"Kata hati, tak pernah berbohong tentang siapa yang ada di dalamnya. Perasaan, tak pernah dusta tentang apa yang dirasakanya. Meski sekuat apapun kau mencoba untuk mengabaikannya"
~RLdynt
***
"Rencana setelah lulus mau kemana mba?" Tanya Sharen saat mereka sedang duduk di taman dekat kantin.
"Hmm kemungkinan besar aku kuliah di London ren" jawab Riza yang membuat Sharen spontan terkejut.
"M-maksud mba, mau kuliah di luar negri? Haahftt" jawab Sharen sambil menghembuskan nafas dengan kasar dan tidak percaya.
"Iya ren tapi keputusan ada di tangan aku, apa aku bakal ngambil beasiswa itu atau stay di Indonesia aja"
"Berati mba bakal ninggalin Sharen dong"
"Kan kita masih bisa video call ren"
"Iya tapi kan mba tetep aja jauh"
"Terus ka Vian gimana?" Tambah Sharen
"Maksudnya gimana?" Tanya Riza yang sedang fokus dengan gagang sedotannya.
"Ck ck perasaan mba gimana sekarang ke diaa"
"Ga gimana gimana"
"Yakin?" Ucap Sharen sambil menyipitkan mata nya
"Hm yakin"
"Kalo misalnya dia udah punya cewe dan dia bakal nikah gimana?"
Riza terdiam sejenak sambil menatap piring yang berisi soto ayam.
"Hm ga tau" jawab Riza
"Kenapa ga tau mba?"
"Ya aku ga tau kalo nanti hari itu bakal gimana"
"Aku harap aku udah di London"
Jawab Riza dengan fake smile nya.
"Mba, reren begini karena peduli sama mba, dan ga mau mba terus-terusan sedih atau bingung sama perasaan mba sendiri"
"Mba harus buat keputusan atas perasaan mba sendiri. Dan mba harus selesaiin semuanya dengan ka Vian"
"Bukannya semuanya udah selesai dan jelas?" Jawab Riza
"Iya emang udah, tapi reren tau pasti masih ada yang mengganjal di hati mba. Maka dari itu mba harus clearin semuanya biar mba bisa keluar dari zona yang menyiksa diri mba sendiri"
"Reren tau meskipun mba ga cerita. Pasti perasaan dan hati mba bingung dan masih ada rasa sakit, juga berharap suatu kesempatan kedua dari ka Vian kan. Dan sampe saat ini mba masih cinta kan sama dia"
Riza hanya menunduk, yang dibilang Sharen memang benar. Sangat benar.
"Betul kamu."
"Semua yang kamu bilang tadi bener. Bahkan sampai saat ini aku masih ga pernah bisa lupain sedikit pun tentang dia. Dan perasaan aku masih sama seperti kemarin"
"Ga ada yang berubah sedikitpun"
Sharen hanya tersenyum dan mengusap bahu Riza. Memberikan kekuatan dengan harapan Riza merasa sedikit lebih baik.
"Maka dari itu mba, stop bohongin perasaan mba sendiri. Saatnya mba buat keputusan tentang hati mba."
"Jangan sampe waktu berharga mba terbuang karena terus berlarut dan tenggelam di tengah perasaan yang ga jelas"
"Yang mba sendiri ga bisa memahami itu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembar Sinopsis
Non-FictionRiza Lidyana gadis yang tidak pernah menemukan seseorang yang bisa benar-benar mencintai dirinya, ketika ia sudah hampir tidak percaya dengan adanya cinta. Takdir mempertemukan dirinya dengan Vian Fernand Pratama sosok laki-laki panutan yang baik. S...
