Lisa memasuki kelasnya dengan senyuman tipis.Bagai ribuan kupu-kupu sedang beterbangan di dalam hatinya.
Bahagia.
Senang.
Itu yang Lisa rasakan sekarang.
Ia sudah mengatakan apa yang ia rasakan pada Kris.Mengatakan bahwa ia mencintai Kris, dan Kris pun sama mencintainya.
Yang harus ia lakukan sekarang bersama Kris hanya,
Berjuang.
Berjuang untuk membuat kedua orang tua mereka luluh.Dan mengatakan restu untuk keduanya.
Memang berjuang bukan hal yang gampang.
Tetapi apapun itu, mereka harus berjuang.Mengapa? mereka saling mencintai, tetapi untuk mendengar kata merestui dari kedua orang tua mereka sangatlah susah.Mengingat kedua orang tua mereka bermusuhan, itu tentu membuat Kris dan Lisa harus berjuang.
"Yak! anak baru,"
Lisa menoleh, dan menatap siswi yang sedang berdiri disamping nya dengan bingung. "Wae?"
"Kau mengikuti lomba apa saja?"
Tanya siswi itu.Terlihat dengan jelas jika raut wajah siswi itu melihatkan jika ia sedang mengejek Lisa.
"Semua kecuali memasak."Jawab Lisa seadanya.
"Kau tak bisa memasak? Jinjja?!.
Kau ini perempuan.Tapi kau malah tak bisa memasak.Ck.. ck.. "
"Memang apa urusannya denganmu?"Tanya Lisa datar.
Ia tak bisa jika membiarkan seseorang mengejeknya seperti itu.
"Wah.. wah... Putri Kwon sedang marah rupanya.. "
Sedangkan Lisa menanggapi siswi itu dengan raut muka datar.
Dasar tak punya kerjaan, batin Lisa. "Maumu apa, eoh?"Tanya Lisa.
"Mauku?. Hmm.. aku tak meminta sesuatu padamu.Dari awal aku hanya bertanya padamu."
"Niat bertanya atau mengejekku?"
"Mengejekmu?. Sejak kapan?"
"Sejak awal."Jawab Lisa singkat dan langsung melangkah mendekat kearah bangkunya.
Tapi baru 5 langkah, siswi itu kembali berbicara yang mengharuskannya berhenti melangkah.
"Yak! berani kau padaku?!.Kau tak tau aku siapa?"
Setelah mendengar ucapan siswi itu, Lisa membalikkan badannya dengan malas lalu menatap siswi itu dengan jengah. "Kau? tentu saja manusia."
"Yak! dasar!. Namaku Hwang Eunbi dan biasa dipanggil SinB."
Ucap siswi itu.
Sedangkan Lisa hanya menaikkan salah satu alisnya karena tak mengerti mengapa siswi itu tiba-tiba memperkenalkan diri. "Lalu?"
"Lalu? aku SinB, yang dikenal karena menyukai membully.Aku bisa membully mu bersama geng ku."Ancam SinB yang hanya ditanggapi Lisa dengan senyuman miring.
"Silahkan saja.Bully aku sesukamu.Aku tak takut.Apa kau tak tau fakta jika aku bisa bela diri?"Tanya Lisa dengan smirk nya.
Sedangkan SinB terlihat gugup.
Sejauh ini, ia tak pernah mengetahui fakta jika putri bungsu dari keluarga Kwon itu bisa bela diri.
"J-jinjja?"
"Hm."
"Ge-geure!.. Mianhe!"Setelah mengatakan itu, SinB melangkah cepat keluar dari kelas.Sedangkan Lisa hanya tertawa singkat.
"Mudah sekali kubohongi.Padahal aku tak bisa bela diri.Ck.. ck.. gila memang!"Ucap Lisa pelan.
Setelah itu, Lisa kembali melanjutkan langkahnya dan duduk dibangkunya.
Baru duduk selama 10 detik, teriakan dari dua siswa yang baru masuk di kelasnya membuat Lisa menatap kedua siswa itu dengan malas.
"LISA!"
Namjoon dan Suho segera berlari menuju bangku Lisa dan berhenti dengan nafas memburu. "Apa?"
"Kau kemana saja, eoh?!.Aku sudah bilang jangan kemana-mana!.Kupikir kau hilang!"
"Bagaimana jika Appa mu tau jika kita tak menjagamu dengan baik?!.Seharusnya tadi kau bersama kami saja makan dikantin.Daripada kami harus mengelilingi sekolah untuk mencarimu."
Lisa hanya tertawa sambil menatap Namjoon dan Suho yang sedang panik.Menurut Lisa itu lucu.Jadi, tak salahkan jika ia tertawa?
"Kau ini malah tertawa tak jelas."
"Kalian lucu saat sedang panik.
Aku disini, Oppa.Tak perlu menjagaku seperti bayi.Aku bisa menjaga diriku sendiri."
"Tapi---"
"Ya, ya, ya.. Ya sudah! sana keluar dari kelasku.Ini bukan kelas kalian."Usir Lisa.
"Oke.. tapi jika ada sesuatu, telepon kami."Ucap Suho yang hanya diangguki oleh Lisa.
Tapi baru 10 langkah, mereka kembali berbalik dan berdiri tepat disamping Lisa. "Kau sedang tak menyembunyikan sesuatukan?"
Tanya Namjoon menyelidiki.
Lisa menggeleng. "Kris bersekolah disini.Dan dia berada dikelas kami.Kau sudah bertemu dengannya?"Kini giliran Suho yang bertanya.
Lisa terdiam sejenak. "T-tidak.Aku belum bertemu dengannya.Untuk apa aku bertemu dengannya.Aku kan me-membencinya."Kata benci keluar dari mulutnya, dan itu membuat Lisa menunduk.Lisa harus bersandiwara untuk sekian kalinya.
"Kau membencinya, ya.. lalu mengapa tadi Kris mencium pipimu?"Pertanyaan dari Suho itu membuat Lisa mendongak lalu memegang lengan Suho dengan panik.
"Jangan! jangan beritahu Appa maupun Eomma.Kumohon.. "
Suho melepas tangan Lisa yang ada di lengannya dan menatap manik bulat Lisa dengan teduh.
"Aku tak bisa menutupinya.Aku harus memberitahu---"
"Jangan.. jangan pernah beritahu Appa.Jangan, Oppa.. "
"Lisa, ingat yang dikatakan oleh Appa mu untuk menjauhi Kris."
Ucapan Namjoon membuat Lisa mengingat kembali perkataan sang ayah yang membuatnya sedih.
"Oppa.. aku mencintai Kris,"
TBC
Lebih baik jujur yakan?
Jangan lupa Vote ama Comment.
See you next time.. Bye!~
KAMU SEDANG MEMBACA
Return, Love, Struggle, and Result
FanfictionKisah cinta seorang Kris Lee dan Lalisa kwon. Mereka bertemu kembali setelah 10 tahun berpisah. Lalu benih cinta mulai muncul. Perjuangan dan hasil. Bagaimana hasil dari perjuangan mereka?
