"Makasih ya Lin udah bantuin gue" Ucap Yuna setelah mengambil dua video tadi dari ponsel Guanlin memindahkannya ke ponselnya sendiri.
"Oh iya kita belum pesen minuman nih, gue yang traktir deh sebagai rasa terima kasih"
"Dih tumben lo mau ngeluarin duit, biasanya kalau kita jalan bertiga sama Sungchan lo yang paling anti ngeluarin duit" Ucap Guanlin sambil tertawa ringan
"Heh mana ada gue juga pernah kali ngeluarin du—" belum sempat Yuna menyelesaikan ucapannya Guanlin tiba-tiba merangkulnya mendekat.
"Jangan ribut. Arah jam 3" dengan perlahan Yuna menolehkan kepalanya ke arah yang dimaksud Guanlin.
"Shit! Ngapain Jisung ada disini" batin Yuna.
Di arah jam 3 atau lebih tepatnya di pintu masuk Club ada Jisung bersama anggota dreamiez lainnya baru saja datang.
"Mampus gua anjir" Umpat Yuna
"Lo keluar lewat belakang Club ini aja, gue bakal ngawasin Jisung" Untung saja Guanlin cukup akrab dengan bartender disini jadi tidak akan sulit menelusup keluar lewat belakang Club.
"Lain kali deh gue traktir lu" Ucap Yuna
"Santai aja anjir" Balas Guanlin sambil tertawa ringan.
"Kalau gitu gue balik duluan"
Setelah Guanlin meminta bantuan bartender disana, Yuna akhirnya bisa keluar dari Club lewat jalur belakang dengan dituntun oleh bartender tadi.
"Makasih atas bantuannya" Ucap Yuna pada bartender tersebut sambil sedikit membungkuk.
"No problem girl"
Setelah itu Yuna langsung melangkah menuju tempat mobilnya terparkir
"Untung gue bisa kabur" gumam Yuna saat ia sudah berada didekat mobilnya
"Kabur dari siapa?" Tubuh Yuna seketika meremang ketika mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya.
"Woy siapapun tolong gue!" batin Yuna
"Kamu mau kabur dari siapa?" Yuna membalikkan tubuhnya dan mendapati Jisung menatapnya dengan tatapan dingin.
Aura Jisung sekarang lebih menyeramkan dari pada saat di cafe
"Eh itu... bu-kan kabur, maksud aku... itu..." Yuna menelan ludahnya kasar, matanya bergerak gelisah, ia tak pernah merasa terintimidasi oleh seseorang seperti ini.
"Sial! Kenapa gue malah takut gini" batin Yuna
"Sini kunci mobil kamu!" Ucap Jisung tegas.
Dengan perlahan Yuna menyerahkan kunci mobilnya pada Jisung. "Aku yang nganterin kamu pulang"
"Eh terus mobil lo—eh maksud aku mobil kamu gimana?"
"Nanti dibawa pulang bang Haechan"
Dan tanpa menunggu lagi, Jisung masuk kedalam mobil Yuna disusul oleh gadis itu juga. Kemudian Jisung mulai melajukan mobil Yuna keluar dari area Club.
"Mulai besok kunci mobil kamu aku sita ja—"
"Dih kok gitu, terus gu—aku ke sekolah pakai apa?!" Sewot Yuna
"Makanya dengerin dulu sayang" Yuna hanya berdecak kesal.
"Jadi mulai besok aku yang bakal antar jemput kamu"
"Gue ngga mau!" Jisung menghentikan mobil secara mendadak ketika mendengar penolakan keluar dari mulut gadis disampingnya itu.
"Kamu bilang apa?!"
Yuna mendengus kesal ketika lagi-lagi Jisung menatapnya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi. Tapi kali ini Yuna tak akan terintimidasi.
Yuna menghela napasnya sejenak lalu menatap Jisung "Gue tau lo ngga suka kalau misalnya gue ketemu sama cowo lain tanpa seizin lo, tapi itu bukan berarti gue punya niat buruk. Harusnya lo tau kalau gue cuman sayang sama satu cowo dan itu Lo! Park Jisung. Jadi tolong jangan kekang gue, karena gue tipe orang yang ngga suka diatur!"
"Dan tentang hal yang gue kerjain bareng Guanlin lo bakal tau besok. Jadi sabar ya Jie" Ucap Yuna lalu mengelus pelan rambut Jisung membuat pemuda itu membeku ditempatnya.
"Ah sial!" Umpat Jisung dalam hati.
"Yun..." Panggil Jisung pelan pada Yuna
"Ap—"
Chup
Yuna membulatkan matanya ketika dengan kurang ajarnya Jisung tiba-tiba mengecup bibirnya.
"Hehehe, habisnya tadi kamu gemesin" Ucap Jisung dengan wajah polosnya.
"Ck' Tau ah ngeselin!" Yuna memalingkan wajahnya yang memerah akibat Jisung. Benar-benar definisi orang ngga ada akhlak. Tadi aja dingin sekarang malah jadi sweet, kan jadi gemes pengen sentil ginjalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor Has It
FanfictionOrang-orang membuat rumor itu karena mereka membutuhkan rumor untuk mereka konsumsi setiap hari; Tidak peduli rumor itu benar atau tidak -Shin Yuna [Dreamiez Universe]
