"Makanya tadi gue bilang pakai mobil gue aja ngga usah ganti pakai motor, banyak gaya sih lo! jadinya kita kejebak hujan kan," Gerutu Yuna pada pemuda di sampingnya itu
"Iya-iya gue salah, lagian mana gue tau kalau bakal hujan gini" Ucap Jisung
"Hadeuh, ya udah lah hujannya kita terobos aja"
"Eit, ngga bisa gitu, nanti kalau lo sakit bisa gawat"
"Badan gue kebal sakit kok—akh bangsat kenapa lo cubit gue!?"
"Tadi lo bilang kebal sakit, tapi di cubit dikit aja udah kesakitan"
"Tapi ngga usah lo cubit juga lengan gue dodol"
"Ck' mending kita masuk kedalam kedai ini aja, siapa tau makanannya enak" Jisung lalu menarik tangan Yuna memasuki kedai makan yang mereka singgahi untuk berteduh
"Woah ternyata kedai ramen, ayo buruan pesan Jisung!" Sekarang gantian Yuna yang menarik Jisung untuk segera memesan makanan
"Tolong ramennya dua kak, yang paling pedas yaa"
"Eit bentar, nanti kita ngga bisa habisin ramennya karen kepedesan" Sela jisung sebelum pelayan tersebut menulis pesanan mereka
"Kita? Lo aja kali, gue tuh juaranya makan pedas," Ucap Yuna menyombongkan diri
"Enak aja, gue juga udah biasa kali makan pedas!" Sewot Jisung tak terima
"Kalau gitu gimana kalau kita taruhan. Selama makan ramen nanti yang tahan ngga minum sampai akhir bakal menang, terus yang ngga tahan pedas terus minum lebih dulu bakal kalah. Gimana lo mau ngga?"
"Yang menang bakal dapat apa nih?"
"Ehm apa ya... gimana kalau yang menang bakal di traktir sama yang kalah selama seminggu"
"Ok deal!"
Setelah sepakat untuk taruhan mereka lalu mencari tempat untuk duduk. Beberapa menit kemudian pelayan kedai tersebut datang memberikan ramen pesanan mereka
Pertarungan sengit memakan ramen pun akhirnya di mulai dan pertarungan itu berujung dengan kekalahan Jisung.
"Woy anjir gue udah ngga tahan lagi! Ini ramen apaan nih, pedes amat buset!" Ucap Jisung lalu langsung menyambar air botol mineral yang sudah mereka beli beberapa saat yang lalu
"Yes gue menang, yuhuuuu di traktir seminggu di kantin, ihiy, ye ye ye nananana" Yuna berteriak kegirangan setelah memenangkan taruhan mereka
Sementara itu Jisung terus menatap Yuna dengan tatapan datar "Cih baru segitu aja udah seneng banget lo"
"Suka-suka gue lah, wleeee. Iri bilang boss"
Sudahlah Jisung tidak akan menang melawan Yuna, jadi dia memutuskan untuk segera keluar dari kedai ramen tersebut
Yuna yang melihat sikap Jisung yang seperti itu, langsung menyusulnya keluar
Saat sudah berada di luar Yuna dengan jahilnya terus menggoda Jisung "Cieee yang kalah, ihiy. Ngga usah ngambek lah"
"Gue ngga ngambek ya!"
"Ah mosok sih"
"Ck', ayo pulang hujannya juga udah reda"
"Eh tapi lo ngga ngambek kan Ji?" Tanya Yuna karena sedikit cemas dengan perubahan sikap Jisung
"Gue ngga ngambek, udah ayo pulang"
"Ay ay captain" Jisung tersenyum melihat Yuna yang sangat bersemangat, tanpa sadar dia sudah menaruh hati pada gadis itu, gadis yang baru saja di temuinya 2 bulan yang lalu.
"Apakah kali ini gue di beri kesempatan lagi untuk melindungi seseorang?, tapi kenapa gue ngga yakin...." - Jisung
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor Has It
Fiksi PenggemarOrang-orang membuat rumor itu karena mereka membutuhkan rumor untuk mereka konsumsi setiap hari; Tidak peduli rumor itu benar atau tidak -Shin Yuna [Dreamiez Universe]
