai tempat yang kita suruh nanti. Masalah hancurnya hubungan mereka biar gue sama Rahel yang urus" jelas Ana

"Gak Na, gue gak bisa kayak gitu, gue kasihan lihat dia Na" ucap Aditya menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Terserah sama lo, tapi inget setelah ini jangan anggep gue sebagai temen Lo lagi. Mulai sekarang lo bukan siapa-siapa gue" ucap Ana dengan nada mengancam

Hal yang sangat di takutkan Aditya, adalah setiap ancama dari Ana yang melibat kan pertemanan mereka. Dan itu tidak bisa di tolak oleh Aditya. Karena Aditya cukup kenal dengan Ana. Setiap ancaman dan perkataan nya selalu serius. Sebenarnya Aditya tidak takut dengan ancaman Ana tadi.

PILIHAN     Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang