Aku berbaring diatas sofa bersama dengan Haikal yang sedang bercumbu dengan Johan. Memang tidak tau tempat. Lohan tadi terpaksa pergi kekantor karena masalah disalah satu proyek baru mereka. Itu membuatku sange saat melihat Johan dan Haikal. Mana tangan Johan nakal banget masuk masuk baju Haikal. Ish.. pengin aku cekik.
Aku beranjak dari sofa itu, menuju balkon. Suasana mendung yang sama sekali belum terlihat tanda tanda cerah datang itu semakin membuatku sange. Lebih baik ngerokok ya nggak.
Aku ingat aku tak punya rokok dirumah ini. Beberapa kali aku berpikir harus keluar atau tidak, akhirnya aku memutuskan untuk...... tidak keluar.
Kemalasanku sudah menjadi jadi.
"Hm hm."
"Lu mau kemana, Kal?"
"Mau ke supermarket. Johan minta dimasakin hotpot. Sedangkan kita nggak ada bumbunya."
"Oh.. gue ikut!"
"Oke."
Kami berdua berjalan menuju supermarket terdekat dari apartemen kami. Supermarket ini saja tak bisa dibilang dekat. Berjalan kaki membutuhkan sekitar 15 menit baru sampai.
"Lo mau beli apa aja?"
"Gue mau beli bahan hotpot aja. Kalo lo mau beli apa terserah."
"Lu masakin kita bertiga hotpot aja. Gue juga mau."
"Cih.. lu bantuin gue."
"Iya iya ntar gue bantuin. Nanti pas keluar beli rokok."
"Iye. Sekalian beli se pack. Biar bisa nyebat di apart."
Urusanku dan Haikal di supermarket sudah selesai. Diperjalanan aku cukup gabut dan menyalakan satu rokok. Aku sadar jarak supermarket yang kita pilih lumayan jauh dari apartemen. Padahal didekat sana ada supermarket.
"Gua mau beli kopi, lo balik dulu aja."
"Okai!"
Aku berbalik ke supermarket dan membeli kopi instan yang langsung dibuat di supermarket itu dan juga membeli beer kesukaanku. Mix max exotic blue.
Aku tak tau beer apa yang johan dan lohan suka, aku hanya membeli yang aku suka. Btw mix max itu alkoholnya sangat kecil. Dan jarang membuatku mabuk. Nggak tau kalau haikal.
Aku membeli kurang lebih 15 botol. Aku baru sadar kalau botol ini sangat berat kalau dicpur jadi satu. Untung tas belanjanya bukan plastik.
Ah... males banget harus berjalan ke apartemen membawa banyak barang seperti ini, belum lagi satpamnya nanti pasti akan bertanya isi kantong belanjaju ini apa. Memang salah aku menyuruh haikal pulang dahulu. Semoga hotpotnya sudah jadi. Tak bermaksud untuk menghindar dari membantu haikal mrmbuat hotpot.
......
"Bukak!!"
Johan membukakan pintu untukku yang terlihat kesusahan membawa 2 kantong belanja dengan kopi yang sama sekali belum aku minum.
"Lo beli apa astaga, banyak banget."
"Gua beli beer," aku menaruh kantung belanjaku pelan pelan diatas sofa agar tak pecah baru aku keluarkan dan menatanya diatas meja. "Lo nggak tau ye anjir, capek banget bangsat. Hah.. hah.. hah.."
"Kan ada lift," ucap haikal yang masih mendidihkan hotpotnya.
"Liftnya lagi di servis. Lo gua telfon dimana sih?"
"Gua buat hotpot."
"Gua ngomong sama johan!"
"Oh.. gue.." johan terdiam berusaha mencari excuse untuknya supaya selamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And My Twin Boyfriend
RomanceRehan? Hmm.. nggak jarang orang benci padanya karena sikapnya yang seenaknya. Kadang guru tak jarang geram karena sikpanya yang entah turun siapa. Tapi rehan pun tak jarang disukai banyak orang karena keimutannya. Rehan pun pernah dengan sengaja iku...
