Tidak sesuai harapan

5K 500 9
                                        

Dua hari sebelum jadwal kelas pak Tawan. Soal penawaran makan siang yang Tay berikan seminggu lalu, bikin New berusaha keras untuk bisa mewujudkan hal itu. Jadilah hari ini, New dengan Krist melakukan simulasi dan meminta Gun untuk menilai presentasi mereka. 

Sebenernya New sih yang keliatan sangat ribet, padahal biasanya kalau ada tugas presentasi seperti ini pasti dia cuman duduk manis dan membayar temannya untuk mengerjakan. Lalu malam sebelumnya baru lah New membaca sedikit materinya untuk presentasi esok hari, gak perduli sama nilai yang bakal dia dapetin.

Sayangnya kali ini New gak bisa masa bodoh, dia harus benar-benar menyiapkan dengan matang semuanya. Krist yang teman satu kelompoknya aja sampai tertegun ngeliat perubahan perilaku sobatnya itu.

Tugas yang dikasih Tay adalah presentasi grup yang terdiri dari dua sampai empat orang. Pastinya banyak banget yang ingin satu grup sama New- tapi langsung ditolak mentah-mentah dan cuman ngajak Krist sebagai teman satu grupnya.

"Kok gue deg-degan sih??" tanya New ke dua sobatnya sambil megang dada sebelah kirinya yang berdetak agak cepat. Mereka bertiga saat ini sedang berada di kamar apartemen New.

"Yaiyalah goblok, mati dong kalau kagak." Gun jawabnya ga santai.

"Serius Gun, gue belom pernah seumur hidup deg-degan sampe kaya gini, cuman gara-gara maju presentasi lagi."

"Segitu pengennya ya lo makan siang sama dia? Kan lo udah pernah kencan sama pak Tawan, makan siang doang mah gak ada apa-apa nya kali." tanya Krist heran.

"Gak usah ngeledek, kalian semua tau kalau itu bukan kencan."

Gun terkekeh mendengar jawaban New, lalu tidak lama ekspresinya berubah serius, "gue ingetin lo dari sekarang ya, jangan terlalu berharap. Sakit banget kalau akhirnya gak sesuai harapan lo."

"Iya gue tau, tapi seenggaknya gue bakal berusaha dulu. Lagian gue masih bingung juga sama perasaan sendiri."

"Lo sendiri kan yang bilang mau seriusin dia?" Krist ngingetin omongan New beberapa waktu lalu.

Gun nganggukin kepalanya setuju sama Krist, "nah iya tuh! Seandainya rencana lo berhasil- apa yang mau lo lakuin?"

New geleng-geleng kepala sambil pasang muka galau, "gue emang suka sama pak Tawan. Tapi kalian tau sendiri kan gue gak pernah terlibat hubungan serius sebelumnya."

"Gimana ya jelasinnya.. gue pengen dapetin dia, tapi gue gak tau harus gimana- pokoknya gitu lah." New jawab sambil mengacak-acak rambutnya kasar.

Krist sama Gun cuman bisa narik napas panjang. Mereka kurang lebih ngerti sama kegalauan yang New rasakan. Tapi untuk saat ini mereka ingin melihat dulu apa yang akan New lakukan untuk menghadapi hal yang selama ini di hindarinya.

"Well- itu bisa dipikir nanti kalau rencana lo udah berhasil. Sekarang lo fokus aja sama tugas ini." Krist coba buat ngehibur New.

***


Tay manggil New yang udah jalan keluar dari kelas berdua sama Krist, kelas Tay baru aja selesai. New noleh dengan senyum berseri-seri yang Krist sendiri berani bertaruh dirinya baru pernah ngeliat New sebahagia ini. New minta Krist jalan duluan, setelah itu dia menghampiri Tay. 

"Dimana kamu mau ajak saya makan siang? Kalau bisa jangan terlalu jauh, karena jam satu saya harus kembali ngajar."

"Tidak jauh pak, kita berdua sama-sama sering ke sana kok."

"Kantin?"

New menggeleng, "kita makan siang di 3meena saja. Tapi, kalau bapak keberatan kita bisa makan di kantin. Saya tidak masalah makan dimana saja asal bersama bapak."

BLANK SPACETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang