09

17 3 0
                                        

Raja dibuat kepikiran oleh gadis itu yang menyapanya secara tiba-tiba ia pikir gadis itu hanya bisa berbicara datar dan cerewet kepada dirinya, namun semua dugaan itu telah di hapus dari isi otaknya sekarang. Raja bangkit dari kursinya dan berniat ingin pergi menuju rooftoff untuk menghirup sebatang kertas berisi nikotin yang akhir-akhir ini jarang ia gunakan.

Ia mulai menyenderkan kepalanya pada kursi yang berada di rooftof dan perlahan mulai menutup kedua matanya.

"Harus banget gue ngelakuin ini Li, May?" tanya Dara yang tak yakin, membuat kedua sahabat nya itu saling menatap dan meyakinkannya.

"Ish!" decak Dara

Dara, Maya, dan Lia kini berada di depan kelas Raja yang sepi akan penghuninya, hanya menyisakan si kutu buku saja. Dengan langkah yang berani Dara masuk kedalam kelas itu dan menanyai keberadaan bangku Raja yang ia tidak tau berada di bagian mana.

Akhirnya Dara menemukan bangku sasarannya itu, kemudian mulai meletakkan sebuah penghapus beserta kata-kata yang sudah ia selipi. Dara menyuruh orang yang ada disana untuk diam merahasiakan kedatangannya ke kelas tersebut.

Maya dan Lia pun bertos tangan melihat Dara yang berhasil menaruh benda itu di bangku sasarannya.

Mereka bertiga pun bergegas meninggalkan kelas Raja.

Dalam selang waktu beberapa menit anggota Black Valgos pada berdatangan menuju kelas Raja, namun sama sekali tidak menemukan cowok tersebut. Kemudian mereka beralih untuk pergi ke rooftof karena sebuah tebakan yang mengarahnya kesana.

"Udah gue duga lo disini." Ucapan cowok tersebut sontak membuat Raja membuka perlahan kedua matanya menetralkan cahaya matahari yang masuk ke sela-sela tempat itu.

"Ngapai lo sendirian disini? Jahat lo ga ngajak-ngajak"cibir Andrian.

Raja memutar bola matanya dengan males kesunyian pada dirinya harus terganggu dengan datangnya semua teman-teman geng yang membuat nya terkenal itu.

Rooftof yang awalnya sepi mendadak menjadi sebuah pasar malam dengan berbagai orang-orang aneh di dalamnya, termasuk Raja tentunya.

Andrian, Juna, Firman, Leon, Rayhan,
Sedang bernyanyi menggunakan gitar yang dibawa oleh Septian mereka menyanyikan sebuah lagu yang tak di ketahui penciptanya.

Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu
Selamanya
Aku pasti kan kembali
Pada dirimu.
.......

Begitulah sekilas lirik dari lagu yang sedang mereka nyanyikan. Setelah lagu itu habis mereka mengganti lagu selnjutnya.

Diantara beribu bintang
Hanya kaulah yang paling terang
Di antara beribu cinta
Pilihanku hanya kau sayang
Tak kan ada selain kamu
Dalam segala keadaanku
Cuman kamu ya hanya kamu
Yang selalu ada untuk ku.....

Di rooftof menjadi konser dadakan dari geng septian para jantan yang statusnya masih jomblo kecuali dengan Firman, dan Andrian yang sudah memiliki orang spesial.

"Ya ampun Raja, aku cariin kamu kemana-mana ternyata kamu disini." Dari belakang terdengar suara Viola yang sedang datang menghampiri Raja.

"Lo ga cape apa?" tanya Raja dengan datar.

"Ya engga lah demi husband Raja seberapa jauh aku mencari aku gak akan cape." jawab cwek itu dengan nada alay khasnya membuat semua orang yabg mendengarnya merasa geli dan jiji tentunya

"Oiya jadi kan pulangan ini kita ke restoran yang disuruh papa kamu?" tanyanya balik.

