03 ; Rumor being a Rumor

727 100 1
                                        

"Eh lihat tuh siswa baru, berani banget dia deket sama Jisung, mau mati kali ya"

"Dia kan belum tau siapa Jisung sebenarnya"

"Yah tapi seharusnya dia udah tau soal rumor yang beredar"

"Jangan-jangan dia di bayar sama Jisung biar nempel terus"

"Ih mirip jalang dong. Hahaha"

"Ah masa di bayar sih, gue denger siswa baru itu dari kalangan atas juga"

"Yah kan tetep aja Jisung lebih di atas"

"Iya ju-"

Byuuur

Dua orang gadis yang sejak tadi membicarakan Jisung dan Yuna tiba-tiba terkejut saat Yuna tiba-tiba saja datang dan menumpahkan minuman sodanya di atas seragam salah satu gadis tersebut.

"Kalau mau bicarain orang tuh di depannya langsung, jangan jadi pengecut" Ucap Yuna lalu meremukkan kaleng soda yang ada di tangannya membuat seisi kantin menatapnya dengan banyak jenis tatapan yang berbeda. Bahkan saat ini beberapa siswa sedang merekam momen tersebut.

"Kalau nyebarin rumor tuh yang sesuai fakta njir, ngga usah nyebarin rumor sampah" Setelah mengatakan itu Yuna pergi meninggalkan kedua gadis tadi yang menatapnya geram.

Yuna terus menyusuri koridor sekolah mencari seseorang yang sejak tadi tak menampakkan batang hidungnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menuju ke perpustakaan, tapi tentu bukan untuk belajar tapi untuk bolos.

"Huh perpustakaan memang tempat paling adem" Ucap Yuna saat sudah berada di dalam perpustakaan. Ia lalu mencari tempat duduk yang pas untuk tidur.

Akan tetapi tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Yuna dari belakang membuat Yuna refleks berbalik melihat orang tersebut.

"Ck' lo dari mana aja, gue cariin lo dari tadi dodol" Ucap Yuna pada Jisung-Orang yang menepuk bahunya tadi.

"Hehehe, tadi gue ketiduran di perpustakaan, pas gue mau keluar gue lihat lo masuk jadi gue ngga jadi keluar deh"

"Oh, ya udah sana masuk kelas lo, gue mau bolos di sini" Yuna langsung mendorong bahu Jisung untuk segera keluar dari perpustakaan.

"Ngga mau, gue mau ikut lo bolos juga" Ucap Jisung sambil menampilkan cengirannya.

"Ngga usah! sana lo balik ke kelas" Yuna terus saja mendorong bahu Jisung untuk keluar dari perpustakaan.

"Ngga mau Yunaaaa"

"Gue gebukin lo kalau ngga mau masuk kelas" Yuna sudah mengambil posisi untuk memukul Jisung, tapi dengan jahil nya Jisung melangkah maju dan membuat tubuh mereka hanya berjarak sejengkal.

"Woy lo ngapain mepet ke gue njir, mundur-mundur sana" Jisung seakan menulikan pendengarannya dan terus maju sehingga membuat Yuna terus melangkah mundur untuk menjaga jarak.

"Woy dodol gue bilang ngga usah mepet-mepet njir!" lagi-lagi Jisung tidak mempedulikan ucapan Yuna dan terus melangkah maju sedangkan Yuna sudah tak bisa melangkah mundur lagi karena punggungnya sudah merapat dengan salah satu rak buku yang ada di perpustakaan.

"Ish lo ngapain mepet-mepet sih dodol!" Sewot Yuna pada Jisung yang tak berhenti menatapnya. Lalu sedetik kemudian tangan Jisung merogoh saku rok sekolah Yuna yang di dalamnya terdapat kunci mobil Yuna

"Hari ini kita bolos sekolah di luar aja kuy!" Ucap Jisung sambil tersenyum jahil, lalu setelah itu dia segera menjauhkan diri dari Yuna.

"Bentar-bentar, jadi.... tadi lo mepet-mepet cuman buat ngambil kunci mobil di rok gue?" Tanya Yuna dengan ekspresi cengo, ia tak percaya dengan apa yang barusan di lakukan Jisung.

Sedangkan Jisung langsung mengangguk mantap sebagai jawaban.

"KALAU GITU LO BISAKAN MINTA AJA LANGSUNG ANJIR, NGGA USAH MEPET-MEPET SEGALA!"

"Hehehe, habisnya gue suka lihat muka lo merah-merah gitu"

"Apa lo bilang! Coba ulangin lagi!"

"Bercanda sayang"

Bugh

"Makan tuh sayang lo" Yuna memukul lengan Jisung membuat Jisung meringis kesakitan, dan setelah itu Yuna langsung meninggalkan Jisung yang masih mengelus lengannya yang kesakitan.

"Buset tenaganya udah kayak buldoser aja" gumam Jisung lalu segera menyusul Yuna keluar dari perpustakaan.

Rumor Has ItTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang