"Awh.. Kok pusing banget ya?" Gumamku sambil memegangi kepalaku yang terasa begitu berat dan berdenyut nyeri.
Aku meringis sambil terus berjalan ke arah parkiran. Ini sudah waktunya pulang sekolah, dan kebetulan saja aku mendapat jadwal piket untuk membersihkan kelas sebelum pulang. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, koridor sudah sangat sepi dan beberapa kelas pun sudah terkunci rapat.
"Eunghh.." Aku melenguh karena sungguh kepalaku benar-benar sakit sekarang.
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku yang perlahan mengabur. Dengan nafas yang menderu aku semakin mempercepat langkahku yang sebenarnya sekarang aku sedang berjalan dengan sempoyongan.
Brakk..
Entalah aku tak tau apa yang terjadi, karena aku hanya bisa melihat seseorang berlari ke arahku dan memanggil-manggil namaku. Lalu semuanya menggelap.
"Wooseok?!"
....
"Wooseok?"
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dengan pelan saat mendengar seseorang memanggil namaku. Perlahan aku mulai membuka mata dan mencoba beradaptasi dengan cahaya yang masuk ke dalam penglihatanku.
"Seok?"
Aku menoleh dengan lemah menatap orang itu dengan bingung. "Gue dimana?" Tanyaku lirih karena aku sendiri pun merasakan tenggorokanku begitu kering.
"Syukur lo udah sadar," kata orang didepanku yang membuatku mengernyit bingung. Ku lihat ia segera meraih segelas air yang terletak diatas nakas lalu menyerahkannya padaku. "Minum dulu!" Katanya.
Aku pun mengangguk ragu, lalu dengan dibantu olehnya aku segera menegak habis air dalam gelas tersebut. Aku kembali menoleh ke arahnya, "Gue ada dimana Woo?" Tanyaku.
Orang yang tak lain adalah Seungwoo tersenyum tipis lalu mengusap pipi kananku dengan lembut, "Lo di rumah gue Seok, lo tadi pingsan di sekolah."
"Hah?"
Seungwoo mengangguk, "Untung gue tadi lihat lo, kalo enggak gimana coba?"
"Sekarang jam berapa?" Tanyaku yang mengabaikan pertanyaannya.
Seungwoo terdiam sebentar sambil berfikir lalu menatapku, "Jam delapan kayaknya."
"Malem?"
Ku lihat ia mengangguk, sementara aku dengan gusar segera turun dari ranjang yang aku yakini milik Seungwoo. Seungwoo dengan sigap menahan tubuhku, "Anterin gue pulang Woo!" Pintaku.
Sumpah aku sangat takut sekarang, bukan karena takut Seungwoo akan macam-macam denganku. Aku hanya takut jika Seobin dan keluargaku kelabakan mencari keberadaanku.
"Udah malem Seok, pulang besok pagi aja gue anterin toh mumpung libur!"
Aku menggeleng pelan, "Seobin pasti nyariin gue."
Seungwoo menggeleng lalu kembali tersenyum tipis, "Gue udah ngehubungin Seobin, gue bilang kalo lo pingsan di sekolah dan sekarang lagi di rumah gue. Dia bilang ya udah nginep aja dan dia juga nyuruh gue buat jagain lo soalnya lo rewel kalo lagi sakit." Ujarnya panjang lebar.
Aku hanya terdiam mencoba mencerna perkataan Seungwoo, "Tapi gue gak enak sama orang tua lo Woo." Kataku mencoba menolak. Bagaimanapun juga aku tetap merasa tak enak jika harus menginap di rumah Seungwoo, terlebih aku sedang tidak enak badan sekarang.
"Sans aja Seok, orang tua gue lagi keluar kota. Lo bisa tidur di kamar gue sementara gue bisa tidur di kamar mereka."
Aku terdiam, haruskah aku mengiyakan permintaan Seungwoo yang menyuruhku menginap karena hari sudah malam?
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Enough Ft. Wooseok On Focus
FanficCerita tak sesuai judul, minat ya baca, gak suka skip aja! Warn : Bxb! 18+! Start : 20/06/20
