17:Togethers

211 17 0
                                        

Lisa menghela nafas sembari menatap pintu itu. Lalu mendorong pintu itu dan masuk kedalam. Melangkah mendekat kearah salah satu meja yang ada disana. Membungkukkan badannya singkat pada seseorang yang sedang duduk didepannya.

"Lisa? ada apa?"

"Aku.. ingin membatalkan semua lomba yang ku ikut---"

"Wae? bukankah kau pintar? lomba akan dimulai 5 hari lagi. Kau akan membatalkannya begitu saja? bukankah kau sendiri yang mendaftar ingin mengikuti lomba? tapi mengapa membatalkan semuanya?"

"Aku tau, Ssem. Tapi, kesehatanku---"

"Sudah kau periksakan kan?" Tanya Kim Ssem yang hanya diangguki oleh Lisa.

"Lalu mengapa kau membatalkan semua lomba yang sudah kau daftarkan?"

Lisa menghela nafas lelah. Memang ia salah sudah membatalkannya secara mendadak. Tapi, tak bisakah guru itu memakluminya yang sedang sakit seperti ini?. Lisa berfikir sejenak. Jika seperti ini, ya sudah. Ia harus tetap mengikuti lomba nya. Demi sekolah dan dirinya.

"Baiklah, Ssem. Aku tetap mengikuti lomba."

"Bagus. Tingkatkan belajarmu karena lomba akan dilaksanakan 5 hari lagi. "

Lisa membungkukkan badannya singkat lalu keluar dari ruangan guru itu. Diluar, sudah ada Sehun yang menunggunya.

"Kenapa kau disini?"

"Menunggumu. Mengapa kau disini?"

"Jangan banyak tanya. Ayo ikut aku ke perpustakaan."Ucap Lisa yang langsung meninggalkan Sehun.

.
.
.
.

Sehun menghela nafas lelah. 20 menit ia menunggu Lisa yang sedang sibuk membaca tanpa mempedulikannya. Ia menggeser tempat kursinya agar lebih dekat pada Lisa lalu mengamati buku yang sedang Lisa baca.

"Lama sekali."

"Benarkah? jika tak ingin menungguku, balik saja ke kelasmu."

"Tidak mau. Aku pindah kesini untuk menjagamu."

"Jika begitu, duduk dan diam."

Setelah itu, Lisa kembali fokus membaca beberapa buku yang ia ambil dari rak disana. Sangking fokusnya sampai tak sadar jika Sehun sudah tertidur dengan posisi kedua tangan dilipatkan dan menaruh kepalanya disana. Tetapi kepalanya tetap menuju Lisa yang berada di samping kanannya.

Lisa melirik Sehun sekilas lalu tersenyum tipis melihat wajah damai Sehun yang sedang tertidur.

Lisa menutup buku yang ia baca dan menaruhnya. Lalu ia memposisikan sama seperti Sehun. Tetapi kepalanya ia arahnya pada Sehun yang berada disamping kirinya.

Wajah mereka begitu dekat. Dan itu membuat Lisa sedikit gugup. Ia memandang wajah Sehun yang sedang tertidur itu dalam-dalam.
Lalu tetersenyum tipis.

Tampan.

Itu yang berada dibenak Lisa. Memang. Wajah Sehun tampan. Rahangnya, matanya, hidungnya, dan bibirnya semua tertata rapi di wajahnya.

"Sepertinya aku mulai menyukaimu, Sehun.."

"Kuharap rasa ini bertambah besar. Agar aku tak tersiksa lagi hanya karena Kris."

Setelah itu, Lisa mulai memejamkan kedua matanya. Dan sedetik kemudian, Sehun membuka kedua matanya. Menatap wajah damai Lisa didepannya.

"Perasaanmu padaku pasti akan bertambah. Kau hanya harus menunggu waktu. Dan aku, akan terus membantumu."

Batin Sehun yang lalu memejamkan kedua matanya kembali. Memang. Tadi ia tak tidur. Ia hanya memejamkan matanya. Belum sampai tertidur.
Dan hatinya senang hari ini. Karena, ia bisa bersama Lisa setiap jam. Sehun menyukai itu.

Return, Love, Struggle, and ResultTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang