Selamat Membaca...
Flashback
6 bulan yang lalu....
Riza menggenggam erat rok panjang nya untuk menahan rasa gugup dan takut. Ia sedang berhadapan dengan kesiswaan dan staf konseling, bukan karena ia melakukan kesalahan atau melanggar aturan sekolah. Melainkan ia sedang di wawancarai oleh kedua guru yang bisa disebut killer, ralat; sangat killer tepatnya.
"Jadi apa kamu sudah tau apa maksud kami memanggilmu disini?"
"Maaf pak saya tidak tau kenapa saya di panggil, ada apa ya pak??"
"Apa kamu pernah merasa berbuat salah atau melanggar peraturan di sekolah ini?" Tanya pak Juan dengan datar.
Hati riza pun bergetar, ada rasa takut sekaligus gugup. Dan itu membuat ia susah untuk menjawab pertanyaan dari dua guru killer itu, riza ingin menangis saking takutnya. Ia pun mencoba membendung air matanya yang ingin terjatuh dan mencoba menjawab pertanyaan itu dengan tenang.
"Saya juga tidak tau pak,tapi yang jelas selama saya sekolah disini saya selalu berusaha menjadi murid yang baik dan menaati peraturan" ucap Riza lugas
"Kenapa tidak tau? Kamu tidak merasa bersalah?" Ucap Vian ketus
"Bukan begitu pak, saya hanya bicara yang menurut saya memang seperti itu" timpal riza yang mulai kesal dengan vian
"Kalau begitu tidak usah bertele-tele lagi langsung saja silahkan pak Vian untuk menjelaskan kepada Riza, supaya dya engga bingung dan grogi" Pak Juan mulai to the point
"Baik riza, jadi maksud saya dan pak Juan memanggil kamu disini yaitu karena kamu terpilih menjadi salah satu kandidat calon ketua OSIS. Selamat kamu telah dipercaya untuk menjadi salah satu kandidat orang yang akan menerima amanah dari sekolah" Pak Vian membuka suara
Riza tesontak kaget ketika tau ia dipilih menjadi calon ketua OSIS.
"Kenapa saya bisa terpilih pak??"
"Karena kami melihat kamu punya potensi untuk menjadi pemimpin OSIS, kami harap kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan tidak mengecewakan rasa percaya kami" ujar pak Juan.
"Baik pak, saya akan berusaha sebaik mungkin. Terima kasih kerena sudah memberi saya rasa percaya"
Riza sebenarnya tidak siap ketika ia dipilih menjadi calon ketua OSIS, tetapi karena ia punya pengalaman pernah memiliki jabatan itu ketika ia SMP ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang kembali itu. Ya! Riza ingin kembali mengukir prestasi dan belajar lebih jauh dalam organisasi.
"Bagus kalau begitu, masa kampanye akan berjalan selama 2 minggu. Setiap kandidat akan mendapatkan satu pembimbing untuk mempersiapkan semua keperluan selama kampanye."
"Dan kebetulan pembimbing kamu adalah pak Vian, ia akan membimbing kamu selama masa kampanye berjalan"
Gila sih pembimbing gw kenapa harus dya, gua udh kesel banget dari cara ngomong dya tadi. Batin Riza
"Yasudah kalau begitu kamu dipersilahkan untuk kembali ke kelas. Untuk lebih lanjut nya kamu bisa tanyakan ke pak Vian"
"Baik pak saya mengerti, terima kasih karena telah mempercayai saya. Permisi Assalamualaikum"
Setelah menyalami kedua guru nya riza keluar dari ruang kesiswaan dengan gontai ia berjalan menuju kelas nya. Lalu...
"Riza tunggu dulu..."
Riza menoleh ke belakang dan terkejut dengan seorang laki-laki yang berlari menghampiri dya. Pak Vian
"Karena minggu depan sudah kampanye jadi kita harus mempersiapkan nya dari sekarang yah, jangan sampai ada yang kurang. SEMANGAT RIZA!!!" Ucap Vian sambil mengangkat tangan yang mengepal tanda menyemangati.
"Iya baik, terima kasih pak" Riza langsung kembali ke perjalanan nya menuju kelas.
Dan Vian hanya memandangi Riza yang perlahan menjauh dan sedikit tersenyum.
****
Dua minggu ini Riza disibukkan dengan kegiatan kampanye pemilihan ketua OSIS, ia mendapat banyak dukungan dari teman-teman dan juga guru terutama pak Vian. Sejak adanya persiapan pemilihan ketua OSIS Riza dan Vian mulai akrab karena hampir setengah waktu ia habisi bersama Vian untuk mempersiapkan kampanye.
Tak bisa dipungkiri Vian memang orang yang ramah,asik,dan... perhatian. Tapi Riza berusaha untuk bersikap biasa saja ia hanya menganggap bahwa ia dan Vian hanya sebagai guru dan murid, tidak lebih. Riza hanya ingin terfokus pada prestasinya dan pemilihan ketua osis ini, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya.
"Riz ga kerasa ya besok udah pemilihan ketos, kamu jaga kesehatan ya jangan sampe sakit. Harus tetep semangat"
"Iyaa pak terima kasih ya bapak udah banyak membantu saya selama masa kampanye."
"Tidak perlu berterima kasih, itu memang sudah tugas saya. Dan satu lagi jangan panggil saya dengan ucapan bapak. Saya itu baru 4 tahun lulus dari sekolah ini"
"Siswa yang lainnya juga gak manggil saya bapak, cuma kamu doang tuh eh ada juga sih beberapa" Retceh sekali Viaan
"Jadi mulai sekarang kamu jangan panggil saya pak, panggil saya kak vian okeh" tambah Vian sambil mengacungkan jempol nya
"Emm baiklah saya turuti apa yang bapak inginkan. Ehhh kaka maksudnya"
"Nah baguss,ya sudah saya mau ke ruangan TU dulu yah mau ngadem. Semangat buat besok calon bu ketos"
Vian pun berjalan menuju ruang TU. Riza hanya tersenyum manis melihat kelakuan guru muda nya itu. Ya memang benar kalau Vian tak pantas dipanggil bapak, karena ia masih sangat muda dan baru 4 tahun lulus. Usia Vian dengan Riza pun tak beda jauh. Dan Vian tak pernah ingin dipanggil bapak atau diperlakukan sebagai guru. Ia ingin murid nya memperlakukan nya sebagai kakak dan teman. Itulah kelebihan seorang Vian Fernand Pratama.
"Kak Vian yaaah..." Senyum Riza penuh makna tersirat.
****
Panas matahari menghiasi lapangan SMK Grand School. Para siswa dan siswi sedang berkumpul di lapangan juga termasuk guru dan staf.
Yap. Karena siang ini akan ada pengumuman hasil pemilihan ketua OSIS periode 2019/2020 yang diselenggarakan secara online oleh pihak sekolah.
Para kandidat pun sedang berkumpul di tempat yang sudah di sediakan oleh panitia. Riza sedang duduk bersama Sharen ia adalah pasangan calon nomer urut 2, Sejak kampanye mereka jadi saling mengenal dan akrab karena banyak kesamaan pemikiran yang mereka miliki.
"Lama banget yah mbak pengumuman nya, udah panas banget ini duuuhh" keluh Sharen sambil mengibaskan dirinya dengan tangannya.
Akhirnya yang ditunggu pak Juan pun datang dan menaiki panggung untuk memberikan pengumuman hasil perolehan nilai pemilihan Ketua OSIS periode 2019/2020.
"Baiklah anak-anaku sekalian, hari ini kita semua telah menggunakan hak suara untuk memilih calon pemimpin osis yang di mana akan mengemban amanah besar yang di berikan oleh pihak sekolah."
"Setelah proses perhitungan hasil suara oleh panitia maka dari itu ini dia hasil perolehan pemilihan ketua OSIS SMK Grand School"
"Dan kita saksikan bersama hasil tertinggi perolehan suara jatuh kepada calon kandidat nomer urut 4 atas nama Riza Lidyana dengan perolehan suara 65%"
"Adapun untuk perolehan suara tertinggi kedua yaitu jatuh kepada calon kandidat nomer urut 1 atas nama Syidqi Aditya Malik dengan perolehan suara 35%"
"Maka dari itu berdasarkan hasil perolehan suara sudah di putuskan dan di saksikan langsung. Bahwa Ketua OSIS 2019/2020 adalah Riza Lidyana dan Wakil ketua OSIS 2019/2020 adalah Syidqi Aditya Malik"
Vian tersenyum memandang Riza dari jauh
"Aku bangga sama kamu Riza...."
TBC.....
HOLAAA gaisss.... gimana gimana penasaran kan kelanjutannya
Semoga kalian suka yaa dan ikutin terus cerita ini
Thankyuuuu
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembar Sinopsis
Non-FictionRiza Lidyana gadis yang tidak pernah menemukan seseorang yang bisa benar-benar mencintai dirinya, ketika ia sudah hampir tidak percaya dengan adanya cinta. Takdir mempertemukan dirinya dengan Vian Fernand Pratama sosok laki-laki panutan yang baik. S...
