15. Lembaran Kosong

6 0 1
                                        


"Aku disini melanjutkan cerita ini, karena aku yakin bahwa cerita kita belum berakhir dan akan berlanjut. Karena aku disini masih sama. Selalu mengingatmu"
~RLdynt~

Selamat Membaca

***

(Riza's Pov)

{Sabtu, 25 April 2020}
Dear Dairy...

Ketika kata hati tak lagi bisa berkata
Ketika kalimat logika tak lagi bermakna
Apa ada pilihan selain bungkam?
Perasaan ini harus dibawa kemana?
Apakah dibuang? atau dikenang?
Dan kenangan ini harus di apakan?
Apakah dilupakan atau disimpan?

Aku dan kamu.... "KITA"
Jelas! Tak bisa bersama
Jauh dengan sendirinya, hilang dengan waktunya.
Semua harapan semu, semua harapan pupus.

Harapanku terlalu besar....
Perasaanku terlampau dalam...

Sampai pada saatnya
Semua itu hancur dalam sekejap.

~
Aku masih hanya terus bungkam... tidak tau harus apa, tidak tau harus bagaimana. Seperti yang aku bilang tadi, seperti itulah yang kurasakan.

Sejak kejadian di taman itu.. Aku dan Vian menjadi aneh. Seperti ada jarak di antara kita, saat bertemu dengan nya pun diriku seperti menolak kehadiran nya. Aku rasa memang belum siap.

Tapi di hati kecilku.... sungguh demi apapun, ingin rasanya aku mengatakan kepadanya bahwa aku sangat mencintainya, aku ingin bersamanya.

Memang lebay sih yaa... tapi itulah aku. Aku sendiri heran dengan diriku ini hahaha.

Aku menatap sendu buku harianku, membaca semua tulisan sajak yang ku buat dari hari ke hari. Aku tersenyum sendu ketika melihat tulisan diary ku pada tanggal 29 Februari 2020.

Bagaimana mungkin aku lupa, aku tidak pernah bisa melupakan hari itu. Hari dimana aku dengan jelas mencintai ka Vian, hari yang paling bermakna saat aku melihat betapa keren nya kaka yang satu itu dengan peralatan band nya.

Hmm ayolah aku mulai terbuai lagi dengan semua kenangan itu.
Aku membuka halaman demi halaman lagi, namun tiba-tiba terhenti ketika menatap sebuah halaman dimana disitu ada gambar sepasang pinguin lucu.

Pinguin perempuan berinisial R dan pinguin laki-laki berinisial V. Mereka terlihat berdiri berdampingan dengan tangan pinguin V yang menggandeng tangan pinguin R.

Terlihat sepasang pinguin yang saling bahagia...

Bagaimana bisa aku mendapatkan gambar itu di buku harianku? Aku sangat kebingungan dan berusaha untuk mengingat.

Ah! Benar saja gimana bisa aku lupa. Beberapa waktu lalu saat... Aku masih bahagia dan sangat dekat dengan ka Vian :) aku meminta adiku untuk menggambarkan sepasang pinguin dengan inisial R&V dan aku menempelkannya di buku harianku dengan rasa penuh gembira.

Dibawah gambar itu masih ada sisa ruang kosong, aku mengambil pena dan menulis sesuatu dibawah gambar itu.

"Mungkin saat ini kita memang belum bisa berdampingan seperti pinguin itu, dan kita masih belum saling menggenggam tangan dan berjalan bersama dalam satu tujuan.
Yang jelas...
Takdir akan menjawab semua tanya
Takdir tak pernah salah tempat
Takdir tak pernah salah dalam mempertemukan." ~Riza Lidyana

Aku hanya bisa tersenyum melihat tulisan yang aku tulis. Selanjutnya aku membuka lembaran demi lembaran sampai pada akhirnya aku sampai di lembar terakhir.

Lembaran kosong...

Yang masih belum aku tau akan ku tulis cerita apa nantinya..

Aku rindu menulis semua kebahagiaan tentang dirimu.....


To be continue.......

Welcomeback para readers.... terima kasih yang sudah membaca, jangan lupa untuk terus mengikuti cerita Lembar Sinopsis

Sesuai quotes di awal aku kembali untuk melanjutkan cerita ini, karena aku yakin cerita Riza&Vian belum berakhir dan akan berlanjut

Menurut kalian Riza itu bagaimana dan Vian itu bagaimana?? Silahkan comen yaa

Terima kasih....

Lembar SinopsisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang