18. SAINGAN BARU

22 3 0
                                        


Tiga hari berlalu, setelah kaila pulang dari rumah sakit. Dia sudah mulai ke sekolah. Keadaannya pun sudah membaik, tepatnya sangat baik.
Pagi ini, dia di jemput oleh Kenzo, dan dia membawa mobil.

Sebenarnya, kaila masih takut untuk pergi ke sekolah. Karena dia takut bertatapan langsung dengan Ana. Setelah kejadian kemaren, ada sedikit trauma pada dirinya.
Pasalnya dia tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu.

Dan tentang Ana, kaila sudah menceritakan nya kepada Raisya mamanya. Dan Raisya, sangat kecewa dengan Ana. Tidak menyangka orang yang selama ini menjadi sahabat anaknya, ternyata adalah musuhnya.

Tapi, Raisya sedikit lebih tenang, karena ada Kenzo yang menjaganya.

"Pagi kai" sapa Oca
"Ehh, btw lo kemaren kemana?, Kok gak masuk sihh" tanya oca penasaran

Kaila tidak ingin memberi tahu semua orang. Dia tidak mau sahabat nya itu akan di benci semua orang.

"Oh, itu, gue lagi sakit kemaren" jawab kaila berbohong.

Oca ber oh ria dan mengangguk paham. "Ehh, tapi kenapa muka lo ada bekas goresan gini"
Oca menunjuk pipi kaila yang terluka

Kaila menyentuh pipinya, dan melirik Ana yang sedang memperhatikannya dengan tajam.

"Ini?, Biasalah kucing gue nakal, trus pipi gue di cakar dehh"
Kaila  menutup pipinya dengan rambut yang sengaja dia gerai.

Ana memperhatikan kaila, tatapan nya seolah memberikan kebencian yang amat mendalam.
Kaila jadi sangat takut dengan Ana.

Waktu istirahat tiba. Kaila menunggu Kenzo datang ke kelasnya. Kaila sudah mengatakan tidak usah repot-repot untuk menjemputnya untuk ke kantin. Tapi, Kenzo takut  kaila akan celaka gara-gara Ana lagi.

Benar saja,  setelah semua orang keluar kelas, Ana mendekati kaila. Dan menggenggam tangannya kuat.

Kaila kaget sekaligus takut.
"Emm, Na, lo mau ngapain?" Kaila berusahalah melepas cengkraman Ana

"Lo masih ingat kan?, Kalo gue pernah nyuruh lo buat ngejauhin Kenzo?" Ana berbisik di telinga kaila.

Kaila melotot, tapi tak berani menatap Ana

"Gue mau lo harus jauhin Kenzo secepat nya!, Kalo gk, lo tau kan akibatnya apa?" Ucap nya lalu pergi dari kelas itu.

Kaila mengusap-usap tangannya. Ada tanda merah bekas Cengkraman Ana yang kuat.

Tidak lama setelah itu, Kenzo datang ke kelas kaila ingin menjemput. Padahal hanya ke kantin saja.

Kenzo melihat kaila tertunduk sambil memegangi lengannya yang tampak merah.

"Kai!" Panggilan lembut menyadarkan kaila, dia mendongak kaget, dia langsung menyembunyikan lengannya ke belakang punggung nya.

"I- iya?" jawab kaila mengedipkan mata.
"Ayo kita ke kantin" kaila berdiri dan langsung melewati Kenzo ke luar kelas

Kenzo bingung, apa yang terjadi dengan kaila. Biasanya tidak seperti itu. Kenzo tau, setelah Ana melewati kaila ingin masuk kelas, dia menatap kaila sinis.

"Ana ngapain kamu lagi?" Tanya Kenzo memegang lengan kaila yang memerah

"Dasar manja"

Kaila menepis tangan Kenzo
"Gak kok, di gak ngapa-ngapain aku" elak kaila
"Ini tadi cuma kesenggol meja doang"

"Kamu gamau jujur?" Kenzo menatap kaila serius.
"Apa kamu di ancem sama dia?" tatapan Kenzo mengarah ke Ana yang tidak memperhatikan mereka.

"Udah lah, gausah bahas itu lagi! Sekarang aku mau ke kantin"
Kaila pergi dan mengabaikan Kenzo

PILIHAN     Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang