Beberapa waktu berlalu setelah ini-bukan-kencan Tay dan New, tidak ada respon sama sekali dari Tay tentang keseriusan New yang ingin mendekati pria itu. Bahkan di dalam kelas pun Tay bersikap ketus seperti biasanya, ini membuat New berpikir kalau Tay mengabaikan dirinya.
Namun hal ini gak bikin New menyerah begitu aja, keinginannya yang menggebu dan rasa gak tau malunya membuat New menyiapkan berjuta langkah untuk meluluhkan hati seorang Tay Tawan.
Salah satu caranya adalah memperbaiki record perkuliahannya yang di cap jelek oleh Tay. Gak salah sih, karena bisa dihitung cuman berapa kali dalam seminggu New datang ke kampus di semester-semester sebelumnya.
Karena itu lah belakangan ini New jadi rajin banget ngampus, mumpung masih diawal semester. Dan, gak cuman absensi, New juga jadi rajin ngerjain tugas kuliah- entah itu individu maupun grup.
Mau tau hal yang lebih mencengangkan lagi? New sekarang jadi rajin masuk ke perpustakaan pusat kampusnya buat sekedar merampungkan tugas atau cari-cari referensi untuk tugas akhirnya (skripsi). Menurut New gak papa dia pusing-pusing sekarang supaya nanti di semester akhir New gak perlu kelabakan lagi cari-cari referensi dan objek. Brruhh!
"New, ada anak kelasan gue yang minta dikenalin ke lo. Mau liat gak orangnya?" Bright tiba-tiba nanya ke New yang lagi asyik scrolling timeline setelah selesai sama makanannya. Saat ini satu geng lagi ngumpul semua di warung makan langganan mereka, di kantin fakultas untuk makan siang.
"Kak Bright jangan ikutan jadi setan ya, udah cukup kak New aja disini yang kaya setan." Win mukul pelan pundak Bright yang duduk disampingnya.
"Cewek apa cowok?" New nimpalin, tapi pandangannya gak noleh ke Bright sama sekali, kaya orang gak minat gitu.
Namtan senyum-senyum ke Win sama Krist, "kayanya bisa keliatan nih siapa menang taruhan."
Krist yang panik langsung pura-pura batuk buat sadarin New, "itu kaya pak Tawan deh!" Krist nunjuk ke belakang New yang posisi duduknya ada di depan mejanya persis. Denger kata 'pak Tawan' langsung aja New noleh kebelakang tapi ternyata gak ada siapa-siapa.
"Anjritt gue kira beneran pak Tawan!" New ngomel ke Krist dan langsung dibelain sama Singto, "pacar gue tuh ngingetin janji lo buat buktiin keseriusan lo bego, bilang makasih gitu seenggaknya."
New gak perduli dan cuma ngibasin tangannya aja, setelah itu lanjut liat layar handphone-nya. Gun yang juga ada disitu ikutan ngomong, "baru masuk awal bulan kedua nih, masih ada tiga bulan lagi di semester ini buat tau siapa yang bakalan menang." kedua mata Gun ngeliatin ke Krist, Win sama Singto.
"Ngomong-ngomong kita belom nentuin yang menang dapet apa dan yang kalah ngapain." Namtan ngomong sambil mulutnya ngunyah.
"Hmm~ yang kalah harus ngelakuin apapun yang disuruh sama pihak pemenang, gimana?" ini Bright yang ngusulin.
"Win curiga sama kakak, pasti sekarang kak Bright lagi mikir yang aneh-aneh kan? Jujur deh pasti kakak mau aku ngelakuin sesuatu kan?" Win memicingkan kedua matanya ngelihat ke Bright tapi cuma dibales senyum menyeringai.
"Oke deal, yang lain setuju gak setuju harus setuju." Gun ngejawab sambil maksa yang lain buat setuju dan mau gak mau mereka mengiyakan hal ini.
"Sumpah ya kalian tuh temen paling bangsat emang." New geleng-geleng kepala abis itu ngambil tas ranselnya ancang-ancang mau pergi.
"Mau kemana lo?" tanya Krist.
"Ketemuan sama calon pacar lah." jawab New abis itu dia dadah ke temen-temennya.
"Ngimpi banget lo njing." Gun ngomong setengah teriak ke New karena orangnya udah agak jauh.
*
KAMU SEDANG MEMBACA
BLANK SPACE
Fanfiction"Kamu tau? Kamu tuh pengganggu dalam kehidupan saya!" "What actual fuvk?!?!" Seorang mahasiswa yang terkenal dengan pesonanya untuk memikat siapapun targetnya tiba-tiba berencana membuat dosen tampan yang terkenal serius dan pujaan hampir satu fakul...
