Jangan sia-siakan waktu yang kamu punya. Gunakan waktumu sebaik mungkin untuk orang-orang tersayang.
🌻🌻🌻
Happy Reading
Key langsung masuk ke dalam rumah setelah melepaskan kedua sepatu sekolahnya. Namun, di dalam dia seperti mendengar suara yang sangat familiar. Apakah bener yang dia duga?
Ketika Key sampai di ruang tamu, dia sangat tercengang melihat seseorang yang sedang duduk di sofa. Key langsung berhenti seketika, dia seperti patung. Kakinya seakan mati rasa untuk sekedar digerakkan. Sekujur tubuhnya bergetar hebat melihat sosok yang ada di depannya.
Apakah dia bermimpi? Jika dia bermimpi tolong sadarkan sekarang juga. Karena bagi Key penampakan yang dia lihat di depannya ini seperti nyata.
"Kesheva," panggil sosok itu. Suara itu, suara yang sangat Key rindukan sejak lama.
Panggilan dari sosok itu belum menyadarkan Key.
"Key, ngapain kamu berdiri terus di sana?" tanyanya.
"Sini, enggak mau peluk Ayah?" tanya pria itu. Ya, sosok yang ada di depan Key saat ini adalah Ayahnya. Ayahnya yang telah kembali setelah beberapa lama meninggalkan mereka karena faktor pekerjaan Ayahnya yang sangat sibuk.
"AYAH!!" pekik Key histeris. Dia langsung berlari kepelukkan sang Ayah.
Dito langsung membalas pelukan putrinya dengan sangat hangat. Dia juga sangat merindukan putrinya.
Mamanya yang melihat itu langsung tersenyum. Dia merasakan senang karena Key bisa meluapkan rasa kerinduan kepada Ayahnya hari ini.
"Key, Ayah susah nafas," ucap Ayahnya yang kesulitan mengambil oksigen karena Key yang memeluk begitu kencang.
"Key, lepasin dulu," pinta sang Ayah
"Ish! Enggak mau. Key enggak mau lepas."
Dito sudah sangat hafal dengan perilaku putrinya yang satu ini. Masih sama. Selalu tidak bisa dibantah.
"Tapi, Ayah susah nafas Key," ucap Dito sekali lagi. Berusaha mencoba melepaskan pelukan putrinya.
"Ayah, ish! Kan Key rindu banget tau sama Ayah. Masa Ayah suruh dilepasin sih?" geram Key kesal. Dia tetap tidak melepaskan pelukannya kepada sang Ayah.
"Iya, tau sayang. Tapi, Ayah susah nafas ini. Kamu meluknya kencang banget. Mama kamu aja tadi enggak gini," ucap Dito kepada putrinya dan melirik istrinya yang terlihat tersipu malu.
"Berarti rasa rindu Key sama Mama, masih lebih banyak Key," jawab Key
"Iya, Mama kamu jahat memang!"
"Enak aja di bilang jahat." Winda menghampiri keduanya. Dia baru saja dari dapur membuatkan secangkir kopi untuk suaminya.
Dito langsung melepaskan pelukan mereka. Dia melihat putrinya semakin cantik setelah sekian lama dia tidak melihat putrinya ini.
"Makin cantik kamu, ya." ucap Dito memuji paras cantik putrinya itu.
"Iya, dong. Seperti Mamanya." jawab Winda penuh bangga.
"Fisik dan rupa anak itu diturunkan dari Ayahnya bukan Ibunya."
"Terus aku apa dong?"
"Kepintaran anak itu baru diturunkan dari Ibunya." jawab Dito
"Teori semacam apa itu?"
"Emang seperti itu faktanya sayang," ucap Dito kepada istri tercinta. Winda langsung terkesiap karena perkataan dari sang suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keysheva
JugendliteraturKeysheva Aldis.Gadis yang mempunyai sifat yang selalu ceria dalam kondisi apapun.Namun di balik sifat ceria nya ada kesedihan yang tersembunyi tanpa orang lain tau.Sekalipun itu sahabat nya sendiri. Hingga ia jatuh hati kepada seorang lelaki yang b...