"Ga sudi datang," ucap Raja kemudian melepas paksa lingkaran tangan yang sedari tadi berada di lengannya.

"Kalau kamu ga datang aku bisa laporin ke papa kamu!" ancam Viola.

"Ga perduli" jawab Raja dengan acuh kemudian pergi ke posisi lebih jauh dari Viola. Saat Viola hendak menghampiri Raja yang menjauh itu pun terhenti ketika ada dua orang lelaki berbadan besar tengah mencegat tangannya untuk tidak menghampiri Raja lagi, mereka pun menyeret cewe tersebut keluar dari rooftof. Meskipun tadi Viola memberontak dan tak terima di usir oleh Raja, ia pun mengancam semua anak-anak yang ada disana termasuk kepada ke dua cowok berbadan besar yang telah menyeretnya keluar ia akan melaporkan ini ke kepala sekolah. Namun bukannya takut malah mereka smua menanggapinya dengan santai terlebih lagi seperti tidak ada yang di bawa serius. Karena andalan cewek itu yang selalu mengancem dengan hal yang sama.

Cowok itu adalah si kembar berbadan besar bernama Arya dan Aryo yang menjadi pengaman bagi Raja. "Makasih sob" ucap Raja yang kemudian kembali duduk ke kursi.

Bel pulangan berbunyi

Semua murid sudah berhamburan keluar kelas menyisakan anak Black Valgos yang masi setia menunggu Raja. Bahkan di saat menunggu Raja anak Black Valgos beralih profesi menjadi tukang parkir motor anak-anak sekolahan mereka.

Dari kejauhan terlihat cwok tinggi jangkung blasteran amerika-korea itu tengah berjalan mengarah ke kumpulannya, dan segera di sambut oleh mereka.

"Lama amet bro," cetus Juna.

"Biasa kepsek" jawab Raja.

Sementara saat ini Dara sedang menunggu jemputan dari Papanya yang tak kunjung datang, ia bisa menebak pasti papanya sibuk dengan meeting kerja dengan klien. Dara membuang nafas kasar dan mulai berjalan mencari pemberhentian taxi, namun dewi keberuntungan tak berpihak pada nya hari ini. Tidak ada satupun taxi biru yang melintas di jalan membuatnya mendengus kesal.

Dara pun mulai memperhatikan keadaan sekitar untuk menangkap sasaran yang akan ia minta tebengan. Netra Dara jatuh pada cwok yang sedang memimpin anggotanya itu siapa lagi kalau bukan Raja, Dara pun melambaikan tangannya ke cowok itu berharap ia melihat Dara di pinggir jalan.

Raja yang melihat pun menepi menghampiri Dara meninggalkan rombongannya.

"Gue mau nebeng boleh ya? Ya ya ya boleh pokoknya kalo lo diam aja berarti boleh" cerocos Dara namun sama sekali tak di respon oleh Raja.
"Okey lo masih disini dan lo ga jawab berarti iya, sip gue naik"

Dara segera menaiki motor gede berwarna hitam itu tanpa menggunakan helm, karena helmnya kini tengah di pinjem oleh kedua sahabtanya, siapa lagi kalau bukan Maya dan Lia?

Saat ini Raja kembali memikirkan cewek yang sedang ia tumpangi ini tanpa mengeluarkan sepatah katapun, sehingga sepanjngan perjalanan terasa hambar karena tidak ada yang memulai topik pembicaraan.

"Itu belok kiri," kata Dara saat mereka telah memasuki kawasan perumahan tempat Dara tinggal.

Dara dan Raja pun sampai dengan selamat, kali ini Raja membawa motornya dengan pelan karena tau keadaan saat memboncengkan cewek itu.

"Makasi De," ucap Dara dengan senyumnya, namun lagi-lagi hanya mendapatkan respon anggukan dan kemudian melesat menjauh dari perkarangan rumah Dara.

"Lo punya mulut tapi mager bicara, aneh!" gumam Dara dalam hati

RAJADARA✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang