Chapter 8

1K 66 46
                                    

Happy Reading 😉

***

"Maaf dengan nyonya Siska?" Tanya laki laki berperawakan tinggi tegap

"Yaa, saya sendiri"kata siska

"Saya dari bank ingin menyita rumah anda" kata pria itu

Bagai di sambar petir, tubuh Siska luruh kelantai

"B-bagaimana bi- bisa" lirih Siska

"Bapak Hiratama Meninggalkan Hutang yang begitu besar. Sekarang kosong kan rumah ini"

"Berapa hutangnya pak?" Tanya Siska

"Sebesar 200 Milyar. Bisa di cek sendiri" kata pria itu menyerahkan bukti bukti

"Saya ambil barang barang dulu" kata Siska

"Oke silahkan"

Setelah selesai, Siska dan diva akan pergi menaiki mobil tapi di cegah oleh pria tadi

"Ada apa ya?" Tanya Siska heran

"Anda pikir, Rumah saja sudah cukup untuk melunasi hutang suami anda? Itu belum cukup ! Bahkan Harga rumah ini pun belum separuh harga dari hutang bapak Hiratama"

"Lalu?" Tanya Siska

"Tinggalkan seluruh harta beliau seperti uang, handphone, mobil, dan perhiasan lainnya"

Siska dan diva langsung menyerahkan itu semua

Mereka sangat menyesal telah mengusir Vanny

Bukan karena Siska baik, bukan!

Vanny punya Mobil dan dua Motor. Siska bisa mengambilnya untuk keperluan sehari hari nya

Tapi, Vanny sudah pergi dan tak kembali lagi

Dan sekarang? Siska dan diva menjadi gembel

Ingat ! Karma is Real

"Biar Mampus. Mamam tuh harta papa" gumam Vanny cekikikan

Vanny melajukan mobilnya menuju Apartemen yang telah di belinya itu

***

Disekolah, Vanny dikejutkan dengan Sandra yang memeluknya erat

Vanny, Della dan Marsha mengernyitkan dahi

"Lo kenapa?" Tanya Vanny

"Hiks tolongin gue hiks hiks" kata Sandra

"Iya, Lo kenapa?"

"Gue udah nggak kuat lagi hiks hiks menjadi wakil hiks ketua osis hiks hiks"

"Kenapa?" Kata Della

"Gue selalu dibully, dicaci, dimaki hiks hiks. Yang bisa ngertiin gue hiks cuman Vanny"

"Yaudah mau apa Lo Sekarang?"

"Gue mengundurkan diri dari osis" kata Sandra penuh tekat

"Tolongin gue" lanjutnya

"Gue mesti ngapain?" Tanya Vanny bingung

"Bantuin gue ngomong sama Bu lidia"

***

"Apa kamu yakin Sandra?" Tanya Bu Lidia

"Sangat yakin" Sandra mengangguk kan kepalanya cepat

"Baiklah. Kita akan memilih wakil ketua Osis Baru" kata Bu Lidia final

"Ehh.. Bu lidia" kata Vanny tersenyum polos

"Ada apa Vanny?"

"Em.. kan Sandra mengundurkan diri boleh. Kalo sa-" belum selesai Vanny ngomong, udah di sela Bu Lidia

"Nggak Boleh. Kamu nggak boleh mengundurkan diri dari Ketos" kata Bu Lidia cepat

Vanny mengacak acak rambutnya frustasi

Tok tok tok

"Masuk"

Ada wanita paruh baya datang dengan kedua cowok dibelakang nya

"Permisi Bu" kata wanita tadi

"Oh ya silahkan duduk" kata Bu Linda

Vanny, Sandra, Della dan Marsha segera berdiri dan bersiap akan pergi

"Kalian semua kembali ke kelas. Kecuali Vanny" kata Bu Lidia

Mereka pun menurut dan kini tinggallah Bu Lidia, Vanny, Wanita dan kedua cowok tadi

"Begini Bu. Saya kemarin yang mendaftarkan kedua anak saya"kata wanita tadi

"Oh ini toh anaknya"

"Ho'oh buk.. Mon Maap ini saya ikutan nganter. Karna kedua anak saya ini nggak mau pindah Bu. Bandel dasar"kata wanita tadi

Vanny melongo melihat nya

"Semoga betah ya nak?"

"Saya Azril dan ini Ansel" kata salah satu cowok itu

"Yasudah. Saya permisi dulu ya" kata wanita itu diangguki Bu Lidia

" Vanny, antar kedua Siswa ini ke kelasnya"kata Bu Lidia

"Kelas mana ya Bu?" Tanya Vanny heran

"Kelas 11 MIPA 1"

"Lah.. kelas saya dong?" Tanya Vanny

"Sudah tahu pake nanya"

Vanny dan kedua cowok itu segera meninggalkan ruang kepsek

"Nggak sopan dasar"

"Lo cewek yang ngalahin gue kemarin kan?" Tanya Azril

"Ho'oh"

***

"Permisi Bu" kata Vanny didepan kelas

"Vanny masuk"

"Buk. Jan marah marah Napa. Saya bawa Makhluk baru loh. 2 biji" kata Vanny nyengir

Bu Cindy langsing menengok kearah pintu dan mendapati dua orang cowok

"Sembarangan kamu kalo ngomong. Ehh kalian masuk masuk"kata Bu Cindy

"Perkenalkan nama saya Bu Cindy mengampu mapel Bahasa Inggris. Silahkan perkenalan diri kalian"

"Cih. Sok iye" gumam Vanny

"Vanny?"

"Eh iya ibuk cantik" kata Vanny tersenyum polos

"Perkenalkan diri kalian"kata Bu Lidia

"Nama saya Stevanny Zydivandra Vransy bisa di panggil van-"

"BUKAN KAMU VANNY. DUDUK"

Vanny segera duduk di mejanya dan banyak juga yang mentertawakannya

"Diem lu semua. Gue hukum mampus"

Semua pada diem

"Perkenalkan saya Azril Pratama Anderlexs dan ini adek saya Ansel Zuran Anderlexs" kata Azril

"Silahkan duduk"

"KYAAAA Ganteng banget" teriak Della dan di tampol Vanny

"Kok gue ngerasa Adek kita ada di sini ya zril, bisik Ansel

"Ho'o gue juga

______________________________________

Holla Gengs

Jan Lupa Vote dan Komen Yess

Next,

This Is Love❤️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang