02 ; Drive Morning

1K 115 4
                                        

"Tuan muda maaf menganggu anda, tapi di depan ada seorang gadis yang sedang menunggu tuan muda, katanya dia teman tuan muda" Jisung segera menghabiskan sarapannya saat mendengar ucapan salah satu pelayan di rumahnya.

"Oh, Kau akhirnya bisa punya pacar setelah sekian lama ya" Ucap Mr. Park kepada anak semata wayangnya

"Ck', cuman temen Pa bukan pacar tapi ngga tau ke depannya nanti"

"Kenapa tidak langsung kau jadikan pacar saja, lalu nanti kau coba bunuh lagi seperti pacar mu yang dulu" Ucap Mr. Park lalu di akhiri dengan tawa yang menurut Jisung sangat menyebalkan

"Bagaimana kalau papa saja yang kubunuh"

Mr. Park langsung tertawa lagi mendengar ucapan putra semata wayangnya itu. "kau bisa membunuh papa setelah papa melihat mu menikah Jisung"

"Tenang saja, aku tidak akan jomblo seumur hidup hanya karena rumor sampah itu Pa, di luar sana masih banyak gadis yang mau bersamaku sekalipun mereka tau aku seorang psikopath" Ucap Jisung sambil tersenyum meremehkan.

"Cih, kau memang mewarisi sifat mama mu"

Jisung hanya tertawa menanggapi ucapan sang Papa, dan setelah itu ia langsung berlari menuju keluar rumahnya.

Saat sudah berada diluar Jisung melihat Yuna yang sedang memainkan ponselnya. Tanpa Jisung sadari sebuah lengkungan senyum perlahan terbentuk di bibirnya.

"Lo ngga lama nungguin gue kan?" Tanya Jisung pada Yuna yang masih fokus pada benda pipih yang dipegangnya.

"Apanya yang ngga lama!, gue hampir aja lumut-lumutan gara-gara nungguin lo dandan njir!" Ucap Yuna terdengar dari nada suaranya dia sedikit kesal menunggu Jisung.

"Dih apa-apaan! Gue ngga dandan ya!"

"Dih ipi-ipiin! Gui nggi dindin yi!. Udah lo ngga usah bacot mending kita buruan ke sekolah, gue lagi malas masuk ruang BK cuman karena terlambat" Ucap Yuna lalu menarik tangan Jisung menuju mobilnya

"Woy ngapain lo narik tangan gue ke mobil lo, gue punya mobil sendiri Yun"

"Lo pikir ngapain gue datang kesini kalau bukan buat jemput lo"

"Ya tapi kan gue cowo, masa cewe jemput cowo"

"Ya terus kenapa? Ngga ada aturannya kan kalau cewe ngga boleh jemput cowo" Yuna terus saja menarik Jisung menuju mobilnya.

Saat mereka berdua sudah berada di samping mobil Yuna, Jisung tiba-tiba merebut kunci mobil yang berada di tangan Yuna.

"Karena gue cowo jadi gue yang nyetir" Ucap Jisung lalu menunjukkan Smirknya

"Tapi-"

"Ngga ada penolakan sayang"

Setelah mengatakan itu Jisung segera masuk ke mobil dan meninggalkan Yuna yang terus mengumpat tak jelas karena ucapannya barusan.

Rumor Has ItTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang