"Cewek tuh butuh bukti bukan cuma omongan doang, omongan tanpa bukti itu bullshit"
-Drio
🌹🌹🌹
Sudah 2 hari Elissa tidak Masuk sekolah karena ia sakit demam tinggi dan flu, dan sudah 2 hari pula Daniel seperti mayat hidup yang benar-benar tidak punya semangat dan selalu melamun. Tak disangka ternyata peran Elissa sangat berpengaruh dihidup Daniel, Daniel yang selalu ceria dan suka menjahili orang kini jadi lelaki yang pendiam dan tidak banyak tingkah.
Daniel juga banyak mendapat teguran dari guru-guru karena ia sering melamun pada saat jam pelajaran sedang berlansung, di depan Drio dan David pun ia hanya sesekali tertawa kemudian ia terdiam dan melamun lagi, saat jam istirahat pun ia lebih memilih pergi ke taman dari pada ke kantin padahal biasanya saat bel istirhat berbunyi Daniel lah orang pertama yang akan berlari menuju kantin.
Tapi sekarang tidak, ia hanya diam dan melamun. Seperti sekarang ia sedang duduk sendirian di taman sambil melamun, tubuhnya memang disini tetapi pikirannya terus tertuju pada gadis judes itu.
Banyak yang ia pikirkan terutama tentang bagaimana ia bisa meyakinkan Elissa kalau bukan ia yang melakukannya? Bagaimana caranya ia menemukan pelakunya agar Elissa tidak semakin membencinya? Dan bagaimana cara membuat Elissa mencintainya?.
"Boss, lo ngapain sih disini sendirian?" ucap David yang baru saja datang bersama Drio membuat lamunan Daniel buyar begitu saja.
"Lagi nyari ilmu," ucap Daniel asal.
"Njirrr serem," ucap Drio sambil menatap Daniel dengan tatapan ngeri.
"Ngilmu sama siapa lo boss? " tanya David.
"Sama kera sakti"
"Lagi bantuin kera sakti nyari kitab suci ya? " tanya David lagi.
"Bukan, nyari pisang katanya dia laper" ucap Daniel tetap dengan wajah datarnya, Drio dan David yang mendengar itu hanya tertawa tanpa membalas ucapan ngaur Daniel.
"Lo lagi galau ya?" tanya Drio.
"Hmm"
"Pasti karena Elissa cantik ga masuk sekolah kan? Lo kangen dia kan? Atau lo ngerasa bersalah udah gunting baju dia kan? " tanya David membuat Daniel menatapnya masam.
"Dibilang bukan gue yang lakuin itu!"
"Elissa mana percaya ucapan lo, buktiin ke dia lah boss," ucap David.
"Cewek tuh butuh bukti bukan cuma omongan doang, omongan tanpa bukti itu bullshit" ucap Drio sambil menaik turunkan alisnya.
"Gue tau, cuma gimana caranya? " tanya Daniel.
"Hmmm, gmana ya?" mereka bertiga diam tampak sedang berfikir.
"Gimana kalau kita bagi tugas, Gue selidikin di area kelas liat ada yang mencurigakan atau gak dan cari tau siapa yang benci sama Elissa dikelas, Daniel karena lo deket sama pak satpam jadi lo cek cctv" ucap Drio memberitahu rencananya kepada kedua sahabatnya itu.
"Terus tugas gue ngapain? " ucap David.
"Lo cari tau itu sidik jari siapa"
"Yeeehhh gila lo! Lo kira gue polisi" ucap David menoyol kepala Drio yang sedang tertawa melihat reaksi David.
"Gimana kalau gue cari tau pake indra ke 8 gue? "
"Indra ke 6! Gue gigit nih ginjal lo" ucap Daniel kesal.
"Haha, ya itu maksud gue" ucap David.
"Emang lo anak indihome? " tanya Drio.
"Indigo maemunah! " ucap Daniel kesal dengan kedua sahabatnya yang absurd itu, sedangkan kedua sahabatnya itu malah tertawa bahagia melihat kekesalan Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daniels
Teen Fiction"Bumi itu berputar, bisa aja sekarang lo benci gua terus besoknya lo malah jatuh cinta sama gua" ucap Daniel "Kalo pun cowok di dunia ini cuma tinggal lo..gua tetep ga mau sama lo! Dasar daki badak" Geram Elissa "Lo cantik kalo lagi marah" "Lo makin...
