11:Run

243 19 0
                                        

Langkah kaki Kris terdengar di koridor sekolah itu. Kris berlari mencari kekasihnya di setiap inci sekolah Gold High School. Tetapi 20 menit ia mencari, ia sama sekali tak melihat Lisa. Langkah Kris berhenti dengan nafas memburu. Lalu berbalik dan melihat kedua sepupu Lisa yang sedang berjalan santai. Ia pun berlari menuju mereka berdua.

"Ada apa?"Tanya Namjoon pada Kris yang berdiri didepan mereka dengan nafas terburu-buru dan keringat yang sudah mengucur.

"Lisa dimana?"Tanya Kris dingin.

Setelah mendengar pertanyaan dingin dari Kris, Suho menepuk bahu Kris lalu meremasnya dengan kuat. Dan tatapan tajam Suho beradu dengan tatapan datar Kris.  "Kau sungguh kejam."

Kris menaikkan salah satu alisnya. Tak mengerti yang diucapkan oleh Suho. "Maksudmu?"

"Karena kau, Lisa dimarahi habis-habisan oleh Appa nya. Dan karena kau, Lisa harus dirawat dirumah sakit. Kau---"

"Lisa sakit?"

Suho tak menjawab pertanyaan Kris dan melanjutkan ucapannya yang terpotong. "Kau kejam, Kris. Lisa rela membelamu sampai-sampai ia dijodohkan paksa oleh orang tuanya. Kau membuatnya tersiksa. Kau tau, Kris? semalam ia sudah ditampar habis-habisan oleh Appa nya. Dan membuat pendarahan di hidungnya kambuh. Dia sering menangiskan saat dipelukanmu?. Kau kejam, Kris. Sungguh. Lisa seorang yang rapuh. Kau tak tau itu?"

Setelah mengatakan itu, tangan Suho yang tadi berada di bahu Kris sekarang menjauh. Melipatkan kedua tangannya di depan dada sembari menatap Kris nyalang.

Kris menunduk. Sebegitu keras kan perjuangan Lisa? ia tak bisa mengira jika Lisa sampai masuk rumah sakit karena dirinya. Rasa bersalah mulai muncul. Air mata jatuh dari kedua mata Kris, lalu ia menghapusnya.

"Lisa terlalu mencintaimu, Kris. Kadang aku kasihan saat ia mengigau menyebut namamu saat tidur. Ia rela melakukan semuanya demi kau. Meski ia mendapat amukan dan tamparan, ia tetap berusaha untuk membuat orang tuanya merestui kalian. Kau memang beruntung mendapatkan hati Lisa. Dia terlalu baik. Jadi, ku harap kau bisa menjaganya dengan baik."
Kini giliran Namjoon yang berbicara.

"Kau tau juga, Kris? tadi malam ia mencoba membunuh dirinya sendiri."Ucapan dari Suho itu membuat Kris mendongak spontan.

"Aku sudah mengatakan padamu. Lisa seorang yang rapuh. Ia lelah dengan hidup nya yang penuh sandiwara. Mulai dari bersandiwara untuk membencimu, bersandiwara pada teman-teman Jiyong, dan masih banyak lagi. Kau tau mengapa ia sering tersenyum? karena itu cara untuk menutupi perasaannya. Perasaan lelahnya. Apa kau tak kasihan pada kekasihmu? Lisa lelah dengan hidupnya. Bagaimana jika tadi malam percobaan bunuh dirinya berhasil? bagaimana jika ia meninggal? kau tak pernah mengerti perasaannya. Kau kejam, Kris! sungguh!"Maki Suho sembari menahan amarahnya.

"Kau hanya mampu memeluknya. Kau tak mengerti perasaannya. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Dengan cara menciumnya? memeluknya? menjadikannya kekasihmu? hanya itu?!"

Namjoon mengelus bahu Suho yang mulai emosi. "Suho, kau terlalu berlebihan."Ucap Namjoon pada Suho. Yang membuat Suho menghirup udara dalam-dalam, untuk mengontrol emosinya.

"Katakan dirumah sakit mana."
Ucap Kris.

.
.
.
.

Kris berlari dikoridor rumah sakit dengan terburu-buru. Masih memakai seragam, ia berlari melewati orang yang berlalu lalang. Sampai-sampai ia tak sengaja menabrak, dan membuatnya meminta maaf.

Ia harus menemui Lisa sekarang.
Suho mengatakan jika Lisa sedang koma. Dan itu tentu membuat Kris panik dan khawatir. Padahal itu hanya kebohongan. Suho memang suka melebih-lebihkan. Dan dengan bodohnya Kris mempercayai ucapan Suho itu.

Langkah kaki Kris berhenti tepat di depan pintu ruang rawat nomer 457-B VVIP.
Ia menghirup udara dalam-dalam, untuk menstabilkan nafasnya. Lalu mendorong pintu itu, dan melihat Sehun dan Lisa disana. Hanya mereka berdua disana.

Terlihat Sehun sedang mengelus pucuk kepala Lisa yang sedang terpejam damai. Kris hanya tersenyum miris. Melihat betapa pedulinya Sehun pada Lisa. Tak seperti dirinya.

Sehun menoleh dan menatap Kris yang sedang berdiri menonton mereka. Lalu Sehun berdiri dari duduknya dan menghampiri Kris yang tak jauh dari ia berdiri.

"Kris,"

"Sehun,"

Mereka berpelukan singkat. Mengutarakan kerinduan mereka selama 1 tahun ini yang sudah tak pernah bertemu. Mereka melepaskan pelukan itu, lalu tersenyum tipis.

"Kau, yang dijodohkan dengan Lisa."Tanya Kris sembari menatap Lisa yang sedang terpejam.

"Iya. Aku pernah bilang padamu jika aku menyukai seseorang dan memendam nya selama satu tahun. Kau ingin tau siapa dia? dia Lisa. Lalisa Kwon."Ucap Sehun sembari menatap Lisa.

Sakit yang ia rasakan dihatinya. Sahabatnya menyukai Lisa dan akan dijodohkan dengannya. Sedangkan ia? tak seberuntung Sehun.

"Sehun, bisakah kau menjaga Lisa untukku?"

"Tentu. Memang kau mau kemana?"

"Pergi."

Return, Love, Struggle, and ResultTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang