Chapter 17

1 1 0
                                        

Aubree sedang melakukan pemanasan bersama Rachel dan Sammy ketika tiga orang cowok menghampiri mereka. "Hi girls." Dengan terpaksa mereka menyapa balik. "Hi." 

Aubree kesal karena Callum sedang pergi latihan football, ia risih melihat para laki-laki menjadi tidak segan mencari perhatiannya. Apalagi kelas olahraga selalu di gabung walaupun berbeda guru, tambah banyak buaya dan harimau berkeliaran. Tidak ada Callum berarti tidak ada pelindung, bahkan Sammy dan Rachel terkadang ikut berlindung di balik Callum.

"Aubree, do you want to eat lunch together." Tanya teman sekelasnya, yang bernama Gary.

Aubree meliriknya sekilas, "No thanks."

Caleb dan Ezzy yang berbeda jurusan dengan mereka memiliki jadwal olahraga di hari yang berbeda, kalau tidak pasti sudah ada pelindung ke-dua. Seperti di SMP dulu, Callum akan menitipkan mereka kepada Caleb dan Ezzy jika sedang ada latihan football. Jessy dengan sikap bar-barnya pun bisa di minta tolong kadang-kandang.

"Oh come on, just once. We get to know each other." Bujuk Gary lagi, kali ini dia dengan berani berdiri di samping Aubree.

Aubree mulai kesal, "I said no." Jawabnya lebih ketus.

"Jangan jual mahal dong, kamu gak punya pacar kan?" Gary tanpa segan menyentuh lengan Aubree.

"Don't touch me!" Aubree melangkah menjauh, tapi Gary belum menyerah. Ia mengikuti Aubree dan menarik tangannya.

"Just once, Callum is not here."

"Can you stop it? She said no." Rachel menyentak tangan Gary hingga pegangannya ke Aubree terlepas.

"What's wrong with you Gary." Sammy meliriknya sinis.

"What's wrong with you girls. Nowadays you are so hard to reach." Timpal James, salah satu komplotan Gary.

"We just want to know each other. Theres no other time if Callum is here." Harry, teman sekelas Callum berujar. Sepertinya dia yang mengabari Gary bahwa Callum tidak masuk kelas hari ini.

Aubree sudah sangat muak mendengar ocehan mereka. "Yeah right, you know why? Because we have the right to choose who we like. And it's none of you three." Ujarnya sinis.

"Whoah, slow down girl. You've got a spicy lip there." Mereka sepertinya belum pernah di tolak mentah-mentah oleh perempuan. Belum juga pernah kena judes nya Aubree.

"Goodluck finding your sweet lips princess." Aubree memberi jari tengah sebelum beranjak dari sana, diikuti oleh Rachel dan Sammy yang juga melakukan hal yang sama.

Mereka melangkah ke tengah lapangan dimana Mr. Berrie sang guru olahraga dari tadi berteriak menyuruh semua murid berkumpul. "We've got a football match coming up. So Mr. Robert and I have to make sure the team got the best practice. We will not have class today, I'm really sorry, but since I can't leave you all like this. Mrs. Ronald will look after you at the library." Mr. Berrie menjeda sejenak.

"You will not be allowed to wander around the school and must stay at the library until the bell for the next class ring. Is it clear?" Semua murid mengangguk.

"Good." Mr. Berrie melihat sekeliling dan berhenti di Aubree. "Kerrin Fawke?" Aubree mengangguk, menatap penasaran mengapa namanya dipanggil.

Mr. Berrie tersenyum dan mengangguk, "I hope you can watch this match, it's really important to us if we win." Aubree melongo tidak mengerti. Belum sempat bertanya maksud ucapannya, Mrs. Ronald sudah datang untuk menjemput.

Hi! MateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang