Hai..haii semuanyaaa
Jangan lupa vote yaa! Jangan jadi readers hantu yang baca tanpa terlihat jejaknya:v
Happy reading:*
≈
"Emang ya di dunia ini ngucapin kata maaf dan terimakasih termasuk hal yang mudah tapi sangat sulit dilakukan oleh orang gengsian kaya lo"
-Daniel Axton
-**-
Dessy terus menanyakan aku benar berpacaran dengan daniel atau tidak pertanyaannya sudah mencakup 5w+1H mulai dari when "Kapan lo jadian sama dia? "..where "Dimana dia nembak lo? ".. Who "Siapa yang nyatain perasaan duluan? Lo atau dia? ".. Why "Kenapa tiba-tiba lo bisa jadian sama dia? " dan yang terakhir How "Bagaimana cerita keseluruhannyaaaa elissaaaaa, cepet cerita sama gue" huhh dessy memang benar-benar cerewet.
Aku masih mendiamkan dessy yang masih terus menanyakan hal itu, tapi setelah di diamkan dia malah makin menjadi-jadi! Dia terus mengusikku mulai dari pelajaran dimulai, saat aku ke kantin, saat pulang sekolah, bahkan saat aku ke toilet pun dia mengikutiku dan menanyakan hal itu! Untung dessy sahabatku kalau bukan sudah aku sumpal mulutnya dengan tisu toilet.
Kini dia masih mengikutiku yang berjalan menuju halte bus.
"Elisaaaaa"
"Jawab gue kek!" muka dessy tampak sangat memelas meminta penjelasan dariku.
"Apa? " akhirnya aku membuka suara dan dia langsung tampak semangat lagi untuk menanyakan pertanyaannya padaku.
"Emang selama ini lo sering ketemu dia? "
"ya gitu deh" aku duduk di kursi halte begitupun dengan dessy.
"DEMI APAA? KAPAN? DIMANA? LO NGAPAIN AJA PAS KETEMU SAMA DANIEL? " Mulut dessy memang benar-benar kaya terompet ya! rang-orang langsung menengok ke arah kami, terlebih lagi masih banyak anak SMA Arwana.
"Bisa ga usah teriak? " aku memutar bola mataku sebal melihat tingkah dessy dan dia hanya nyengir kuda.
"Hehe sorry elissa cantik, abis gue terkejut terheran-heran tau"
"Next question"
"Berasa lagi acara Q&A aja ya"
"Emang! Udah buruan mau nanya apa lagi? Gua mau pulang tau"
"Sabar dong el"
"Bisa ga jangan panggil gue el? Berasa personil al el dul tau ga" dessy malah tertawa mendengar perkataanku, aku memang selalu merasa begitu kalau ada orang yang memanggil namaku dengan sebutan el doang! Seengganya panggil elis kek atau lisa gitu.
"Gue lebih Suka manggil lo el, soalnya kalo manggil lo dul lo kan bukan bedul" detik itu juga aku langsung menjitak kening dessy dan dia malah tertawa terbahak-bahak melihatku kesal.
Mobil angkot yang menuju arah rumahku sudah tiba di depan halte, aku langsung berdiri dan berpamitan dengan dessy.
"Yahh kan gue belum selesai wawancara el"
"Bodo amat! " aku langsung masuk angkot dan meninggalkan dessy yang cemberut. Rumah aku dan dessy memang berlawanan arah makanya kita tidak pulang bareng dan biasanya juga dessy selalu pulang bareng fernando, yaa maklum namanya juga bucin pergi pulang selalu bareng walaupun mereka beda sekolah.
Mobil angkot yang kunaiki masih menunggu penumpang penuh dan tak lama fernando datang menjemput dessy. Kalian mau tau kebiasaan kalau fernando dan dessy bertemu? mereka akan cipika cipiki, fernando mencubit pipi dan hidung dessy, fernando mengusap kepala dessy dan memakaikan helm ke kepala dessy yaa itulah ritual saat fernando menjemput dessy, Apalah dayaku kaum jomblo dan gagal move on.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daniels
Teen Fiction"Bumi itu berputar, bisa aja sekarang lo benci gua terus besoknya lo malah jatuh cinta sama gua" ucap Daniel "Kalo pun cowok di dunia ini cuma tinggal lo..gua tetep ga mau sama lo! Dasar daki badak" Geram Elissa "Lo cantik kalo lagi marah" "Lo makin...
